Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 30


__ADS_3

Setelah itu Bu Adel masuk ke dalam.


"Raya! Kenapa gak main-main sama Nenek?" tanya Darel.


"Main kok Pah, cuman papah Sama Tante pergi gak bilang-bilang." ucap raya. Darel menatap Tasya.


"Loh bibir papah kok ada merah-merah nya sih, papah habis makan apa kok merah." ucap Raya. seketika Darel dan Tasya panik.


"Huummm Papah abis makan eskrim yang sangat enak sehingga berantakan." ucap Darel.


Darel melirik Tasya, Tasya langsung menutup mulutnya.


"Huff kenapa dari tadi aku gak teliti sih, ini karena grogi dan canggung." batin Tasya.


"Ya udah kita masuk yok." ajak Darel.


"Hapus dulu yang di bibir kakak." ucap Tasya.


"Kakak tidak bisa melihat nya." ucap Darel. Tasya mengambil tisu basah dari Tasnya dan menghapus Listip yang ada di bibir Darel.


Tasya baru saja selesai memandikan Raya dan Stevan setelah itu dia. sementara Darel di luar sedang berbincang-bincang dengan mertua laki-laki nya.


Karena Stevan dan Raya bermain Tasya keluar dari kamar.


Dia melihat Ibunya yang sibuk di dapur.


"Bu biar aku bantu." ucap Tasya.


"Amel!" ucap ibu nya kaget. Tasya juga ikut kaget.


"Tasya kamu ngagetin ibu saja. Pergi sana!" ucap Ibu Adel.


"Aku bantuin yah Bu." ucap Tasya.


"Tidak perlu! Ibu bisa sendiri, kamu tidak akan pandai awasi saja Stevan sama Raya." ucap Bu Adel.


"Humm aku bantuin bersih-bersih saja ya Bu." ucap Tasya.


Bu Adel menatap Tasya.


"Kamu dengar gak sih, pergi awasi saja anak-anak, mengurus mereka saja kamu belum bisa, apa lagi mau ke dapur seperti ini." ucap Ibu nya.


Tasya terdiam.


"Anak-anak sudah mandi dan mereka sedang bermain, aku bebas kok Bu, piring kotor banyak aku Akan mencuci nya." ucap Tasya langsung mencuci piring.


"Tidak perlu! Kamu membuat mood ibu untuk memasak hilang saja, keluar sana jangan mencoba mengambilnya perhatian ibu seperti ini " ucap Bu Adel menarik lengan Tasya dan mangkuk yang di tangan Tasya terjatuh.


"Aaaaa!" pekik Tasya kaget.


"Tasya! Kan apa yang sudah ibu bilang, kamu hanya pembawa musibah saja, pergi sana." ucap Bu Adel mendorong Tasya sehingga kaki Tasya menginjak pecahan kaca.


"Maaf Bu aku tidak sengaja, aku akan membersihkan nya." ucap Tasya, namun tangan nya terkena beling berdarah karena sangat takut.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Ayah nya. dia datang bersama Darel.

__ADS_1


"Lihat dia Ayah, karena keras kepala dia memecahkan mangkuk Ibu." ucap Bu Adel.


"Darel bawa istri kamu ke kamar." ucap Ayah nya.


Darel melihat tangan Darel luka Membuat nya khawatir.


"Biar kakak saja!" ucap Darel membersihkan semua nya.


"Anak yang selalu pembawa sial. Lebih baik kamu gak usah ikut ke sini." ucap Ibu nya.


Suami nya langsung menarik keluar.


"Ibu! Ibu apa-apaan sih, jangan memarahi Tasya seperti itu, dia sudah menikah. tidak sama seperti dulu lagi." ucap suami nya.


"Kita harus lebih menghargai nya." ucap suami nya.


"Ayah sudah mulai membela nya? Ayah membela setelah apa yang dia lakukan pada Amel." ucap Bu Adel.


Suami nya akhirnya memilih diam.


"Ah sudahlah percuma saja aku Ribut sama Ayah. Sekarang aku sangat emosi." ucap Bu Adel.


"Maafin aku kak, aku tidak sengaja." ucap Tasya pada Darel yang membersihkan pecahan mangkuk sampai bersih agar ibu mertua nya tidak berlanjut marah nya.


Darel melihat jari telunjuk Tasya sudah bercucuran darah dia membersihkan nya.


"Lain kali hati-hati." ucap Darel. dia membawa Tasya ke kamar dan mencari obat.


"Ssstt! sakit kak." ucap Tasya.


"Tante kenapa?" tanya Raya.


"Tante terkena pecahan mangkuk." ucap Darel.


Raya ikut meniup luka Tasya.


Darel melihat lantai ada bekas darah.


"Sini lihat kaki kamu." ucap Darel memeriksa kaki kiri Tasya ternyata ada beling yang masuk.


Darel mencoba mengeluarkan nya sampai Tasya menangis.


"Hiks... hiks... sakit banget kak." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya beling nya keluar.


Darel mengobati nya.


"Sudah selesai." ucap Darel.


Tasya langsung membaringkan tubuhnya ke kasur menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia menyembunyikan tangisan nya dari Raya.


Darel hanya diam, dia membiarkan Tasya sendiri dia membawa anak-anak nya keluar untuk makan malam.


"Nenek sudah selesai makan, ayo ikut gabung Makan yok." ucap Bu Adel melihat Cucu nya keluar.

__ADS_1


"Bagaimana luka Tasya sudah di obati?" Tanya Mertua laki-laki nya.


"Sudah kok Pak." ucap Darel. Bu Adel kembali ke dapur mengambil piring.


"Apa dia tidak Makan?" Tanya ayah lagi.


Darel diam.


"Ya sudah bawa makanan nya ke kamu, dia pasti takut." ucap ayah mertuanya. Darel mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan, Stevan Dan Raya ikut ke kamar Mertua nya.


Darel memanfaatkan ibu mertua nya sedang di kamar membawa makanan pada Tasya.


Karena kalau dia tau dia pasti akan menyalah kan Tasya lagi.


Sampai di kamar, Darel mengunci pintu. Dia melihat Tasya Masih tidur.


"Tasya! Tasya." panggil Darel dengan lembut sambil membangun kan nya.


"Kenapa kak? Apa anak-anak belum tidur?" tanya Tasya.


Dengan suara serak.


"Ini sudah malam, kamu Makan dulu kalau tidak kamu Akan sakit." ucap Darel.


Tasya berusaha untuk bangun.


"Kenapa Kakak membawa nya ke kamar? Bagaimana kalau ibu tau dia pasti Akan marah." ucap Tasya.


"Ibu kamu sudah di kamar nya tidak ada yang tau, kamu Makan yah." ucap Darel.


Tasya sebenarnya tidak enak hati namun dia tidak mungkin menolaknya perut nya juga sudah lapar akhirnya dia memakan sampai Habis.


"Di Mana Stevan sama Raya kak?" Tanya Tasya.


"Mereka sama Nenek nya, kamu jangan khawatir." ucap Darel. Tasya mengangguk.


Setelah selesai makan Darel menyimpan piring kotor dan langsung mencucinya.


Darel kembali ke kamar.


"kakak mandi dulu." ucap Darel masuk ke kamar mandi. Tasya melihat ke sekeliling kamar itu yang penuh dengan foto almarhum kakak nya.


"Ini adalah kamar nya Dulu, namun sudah di tempati oleh kakak nya karena lebih besar. Sementara kamar kakak nya ada di lantai atas. Karena Semenjak SMA Tasya di Bogor dia tidak memiliki kamar pribadi lagi di Pekanbaru.


"Aku salah apa pada ibu? Kenapa dia terlihat sangat tidak menyukai ku dari dulu." batin Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2