Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 146


__ADS_3

"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kamu tidak pernah menyusahkan kakak, justru kakak yang menyusahkan kamu." ucap Darel.


"Seperti nya ibu tidak suka dengan cara kakak memperhatikan Aku." ucap Tasya.


"Ssstt jangan berbicara seperti itu, kamu yang sabar aja yah menghadapi kata-kata mamah, namanya juga orang tua." ucap Darel.


"Tapi aku takut tidak bisa menahan dan aku melawan kata-kata ibu kak." ucap Tasya.


"Kakak Percaya kamu kuat dan sabar, demi kakak, anak-anak dan juga calon anak kita." ucap Darel membujuk Tasya.


Tasya tersenyum dia mengangguk.


Tidak beberapa lama klien pun datang. Tasya mau keluar namun di tahan oleh Darel.


"Di sini saja, klien kakak tidak terlalu banyak." ucap Darel.


Tasya sedikit tidak nyaman namun dia menuruti kata-kata suami nya.


Dia diam hanya mendengar kan pembahasan mereka, ini adalah pertama kalinya dia menemani suaminya meeting dia sangat salut dengan kecerdasan dan kebijakan Darel.


Semua Klien nya merasa puas dengan meeting mereka hari ini. Tiga jam kemudian akhirnya meeting selesai.


"Terimakasih banyak pak atas waktu nya."


"Sama-sama Pak," jawab Darel sambil berjabatan tangan.


"Kalau begitu kami langsung pulang yah Pak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."


Mereka semua pergi tinggal hanya Ajeng, Tasya dan Darel.


"Tolong bawa semua data-data ke rumah saya nanti malam." ucap Darel.


"Tapi pak saya tidak tau alamat bapak." ucap Ajeng.


Darel menghela nafas panjang.


"Ini Alamat saya." ucap Darel.


Alamat Darel memang sangat lah private.


hanya orang tertentu yang tau, namun sebenarnya semua orang hampir tau mereka tidak berani untuk mendekati tempat tinggal Darel.


"Baik lah Pak saya akan membawa nya ke sana, kalau begitu saya pamit kembali ke ruangan saya." Ucap Ajeng.


Darel mengangguk.


"Mari mbak." dengan ramah Ajeng menyapa Tasya, Tasya hanya membalas senyuman.


"Hufff akhirnya selesai juga, duduk Tiga jam di kursi seperti ini membuat pinggang ku sakit." keluh Tasya. Namun tiba-tiba Darel memegang kursi dan memutarnya agar Tasya membelakangi nya.


"Mau ngapain kak?" tanya Tasya kaget, tangan Darel perlahan memijat pinggang Tasya.


"Huuuu enak banget, di sebelah sini sedikit keras dong kak." ucap Tasya.


Darel pun tersenyum, namun karena Darel iseng membuat Tasya kegelian alhasil tangan nya di cubit oleh Tasya.

__ADS_1


"Auh sakit tau sayang."


"Maka nya jangan iseng deh." ucap Tasya. Darel tersenyum dia memeluk Tasya dari belakang sambil mengendus leher Tasya.


"Kamu wangi seperti bayi." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Kak boleh yah malam ini kita nginap di hotel." ucap Tasya.


"Loh kenapa?" tanya Darel.


"Gak tau pengen aja nginap di hotel, mungkin aja bawaan si baby A!" ucap Tasya sambil mengelus perut nya.


"Ya udah kalau begitu." ucap Darel sambil menatap Tasya dengan tatapan tidak biasa.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh yah, aku nginap di hotel karena ingin suasana yang beda aja." ucap Tasya.


"Kamu tuh yang berfikir aneh-aneh, kakak belum mengatakan apapun." Tasya menghela nafas malu.


"Tapi anak-anak juga ikut yah kak." ucap Darel.


"Loh kok ikut sih? Bukan nya ini seperti bulan madu untuk kita berdua yah?" tanya Darel.


"Jangan aneh-aneh yah kak," ucap Tasya.


"Iyah-iyah! Anak-anak boleh ikut tapi kita harus mencari hotel yang kasur nya ada dua." ucap Darel.


Tasya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah dari sana mereka pun pulang, sampai di rumah ternyata Bu Tima dan Clara belum pulang.


Tasya dan anak-anak langsung berkemas pakaian ganti di hotel nanti.


"Mah, sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Raya.


"Kita mau berenang di hotel karena seperti nya calon dedek nya juga mau berenang." ucap Tasya.


"Asikkk... Sudah jarang papah bawa kami berenang." ucap Raya. Tasya tersenyum.


"Sayang masih lama lagi? Buruan dong kakak sudah gak sabar nih." ucap Darel.


"Sabar kak, maka nya bantuin nih bawa barang-barang keluar." ucap Tasya.


"Baiklah istri ku." ucap Darel mencium kepala Tasya dan membawa barang-barang keluar.


Mereka pun berangkat ke hotel yang sudah di pilih oleh Tasya tadi.


Setelah sampai di hotel Tasya sibuk menata barang-barang.


Tiba-tiba handphone Darel berdering kebetulan di dekat Tasya.


"Clara?"


Tasya menoleh ke arah Darel yang sibuk main-main dengan anak nya di kasur.


Tasya langsung mematikan agar tidak di dengar oleh Darel. Namun lagi-lagi bunyi, Tasya terus mematikan nya.

__ADS_1


Namun keempat kali nya panggilan dari Mamah mertua nya.


"Kak! Mamah nelpon!" ucap Tasya pada Darel.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Jawab saja!" ucap Darel.


Tasya pun menjawab nya.


"Halo Buk."


"Halo! loh kamu yang jawab telpon Ibu? Darel kemana?" tanya Bu Tima.


Darel memberikan isyarat agar Tasya mengatakan kalau dia tidur.


"Kak Darel tidur buk, seperti nya dia kecapean." ucap Tasya.


"Oohh mamah tadi nya mau minta jemput, kalau tidak bisa ibu sama Clara tidur di penginapan dulu, bilang sama Darel menjemput di pagi hari." ucap Bu Tima.


"Loh Bapak mana buk?"


"Dia sedang mengunjungi teman nya yang sakit mungkin lama pulang." ucap Bu Tima.


"Oohh ya udah bu, nanti aku beritahu pada kak Darel." ucap Tasya. Telepon pun langsung mati tanpa berpamitan sama sekali.


"Mereka minta jemput besok pagi." ucap Tasya.


Darel menatap wajah Tasya.


"Kalau tau seperti ini sama saja semakin banyak waktu kak Darel dengan wanita itu!" batin Tasya.


"Kenapa bengong? Mandi sana!" ucap Darel.


Mereka pun mandi bergantian.


"Sini aku bantu keringin." ucap Tasya mengambil hair dryer dari tangan Darel dan membantu suami nya.


"Kamu cemburu yah sama Clara?" tanya Darel, seketika Tasya terdiam dengan pertanyaan Darel.


"Kenapa kamu diam? uap hair dryer nya sangat panas." ucap Darel memegang tangan nya.


"Maaf kak, aku tidak sengaja." ucap Tasya.


"Kamu kenapa bengong seperti itu? Dari tadi sangat sering tiba-tiba bengong." ucap Darel.


"Kakak bertanya pada ku kalau aku cemburu pada Clara kan?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Wajar lah aku cemburu kak, Tampa di tanya kakak pasti sudah paham sendiri." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2