
Mereka akhirnya berdamai malam itu. Keesokan harinya adalah hari libur.
"Tasya! Tasya bangun sayang." ucap Darel membangun kan Tasya. "Humm jangan ganggu aku kak, aku sangat ingin bermalas-malasan saja di kamar." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia mencium pipi Tasya.
"Mumpung ini adalah hari Minggu kita ke rumah sakit sama-sama untuk menjenguk ibu kamu, karena besok sudah operasi." ucap Darel.
Tasya Membuka mata nya. "Percuma saja kita ke sana kak kalau tidak bisa masuk." ucap Tasya.
"Bisa kok, tadi kakak sudah bicara dengan dokter." ucap Darel. Tasya akhirnya bangun dia siap-siap dulu.
baru mereka berangkat ke Rumah sakit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana.
"Apa kabar mbak Tasya, sudah beberapa hari ini tidak datang ke sini lagi." ucap dokter. "Alhamdulillah baik dok, hanya sangat sibuk sehingga saya percayakan ibu saya pada dokter." ucap Tasya.
"Saya boleh masuk kan Dok?" tanya Tasya.
"Boleh kok mbak, silahkan masuk. Karena hanya mbak sendiri yang bisa masuk." ucap dokter.
Tasya memakai pakaian yang khusus dari rumah sakit agar bakteri yang mungkin di bawa oleh nya dari luar tidak tertular pada Ibu nya nanti.
Tasya masuk ke dalam, dia melihat Ibu nya masih tidur. Tasya memerhatikan tubuh ibu nya semakin pucat dan sekarang sangat kurus sekali, dia Sama sekali tidak percaya kalau ibu nya Akan seperti ini.
"Buk, aku datang." ucap Tasya memegang tangan buk Adel. Buk Adel perlahan membuka mata nya dia melihat ke arah Tasya. Dia seperti ingin berbicara namun tidak berdaya, dia menggenggam tangan Tasya dengan sangat erat Air mata nya keluar.
"Aku juga merindukan ibu, ibu jangan khawatir, ibu pasti Akan sembuh." ucap Tasya. Buk Adel mau memeluk Tasya namun Tasya tidak mau. Buk Adel seketika merasa sangat sedih ketika Tasya langsung ijin keluar..
"Kenapa sangat cepat sayang?" tanya Darel melihat Tasya keluar. Tasya membuka masker nya dan berjalan meninggalkan ruangan itu.
Darel menitipkan anaknya pada suster dan dia mengejar istri nya.
Dia melihat Tasya duduk di taman sendirian sambil menangis. Darel datang dia memeluk Tasya, Tasya kembali memeluk nya dan menangis di pelukan suaminya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Apa ibu baik-baik saja?" tanya Darel. Tasya hanya menangis tidak menjawab pertanyaan Suami nya.
"Menangis lah kalau kamu mau menangis, ketika kamu sedih Jangan menahan nya, karena kakak akan selalu ada di sini untuk kamu." ucap Darel.
Tidak beberapa lama Tasya mulai tenang dia bersandar di pundak Darel Menatap kosong ke depan nya.
"Ya Allah kalau benar buk Adel bukan Ibu kandung ku, kuat kan aku, tolong kuat kan aku menerima kenyataan yang ada." batin Tasya.
"Kamu kalau mau cerita sesuatu cerita saja kalau kalau kamu sudah siap. sekarang kita lebih baik pulang ke rumah agar kamu bisa istirahat." ucap Darel.
Mereka akhirnya pulang. Sementara dokter masuk ke ruangan Buk Adel. Buk Adel Menatap dokter itu dengan tatapan seperti Bertanya sesuatu sambil tangannya bergerak.
"Mbak Tasya sudah pulang buk, mereka tidak bisa lama-lama di sini karena pekerjaan mereka yang banyak dan juga mereka tidak bisa menjenguk ibu lebih lama, tapi selama operasi mereka pasti ada di luar menunggu ibu." ucap dokter. Buk Adel mendengar mereka pulang membuat hati nya sangat sedih.
Dua hari kemudian. "Sayang hari ini adalah operasi Buk Adel, apa kamu tidak mau pergi untuk menemuinya?" tanya Darel yang baru saja selesai mandi.
Tasya yang sedang duduk di depan cermin menggeleng kan kepala nya. "Aku harus kerja." ucap Tasya dengan Singkat.
"Alangkah baik nya kita ke sana, Kakak juga sekarang mau ke sana." ucap Darel.
Tasya diam. "Tapi kalau kamu gak mau ya udah, kakak gak maksa kok." ucap Darel. Di rumah sakit Darel baru saja sampai.
"Ada apa dengan istri saya Dok?" tanya Darel.
"Buk Adel ingin melihat mbak Tasya sebelum dia operasi." ucap dokter.
"Istri saya sudah berangkat ke Universitas dok," ucap Darel. "Apa tidak bisa di hubungi pak?" tanya dokter.
Darel menelpon Tasya namun tak juga di jawab.
"Seperti nya dia tidak bisa datang, lebih baik lanjut kan saja operasi nya." ucap Darel. Dokter itu pun melaksanakan tugas nya.
Darel masuk ke dalam. "Di mana Ta-tasya?" tanya Buk Adel dengan sangat pelan. "Dia tidak bisa datang cepat buk, tapi dia akan segera datang. Ibu jangan khawatir dia pasti akan datang, sekarang ibu sudah siap kan?" tanya Darel.
Buk Adel menangis. Darel mengelus kepala mertua nya itu.
__ADS_1
"Ibu kuat, ibu pasti Bisa. Kamu akan menunggu di depan pintu Operasi." ucap Darel.
Buk Adel langsung di bawa keruangan operasi. Dia selalu berharap Tasya datang namun tidak ada. Darel yang sangat paham dengan ekspresi buk Adel membuat nya juga sangat sedih sehingga tidak terasa Air mata nya keluar.
Riski menelpon nya.
"Bagaimana dengan ibu kak? Apa sudah jadi di operasi?" tanya Riski. "Baru saja masuk ruangan operasi, kita hanya bisa banyak berdoa." ucap Darel.
Darel mengambil gambar buk Adel dan mengirim nya pada Riski dan juga Tasya.
Darel sendirian menunggu di depan ruangan operasi, dari tadi pesan nya tidak di baca oleh Tasya.
Operasi sangat lama membuat Darel sangat panik, tidak beberapa lama Keluarga buk Adel datang, mereka sangat khawatir. Dan tidak beberapa lama juga datang Pak Ahmad dengan buk Mita.
Darel seketika Ingat itu adalah wanita yang sering mengunjungi Tasya dan juga wanita yang di lihat nya satu hotel dengan pak Ahmad.
"Bagaimana Darel? Apa sudah selesai?" tanya pak Ahmad.
"Belum Pak, sudah sangat lama, ini membuat saya khawatir." ucap Darel.
"Tasya mana? Kenapa dia tidak datang?" tanya pak Ahmad.
"Dia tidak bisa datang karena kerjaan nya pak." ucap Darel.
"Loh kok dia tidak datang? Padahal dokter bilang kalau Ibu sangat ingin bertemu dengan nya, bahkan dia berpesan sebelum masuk ruangan operasi dia ingin memeluk Tasya." jelas pak Ahmad.
"Loh kok bapak tau?" tanya Darel.
"Pak dokter menceritakan nya. Mungkin ibu takut dia cukup lama di masa koma nya. Dia bahkan sudah berbicara dengan Riski melalui panggilan Video." ucap pak Ahmad.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***