Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 212


__ADS_3

Pak Ahmad Yang sedang minum kopi melihat Foto itu tersenyum. "Tampa Adel mereka bisa bahagia kok, aku percaya itu." ucap Ahmad.


"Sudah-sudah jangan main di luar lagi, mandi gih." ucap Opah. Karena sudah jam sepuluh. Matahari juga sudah sangat terik.


Tasya di kamar dia sibuk membongkar pakaian, dia bingung mau memakai gaun yang mana.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Darel yang baru masuk ke kamar.


"Menurut kakak gaun mana yang cocok untuk ku untuk acara ulang tahun Bela kak?" tanya Tasya.


Darel memilih warna Merah.


"Yahh ini sudah kecil Kak, aku pikir aku masih bisa memakai nya namun tidak cocok lagi di badan ku." ucap Tasya.


Darel memilih lagi yang menurut nya besar ternyata tidak ada yang cocok juga.


"Aku baru hamil beberapa Minggu namun sudah terlihat gemuk saja." ucap Tasya.


"Perasaan kamu saja sayang, hanya perut kamu yang bertambah sedikit, kamu sama sekali tidak gendut.' ucap Darel. "Tapi buktinya baju-baju ini tidak muat lagi aku pakai.' ucap Tasya.


"Coba dengan baik-baik dulu Sayang, ini semua kamu yang bawa." ucap Darel. "Ya udah buruan siap-siap gih, kamu siap-siap sangat lama." ucap Darel sambil mengambil ponsel dan duduk di sofa.


"Gak peka banget sih jadi suami, sudah jelas istri nya memberikan kode keras." ucap Tasya.


"Kalau kamu mau beli baju baru, beli saja sayang." ucap Darel. "Tapi aku mau di temanin kakak." ucap Tasya.


"Kamu tau sendiri kakak tidak suka belanja. Selain gak suka dan tidak pandai kalau dengan kamu pasti sangat lama." ucap Darel. Tasya tertawa. "Namanya juga perempuan, milih mana paling cocok dan juga cantik." ucap Tasya.


"Coba saja dulu, kakak dengan senang hati mengantarkan aku belanja, giliran sekarang sangat tidak mungkin kakak mau nganterin aku.' ucap Tasya.


"Jadi mau nya seperti apa sekarang? Kalau kita belanja kita akan terlambat datang ke acara Bela." ucap Darel.


"Besok kak. Aku mau Besok." ucap Tasya.


"Ya udah besok, sekarang kamu lebih baik mandi setelah itu dandan dan pakai baju." ucap Darel.


"Masih lama kak acara nya, aku mau baring dulu." ucap Tasya berbaring di kasur, Darel menghela nafas panjang.


Tidak terasa sudah jam lima sore Tasya dan Darel sudah rapi mau berangkat ke acara Bela.


"Omah kami pergi dulu yah, titip anak-anak." ucap Tasya.


"Iyah, Kalian hati-hati yah, jangan lama-lama pulang nya." ucap Omah. "Oke Omah." ucap Tasya.


Mereka menyalim tangan Omah dan berangkat.

__ADS_1


"Aku kurang enak sama Omah sudah menitipkan anak-anak pada nya." ucap Darel.


"Emang kenapa Kak? Omah tidak akan Marah kok, dia adalah Omah yang sangat Baik." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di acara party Bela.


"Wahh acara nya besar juga yah, aku yakin yang mengadakan ini adalah Kak Alex." ucap Tasya.


"Kamu pasti mengingat acara yang di buat oleh Alex waktu itu pada kamu kan?" tanya Darel.


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Kakak cemburu yah?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Itu sudah masa lalu, tidak mungkin kakak cemburu hanya karena masa-masa itu." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya tiba-tiba mencium pipi nya.


"Kakak tidak Akan cemburu lagi, karena kamu sudah milik kakak sekarang." ucap Darel. Tasya tersenyum dia menggandeng lengan Darel masuk ke dalam.


"Selamat ulang tahun Bela. kamu cantik banget deh." ucap Tasya pada Bela. Bela tersenyum.


"Terimakasih sudah mau datang yah." ucap Bela.


"Aku berdoa semoga di umur kamu yang sekarang, selalu bahagia ke Depan nya, mempunyai masa depan yang cerah dan juga pasangan yang sekarang selalu setia sampai tua nanti." ucap Tasya.


"Amin."


"Malam ini kamu cantik banget." puji Tasya pada Bela.


"Bumil juga tidak kalah cantik, bahkan terlihat lebih muda." ucap Bela.


Mereka duduk berdua.


"Seperti nya suami kamu belum bisa memaafkan kak Alex." ucap Bela, Tasya tersenyum.


"Suami ku umur nya saja yang tua, tapi tingkah nya seperti anak kecil." ucap Tasya. "Aku yakin dia pasti sangat manja." ucap Bela. Tasya tersenyum.


"Tapi walaupun seperti itu aku selalu selalu salut pada kak Darel, dia selalu menghargai perasaan ku." ucap Tasya.


"Kamu sangat beruntung Tasya." ucap bela.


"Kamu juga beruntung kok bersama kak Alex, dia adalah pria yang baik, perduli dan juga royal." ucap Tasya.

__ADS_1


Bela tersenyum. Tasya mau minum namun tiba-tiba di tahan oleh Bela.


"Kamu sedang hamil tidak boleh minum-minuman keras." ucap bela menukar minuman nya dengan jus.


"Yah aku hanya sekali-sekali saja." ucap Tasya.


"Tidak bisa!" ucap Bela, namun Tasya bersikeras mau minum. Bela mengadukan nya pada Darel, alhasil Darel memarahi Tasya.


"kamu tidak boleh minum ini, kasihan anak kakak nanti kenapa-kenapa." ucap Darel.."Huff hanya sedikit saja kak." ucap Tasya.


"Tidak bisa! Nih untuk kamu." Darel memberi kan jus pada Tasya. Akhirnya Tasya pasrah dia meminum jus.


Darel mengelus perut Tasya.


"Pokoknya selalu ada papah disini nak, kamu Akan Sehat selalu." ucap Darel. Tasya tersenyum.


Darel memberikan jas nya pada Tasya, karena gaun Tasya berlengan kecil.


"Kamu tidak boleh masuk angin." ucap Darel. Tasya tersenyum.


Cukup lama mereka di sana, Tasya sangat asik berbincang-bincang dengan teman-teman nya sementara Darel duduk sendiri memerhatikan istri nya dari jauh. Tiba-tiba ada satu wanita yang mendekati Darel.


"Hay, kursi nya kosong kan?" tanya wanita itu. Darel kaget.


"Iyah kosong kok." ucap Darel. "Boleh Duduk di sini kan?"


"boleh silahkan." Ucap Darel.


"Datang sendirian aja? pasangan kamu mana?" tanya wanita itu. "Saya datang.." "Pasti sendirian kan? Saya dengan senang hati menemani kamu di sini." ucap wanita itu langsung.


"Oh iya kenalin nama aku Lita, nama kamu Siapa?" tanya Lita. "Darel."


"Ayo minum bersama." ajak Lita mengangkat gelas nya.


Darel pun ikut minum. Sementara Tasya yang melihat perempuan itu menggoda Suami nya membuat nya kesal.


"Eh Tasya kamu mau kemana?" tanya teman nya..


"Aku harus memberikan pelajaran pada Lita." ucap Tasya.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya..


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏


__ADS_2