Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 293


__ADS_3

"Huff biarkan saja lah, lagian Radit juga akan semakin gemuk " ucap Tasya.


"Maaf sayang. Kakak tidak tau bagaimana memilih baju bayi," ucap Darel.


"Lalu dulu yang membeli baju raya dengan Stevan siapa?" tanya Tasya.


"sebelum nya kakak tidak pernah membeli nya, selalu saja mamah dengan Amel, kalau tidak almarhum ibu yang datang mengajak Amel berbelanja." ucap Darel.


Tasya terdiam sejenak. Dia menatap wajah Radit.


"Aku sangat merasa kasihan pada Radit kak, dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang nenek dari papah nya." ucap Tasya.


"Ini semua salah kakak. Jangan membahas nya lagi." ucap Darel. Tasya tersenyum.


Mereka pun pergi ke kamar untuk istirahat setelah selesai Makan. Semua nya juga sudah istirahat di kamar masing-masing.


"Aku melihat ponsel kakak pecah. Kenapa bisa a pecah kak?" tanya Tasya.


"Oohh itu tidak sengaja jatuh saat menelpon." ucap Darel.


"Kakak yakin? Kakak gak bohong kan?" tanya Tasya lagi.


Darel menghela nafas panjang.


"Sebenarnya ini karena Tania menepis nya di restoran tadi. Kakak mau menunjukkan bukti kepada Mamah namun dia tidak terima." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Sudah tidak perlu memikirkan Nya." ucap Darel.


Mareka pun tidur bersama.


Di tempat lain Tania sedang menelpon orang tua nya. Dia mengabari orang tua nya kalau Darel mau membongkar semua rahasia mereka.


Orang tua nya terlihat sangat khawatir mereka harus waspada mulai dari sekarang.


Dua hari kemudian.. Bu Tima masih di rumah Darel


Di pagi Bu Tima baru saja bangun. Dia terbangun karena ponsel nya yang tidak berhenti berbunyi.


"Halo Pah. Selamat pagi." ucap Bu Tima.


"Pagi Mah. Mamah harus tau kalau semua file-file perusahaan kita hilang. Semua nya hilang." ucap pak Yuda.


"Maksud papah bagaimana? Jangan bercanda Pah." ucap Bu Tima. "Papah gak bercanda Mah, Sekarang sistem semua nya error. Dan sekarang saham serta banyak sertifikasi berpindah atas nama ayah nya Tania." ucap pak Yuda.

__ADS_1


Bu Tima terdiam. Dia mengingat kata-kata Darel pada beberapa hari yang lalu. Kata-kata Darel terngiang-ngiang di wajah nya.


"Apa yang harus kita lakukan mah? Sekarang papah sangat bingung. Keluarga Tania sudah Menghianati kita. Sekarang Tania Masih ada sama Mamah kan?" tanya pak Yuda.


"Mamah akan melihat ke kamar nya dulu." ucap Bu Tima.


Dia mengetuk pintu namun tidak demikian buka, dia langsung membuka pintu dan ternyata tidak ada Tania di sana.


Baju-baju Tania juga sudah tidak ada. Dia melihat keluar sudah tidak ada mobil milik nya di sana.. Tania membawa nya pergi.


"Tania sudah kabur Pah." ucap Bu Tima.


"Kepala papah sangat pusing mah." ucap pak Yuda dia tiba-tiba pingsan.


"Pah, papah." panggil Bu Tima.


"bapak pingsan Bu." ucap Bibik.


"Tolong bawa ke rumah sakit bi, saya mohon." ucap Bu Tima dia sangat khawatir sekali. Semua rasa nya sangat kacau.


Bu Tima duduk di sofa dengan wajah bingung.


"Ini mimpi kan? Ini hanya tipuan saja kan? ini tidak mungkin." ucap Bu Tima.


"Kenapa dari awal aku tidak mendengar kan kata-kata Darel? semua nya sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan? Tidak ada yang bisa di harapkan. ketakutan ku sudah terjadi." ucap Bu Tima.


"Nak Darel tidak berangkat kerja?" tanya Bu Mita yang baru saja keluar namun ternyata Darel duduk di depan rumah sambil memangku Radit. Ada Stevan dan Raya juga bermain di teras rumah itu.


"Enggak Bu, hari ini aku tidak ke kantor karena kebetulan tidak ada kerjaan." ucap Darel.


"Oohh. Tidak seperti Ayah mertua kamu dia berangkat bekerja setiap hari walaupun hari ini adalah hari Sabtu." ucap Bu Mita.


Darel tersenyum.


"Tasya mana?" tanya Bu Mita.


"Tasya membersihkan pakaian Radit Bu." ucap Darel.


"Oohh, pantesan saja kamu yang jadi pengasuh." ucap Bu Mita. Darel tersenyum.


Bu Mita duduk di depan Darel.


"Enak yah pagi-pagi berjemur sama papah?" tanya Bu Tima pada Radit yang sangat anteng di gendongan papah nya.


"Oh iya bu, kalau umur Radit sudah 40 hari boleh tidak aku membawa Tasya serta anak-anak pindah dari sini, saya tidak enak hati selalu menyusahkan Ibu dan ayah." ucap Darel.

__ADS_1


"Seharusnya kamu bertanya hal ini pada Ayah dan juga Riski. kalau ibu tergantung nyaman nya Tasya saja." ucap Bu Mita.


"Seperti nya Riski belum bisa memaafkan saya Bu. Saya juga bingung harus melakukan apa." ucap Darel.


"Kamu pasti bisa mengambil hati Riski agar dia percaya kembali Sama kamu." ucap Bu Mita. Darel tersenyum.


"Oh iya dia menitipkan terimakasih sama ibu untuk kamu. Dia mungkin gengsi untuk bilang langsung." ucap Bu Mita.


"Untuk apa Bu?" tanya Darel.


"Atas bantuan kamu, itu sebabnya dia bisa langsung masuk di universitas itu." ucap Bu Mita.


"Oohh itu." ucap Darel.


"Hari ini dia sedang bertemu teman-teman nya di luar karena hari Senin dia sudah langsung bisa kuliah." ucap Bu Mita.


Darel tersenyum. "Stevan, Raya.. Ayo mandi yok. Ini sudah jam sembilan pagi." ucap Bu Mita. Mereka pun menginyakan dan mengikuti Bu Mita ke dalam.


"Kak! Kak! Lihatlah deh ini apa." ucap Tasya berlari menunjuk kan ponsel nya pada suami nya.


"Ada Apa? Kamu jangan lari-lari, hati-hati." ucap Darel.


"Lihat lah ini kak." ucap Tasya. Darel membaca berita yang di ponsel istri nya.


"Perusahaan papah bangkrut, semua saham hilang, uang di bawa kabur oleh sekretaris nya. Apa itu benar kak?" tanya Tasya.


"Bisa jadi saja benar." ucap Darel.


"Kakak kenapa biasa saja? Aku yakin papah sama Mamah lagi syok berat." ucap Tasya.


"Kakak sudah memberitahu pada mereka awalnya, namun tidak ada yang perduli. Semua nya sudah terjadi apa yang harus kita lakukan?" ucap Darel.


"Temuin mereka kak, aku takut mereka kenapa-kenapa." ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya.


"Mereka tidak membutuhkan anak seperti kakak. Buktinya sampai sekarang mereka tidak mengabari kakak, bahkan tidak menghubungi." ucap Darel.


"Tidak mungkin bisa menghubungi kakak, sementara ponsel kakak rusak. Buka laptop saja kakak sangat jarang." ucap Tasya. Darel diam saja. Wajah nya sudah seperti pasrah saja.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2