
"Dasar pria ganjen, melihat wanita cantik Langsung ajak kenalan." batin Darel.
"Tidak beberapa lama Tasya kembali membawa sesuatu di kresek hitam.
"Kamu beli apa?" tanya Darel.
"Serius kakak ingin tau?" Tanya Tasya Balik. Darel diam.
"Aku membeli pembalut, persiapan datang bulan, biasa nya besok aku sudah dapat." ucap Tasya...
Darel langsung diam, dia seperti menyesal bertanya ada rasa kecewa karena Tasya datang bulan..
"Ya sudah kita langsung pulang saja." ucap Darel. Tasya memerhatikan ekspresi Wajah Darel terlihat sangat kesal.
"Kakak marah yah soal tadi?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Aku paham kalau Kakak juga pria normal, tapi aku sama sekali tidak kefikiran untuk melakukan itu, aku takut." ucap Tasya.
"Tidak perlu di bahas." ucap Darel. Tasya merasa bersalah.
Sampai di rumah Tasya menemani anak-anak untuk bermain. Sementara Darel menurun kan semua barang-barang yang ada di dalam mobil.
Tasya melihat betapa banyak nya belanja an yang beli oleh nya.
"Kak Darel seperti nya sangat kecewa, tapi aku sangat takut." batin Tasya.
Satu Minggu kemudian. Tasya baru saja pulang mengurus beberapa kepentingan untuk melampiaskan jadi Dosen di universitas.
Dia menitipkan anak-anak pada suami nya karena pengasuh belum datang.
"Assalamualaikum! Tante pulang." ucap Tasya. Mereka yang tadi nya asik menonton dengan Darel berlarian menyambut Tasya.
"Maaf yah Tante lama pulang nya." ucap Tasya.
Tasya melihat Darel.
"Kak." ucap Tasya menjulurkan tangannya. Tasya menyalim tangan Darel.
Dia duduk di samping Darel.
"Kakak kenapa sih satu Minggu ini cemberut Mulu, bahkan kakak sama sekali tidak menanggapi ku." ucap Tasya.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Kalau aku ada salah kakak Bilang saja." ucap Tasya.
"Kalau Kakak diam seperti ini aku tidak Akan tau." ucap Tasya.
Darel menatap Tasya.
"Kamu adalah istri Kakak, apa kamu sudah meminta persetujuan kakak untuk mengajar?" tanya Darel.
Tasya diam sejenak.
"Kemarin kan kita sudah membicarakan ini kak." ucap Tasya.
"Apa aku sudah mengijinkan kamu?" tanya Darel.
__ADS_1
Tasya menundukkan kepalanya.
"Maafin aku kak, aku Salah." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.
"Aku janji mau melakukan apapun yang kakak suruh asalkan kakak memaafkan aku dan mengijinkan aku menggapai cita-cita ku." ucap Tasya.
"Tidak ada yang perlu kamu lakukan." ucap Darel meninggalkan Tasya pergi keluar.
Tasya melihat perubahan Darel semenjak pulang dari rumah orang tua nya hanya karena masalah sepele itu sampai sekarang Darel sangat kesal.
Bahkan Darel tidur di kamar nya sendiri belakangan ini.
"Kenapa kak Darel jadi bersifat seperti itu sih? Biasanya dia selalu pengertian. Dan dia tidak mau Sabar kah menunggu sampai aku siap." batin Tasya.
Dia melihat Darel pergi dengan mobil nya.
"Kak Darel pasti mau pergi sama teman-teman nya lagi, dia selalu pulang tengah malam." ucap Tasya.
Tidak terasa hari semakin malam, Tasya dan anak-anak sudah bersih-bersih mau tidur.
"Tante! kenapa Papah gak mau tidur sama kita lagi? kan kalau papah tidur di sini bisa bacain dongeng." tanya Raya.
"Papah nya mungkin kecapean dia harus bekerja."' ucap Tasya.
"Oohhh.. Tapi aku dengar Tante mau pergi ke Bogor yah?" tanya Raya lagi.
"Dari mana kamu tau?" tanya Tasya.
"Aku mendengar Tante sama Papah ngobrol." ucap Raya.
"Kenapa Tante harus bekerja? Kan Papah selalu kasih uang. Dulu Mamah juga gak bekerja. Papah selalu marah kalau Mamah mau kerja." ucap Raya.
Tasya terdiam. Dia sudah tau jawabannya kalau sebenarnya Darel tidak ingin dia bekerja.
"Nanti kalau Raya sudah besar pasti ngerti." ucap Tasya.
"Tapi kenapa Tante harus bekerja? nanti kalau Tante bekerja kamu sering tinggal." ucap Raya.
"Omah sama Opah Tante ingin Tante itu jadi dosen. Dan juga itu adalah cita-cita kakek. Tante juga ingin menjadi Dosen. itu adalah impian Tante." ucap Tasya.
"Apa itu adalah cita-cita Tante?" tanya Raya. Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Kalau Raya besar mau jadi apa?" tanya Tasya.
"Dulu Raya mau jadi pengusaha seperti papah. Namun sekarang Aku mau jadi dokter, menolong orang lain." ucap Raya.
Seketika Tasya menetes kan air mata nya.
"Lihat lah Mbak Amel, Raya Anak yang sangat pintar. Semoga mbak di sana Senang melihat Raya." batin Tasya.
"Kenapa Tante Nangis?" tanya Raya.
"Gak apa-apa kok sayang, kita Bobo yah udah malam nih." ucap Tasya.
"Papah Belum pulang yah Tante? Kenapa papah selalu pulang malam-malam?" tanya Raya.
"Dia berkumpul sama teman-teman nya, mungkin dengan cara itu papah bisa bahagia." ucap Tasya.
__ADS_1
"Apa dengan kita papah tidak bahagia?" tanya Raya lagi.
Tasya terdiam.
"Mendingan Raya Bobo yah, kalau Raya terus bertanya kita tidak jadi tidur." ucap Tasya. Raya akhirnya tidur di samping Stevan.
Tasya membuat kan Susu pada Stevan dan akhirnya mereka berdua tidur.
Tasya turun ke bawah memastikan kalau Darel sudah pulang namun ternyata belum.
Tasya mencoba menelpon namun tidak di jawab. Tasya melihat jam sudah jam sebelas malam.
"Kak Darel kemana sih." ucap Tasya.
Dia menutup pintu karena sangat dingin.
Dia berbaring di sofa karena sudah mengantuk juga. Tidak beberapa lama Darel pulang dia mendorong pintu ternyata tidak di kunci.
Dia melihat Tasya yang ketiduran di sofa dia langsung melewati nya begitu Saja.
Setiap hari Tasya ketiduran di Sofa menunggu Darel.
Beberapa jam setelah Darel pulang Tasya terbangun dia melihat pintu sudah dikunci itu tandanya Darel sudah pulang dia pun kembali ke kamar.
Keesokan harinya Tasya memasak sarapan pagi.
"Kak sarapan dulu." ucap Tasya melihat Darel turun.
"Aku sudah telat, aku harus segera berangkat." ucap Darel.
"Minum kopi nya Dulu kak." ucap Tasya namun Darel langsung pergi.
"Kak! Kak Darel!" panggil Tasya mengejar Darel keluar.
"Kenapa?" tanya Darel.
"Jas Kakak ketinggalan." ucap Tasya.
"Hari ini aku tidak memakai jas, aku sengaja meninggal kan nya." ucap Darel.
"Sebenernya kakak kenapa sih? Ayo kita bicara kan ini baik-baik, jangan seperti ini," ucap Tasya.
Darel membalikkan badannya menatap Tasya.
"Apa yang mau di bicarakan lagi? Bukan nya kamu sendiri yang mengabulkan keputusan untuk diri kamu sendiri? Kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri, kamu sangat berbeda dengan Amel." ucap Darel.
.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1