
Darel menghela nafas panjang. Tasya pun tidur di tempat tidur nya, Darel dengan modus berguling mendekati Tasya.
Baru saja Darel mau memeluk Tasya pintu sudah di ketuk oleh anak-anak.
"Huff" Darel Menghela nafas panjang yang membuat Tasya tersenyum.
"Papah kok ngunci pintu sih?" tanya Raya sambil berlari ke tempat tidur berbaring di dekat Tasya.
"Tadi Papah pasang baju jadi di kunci."
"Loh bukannya papah biasa nya pakai baju di ruang ganti?"
"Sudah lah jangan kepo lagi, bobok cepat!"
Raya diam dia mendekati Mamah nya yang di kasur sambil tersenyum.
"Kakak kalau marah terus bisa tambah tua loh, emang mau?"
Darel menatap istrinya.
"Tidak apa-apa Kakak tua yang penting punya istri yang seperti bidadari." ucap Darel sambil mencubit pipi Tasya.
"Cieeeee... Papah gombalin Mamah yah."
Tasya tersenyum.
"Kamu tambah cantik kalau senyum." ucap Darel. Tasya langsung tersipu malu.
Dua Hari kemudian Tasya baru saja pulang dari kampus jam dua sore.
"Loh mobil kak Darel kok masih di rumah? Apa dia tidak ke kantor?"
"Assalamualaikum!"
"Walaikumsalam Non." jawab Bibik.
"Anak-anak mana Bik?"
"Mereka lagi di atas non sama Bapak."
"Loh kak Darel tidak ke kantor?"
"Bapak hari ini bantu-bantu beresin Kamar baru Raya sama Stevan Non."
"Oh iya yah, aku lupa ya udah kalau begitu aku langsung ke atas yah bik."
"Yeiiii Mamah pulang." sorak Raya melihat Tasya berdiri mengintip ke dalam kamar yang sudah di renovasi menjadi lebih luas dan bagus.
Tasya melihat Darel duduk di atas kursi terlihat sangat kelelahan.
"Kamu sudah pulang?"
Tasya mengangguk dia menyalim tangan suami nya.
"Kakak bantu untuk merakit lemari sama Mengatur semua barang-barang sesuai permintaan Raya, dari pagi sampai sekarang belum selesai." ucap Darel.
__ADS_1
Tasya tersenyum dia duduk di samping Darel.
"Kenapa tidak minta tolong sama Orang saja? Kakak sampai berkeringat." Tasya menghapus keringat Darel.
Darel menatap wajah Tasya.
"Aku maunya Papah yang menata nya langsung mah, jangan orang lain." rengek Raya.
"Ya udah kalau begitu mamah bantuin yah, kasihan papah nya sampai kelelahan seperti itu, lemari nya juga sangat lah besar."
Raya hanya terkekeh saja.
Sudah selesai istirahat Darel melanjut kan mendorong lemari ke tempat nya. Karena tidak sanggup sendiri Tasya membantu mereka juga tidak bisa hanya berdua Bibik dan pengasuh datang untuk membantu.
Dua jam kemudian akhirnya semua nya selesai, kamar yang tadi nya sangat berantakan sudah bersih dan rapi.
"Malam ini Mamah boleh numpang tidur di sini kan?" tanya Tasya.
"Gak boleh!" Darel yang langsung menjawab nya.
Mereka semua langsung menoleh ke arah Darel.
"Humm biarkan saja mereka mandiri maksud kakak tidak perlu di temanin lagi." ucap Darel langsung menjelaskan.
"Hanya satu malam saja." ucap Tasya.
"Gak usah mah, nanti kalau Mamah di sini Papah pasti ikut juga, kasur kami hanya untuk dua orang Saja."
Tasya menatap Darel.
"Kamu berprasangka buruk Terus sama Kakak hanya karena mereka pindah kamar, sementara mereka sendiri yang mau pindah." ucap Darel tidak terima dia selalu di curigai.
"Ya udah deh Mamah ngalah," ucap Tasya.
Di malam hari nya Tasya mengantarkan Stevan dan Raya tidur ke kamar nya menemani mereka tidur sebentar.
"Tasya kemana sih? Kenapa belum kembali ke kamar." ucap Darel yang dari tadi menunggu Tasya. Dia keluar dia membuka pintu kamar anak nya ternyata Tasya sedang menepuk-nepuk pantat Stevan biar tidur nyenyak.
Tasya Sadar kalau Darel berdiri di depan pintu.
Darel mendekati Raya mengelus kepala nya memberikan ciuman di kening setelah itu bergantian dengan Stevan.
"Ayo Balik ke kamar, mereka sudah tidur nyenyak lagian ada suster yang menemani mereka." ucap Darel menarik tangan Tasya.
"Tapi kak."
Darel Menghela nafas panjang.
"Ayo buruan, besok kakak harus bangun pagi."
"Satu malam saja aku tidur di sini, boleh yah." ucap Tasya memohon.
"Tidak bisa Tasya! Kamu harus ikut ke kamar. mulai dari sekarang kamu tidak bisa meninggal kamar itu karena itu sudah kamar kita berdua."
Tasya Tidak lagi bisa mengelak.
__ADS_1
"Ayo buruan, kakak sudah ngatuk."
"Tunggu dulu kak." Tasya seperti nya sangat berat dia mengelus rambut Raya dan Stevan.
"Ayo." Darel menarik tangan Tasya keluar dari kamar sebelum keluar dia mematikan lampu dulu.
Tangan Tasya terus di pegang oleh Darel. mau masuk ke kamar tiba-tiba Tasya berhenti.
"Kenapa lagi?"
"Kakak janji dulu sama ku. Kakak tidak akan apa-apakan aku malam ini.'"
Darel terkekeh dia mengacak-acak rambut Tasya.
"Kakak tidak bisa janji." ucap Darel langsung menggendong Tasya masuk ke dalam dan mengunci pintu.
"Raya.... Stevan... selamat kan Mamah." Tasya berteriak namun pintu sudah di kunci.
"Kamu membuat kakak Seperti seseorang pembunuh saja." ucap Darel.
"Kak aku mohon jangan malam ini, aku belum siap, aku mohon." ucap Tasya dengan suara yang sangat takut.
Darel mendekati Tasya sampai Tasya duduk di pinggir kasur.
"Kamu tidak bisa lolos malam ini." ucap Darel dengan Suara berat nya.
"kak aku mohon, Jangan lakukan itu sekarang."
Namun tiba-tiba Darel mengambil handphone nya yang dapat belakang Tasya dan berbaring di kasur.
Tasya yang sudah memejamkan mata nya karena takut seketika heran sudah melihat Darel berbaring.
"Tidur! Kalau kamu tidak tidur kakak pastikan kamu Besok tidak bisa berjalan." ucap Darel.
Tasya Langsung berbaring dia mengambil bantal guling meletakkan nya di tengah-tengah mereka namun Darel melempar kan nya ke bawah dan langsung memeluk Tasya.
"Tidak ada batasan di antara kita," ucap Darel memeluk Istrinya.
Tasya yang di peluk seperti itu dari belakang membuat nya semakin gugup dan tidak tenang, dia bukan nya tidak suka tapi takut Darel tidak bisa menahan diri nya dan melakukan itu pada nya.
"Kak berjanji lah pada ku untuk membiarkan aku tidur nyenyak malam ini."
Darel hanya diam. Tasya sama sekali tidak di respon namun terus memeluk nya.
Tidak beberapa lama Darel tidur, Tasya merasa Darel sudah tidur dia mencoba melepaskan pelukannya namun Darel Malah mempererat.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1