
"Letakkan saja di atas meja, setelah itu pergi lah ibu mau istirahat." ucap buk Adel dan meninggalkan Tasya.
Adel melihat ibu nya pergi ke kamar nya.
Tasya menghela nafas panjang.
"Kenapa sih ibu tidak mengakui aku? Bahkan tidak ada yang tau kalau ibu aku adalah dia, mereka berfikir aku akan yatim piatu yang di besar kan oleh nenek dan kakek." ucap Tasya.
Tasya melihat suasana rumah yang sama sekali tidak berubah namun tidak ada rasa kehangatan lagi, Dulu sudah sangat dingin Sekarang jauh lebih dingin dan sangat sepi walaupun banyak pelayan.
"Non Tasya! Non." panggil Bibik ketika Tasya mau keluar.
"Ada apa bik? Kenapa lari-lari?" tanya Tasya.
"Ibu! Ibu pingsan di kamar nya." ucap Bibik.
"Pingsan?" Tasya langsung berlari masuk ke dalam. Dia melihat buk Adel sudah tidur tidak sadar kan diri di kasur Nya.
"Buk! Ibu, bangun buk." ucap Tasya membangun buk Adel, namun buk Adel tidak kunjung bangun dia mengunakan minyak kayu putih namun tak juga bangun.
Akhirnya Tasya menelpon suami nya agar mengirimkan Dokter ke rumah. Setelah dokter memeriksa, Tasya mengantarkan keluar.
"Bagaimana keadaan ibu saya Dok? Ada apa dengan nya?"
"Ibu anda mengalami stres berlebihan sehingga mengakibatkan fisik nya lemah dan juga kepala pusing di tambah lagi sangat jarang makan." ucap Dokter.
"Untuk beberapa hari beliau lebih baik untuk istirahat di rumah dulu, makan yang teratur sampai demam nya hilang dan juga tubuh nya ringan." ucap dokter.
"Baik dok, terimakasih banyak."
"Kalau begitu saya Pamit dulu, Obat bisa di tebus di apotik terdekat." Ucap dokter.
Setelah dokter itu pergi, suami Tasya datang.
"Bagaimana keadaan Ibu sayang?" tanya Darel.
Tasya menyalim tangan Darel."Masih belum sadar Kak, kata dokter dia harus banyak istirahat." ucap Tasya.
"Kok bisa sampai sakit seperti itu?" tanya Darel.
"Kata dokter karena stress berlebihan dan juga jarang makan." ucap Tasya.
"Ya Allah kok bisa ibu mengabaikan itu sih? Lalu Ayah kamu kemana? mobil nya mana?" tanya Darel.
__ADS_1
"Kata Bibi sih mereka sedikit cek-cok dan setelah itu Ibu mungkin meminta untuk pergi dan Ayah pun pergi."
"Apa dia sudah tau Ibu sakit?" Tasya mengangguk. Tapi aku pikir lebih baik Ayah tidak perlu datang, mungkin kedatangan ayah semakin membuat Ibu stress." ucap Tasya.
Mereka masuk memeriksa Buk Adel yang tak kunjung bangun, sudah tengah malam tapi buk Adel tak kunjung sadar.
"Kak lebih baik kakak pulang duluan aja, biar aku yang jagain ibu di sini, kasihan anak-anak dari tadi sudah nungguin." ucap Tasya.
"Kamu yakin mau merawat ibu sendiri an? Kakak takut Ibu tidak suka dan kasar sama kamu." ucap Darel.
Tasya tersenyum menenangkan Darel.
"Udah gak apa-apa kok, Kapan lagi aku bisa merawat ibu dia tidak punya siapa-siapa selain aku untuk merawat dia di sini." ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu, kamu jangan lupa istirahat yah." ucap Darel pada Tasya dan setelah itu dia pun pulang.
Tasya kembali ke kamar dia memerhatikan Ibu nya yang tak kunjung bangun.
"Buk bangun lah, aku sangat khawatir." ucap Tasya membangun kan Ibu nya namun tetap saja buk Adel tidak bangun.
Sudah beberapa lama Tasya menunggu ibu nya sampai bangun Tapi tidak juga bangun, dia jadi ketiduran karena sudah sangat malam.
Di pagi hari nya Tasya bangun, dia kaget karena tidak melihat buk Adel di atas tempat tidur.
Dan ternyata buk Adel ada di kamar mandi.
"Tasya langsung cepat membantu buk Adel berjalan ke tempat tidur.
"Kenapa ibu tidak membangun kan ku, kalau mau ke kamar mandi?" ucap Tasya. Buk Adel hanya diam saja.
Tasya membantu nya untuk tidur.
"Kamu bisa pulang, ibu baik-baik saja sekarang." ucap buk Adel. "Aku akan di sini merawat ibu sampai sembuh." ucap Tasya.
Namun tiba-tiba perut nya mual dan segera berlari ke kamar mandi.
Tidak beberapa lama dia keluar.
Buk Adel menatap Tasya. "Jangan memaksakan diri untuk merawat ibu di sini, kamu saja sedang hamil muda." ucap Buk Adel.
Tasya tersenyum," Ibu jangan khawatir aku baik-baik saja, aku akan mengambil sarapan untuk Ibu." ucap Tasya keluar dari kamar.
"Eh Non Tasya sudah bangun? Bagaimana dengan Ibu? Apa dia sudah bangun?" tanya Bibik.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah Bik." ucap Tasya.
"Alhamdulillah kalau begitu, ini saya masak bubur ayam kesukaan Ibu untuk sarapan pagi." ucap Bibik memberikan pada Tasya.
"Terimakasih Bik, kalau begitu saya ke kamar dulu yah."
"Humm Non Tasya mau sarapan apa? Bibik akan memasak nya." ucap Bibik.
"Humm makan bubur saja tidak apa-apa kok Bik." ucap Tasya. "Oohh baik lah kalau begitu, saya akan menyiapkan nya untuk non Tasya." ucap Bibik.
Tasya kembali ke kamar.
"Buk bangun dulu untuk sarapan. Ibu harus teratur makan nya." ucap Tasya membantu buk Adel untuk duduk.
"Ibu bisa sendiri." ucap buk Adel mengambil mangkuk dari tangan Tasya dan memakan nya sendiri.
"Ibu sudah lanjut usia tidak boleh mengabaikan yang namanya makan secara teratur." ucap Tasya.
"Ibu tau, hanya ibu tidak berselera untuk makan." ucap buk Adel. Tasya menghela nafas panjang.
"Nih minum dulu buk." Buk Adel menerima nya. Tasya menemani buk Adel sampai selesai Makan.
Setelah selesai dia membersihkan Bibir buk Adel yang sedikit kotor.
"Ya sudah kalau begitu ibu istirahat lagi yah, aku simpan ini dulu." ucap Tasya. buk Adel hanya diam saja dia keluar untuk sarapan karena perut nya juga Sudah sangat lapar.
"Silahkan di makan non." ucap Bibik pada Tasya. Tasya tersenyum sambil mengucap kan terima kasih.
"Sudah lama Non Tasya tidak tidur di sini, senang deh akhirnya Non Tasya mau berkunjung ke sini setelah menikah." ucap Bibik
Tasya tersenyum.
"Saya juga senang bisa bertemu Bibik lagi."
"Oh iya kamar Non Tasya masih sangat aman, saya selalu membersihkan nya tiap hari, tidak ada yang berani menempati nya karena itu adalah khusus kamar Non Tasya." ucap Bibik.
Seketika Tasya mengingat di mana waktu itu Clara mengirimkan foto kalau sedang di dalam kamar nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***