Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 132


__ADS_3

Di shubuh hari mereka baru saja sampai di Pekanbaru mereka menginap di penginapan dan karena sudah terang mereka ke rumah Darel.


Setelah sampai di sana.


"Ngapain kamu pulang lagi?" tanya ibu Adel karena dia yang duduk di depan.


"Mamah!" raya dan Stevan langsung berlari memeluk Tasya.


Darel dan juga orang tua nya mendengar panggilan anak nya mereka langsung keluar.


Melihat Tasya pulang seperti sebuah keajaiban buat mereka.


"Tasya! Kamu dari mana saja nak?" tanya Bu Tima.


Tasya tidak mengatakan apapun dia langsung di peluk oleh mertuanya itu.


Darel melihat Tasya air mata nya langsung keluar tanpa mengatakan apapun dia menatap Tasya. Begitu juga dengan Tasya yang menatap Darel.


Namun dia langsung mengalihkan pandangannya ketika tau Darel juga menatap nya.


"Kamu dari mana saja nak? Semua orang khawatir." ucap Bu Tima sambil memegang wajah Tasya.


"Aku hanya menenangkan Fikiran saja Buk, maafkan aku sudah membuat semua nya khawatir." ucap Tasya sambil tersenyum.


Tasya memeluk Raya dan Stevan.


"Mamah dari mana saja?" tanya Raya sementara Stevan tidak lagi melepaskan pelukannya.


"Mamah ada kerjaan. Sekarang Mamah sudah pulang kok. Mamah rindu kalian."


"Lain kali kalau kamu seperti ini lagi kamu lebih baik tidak perlu pulang ke rumah ini!" ucap Bu Adel.


Tasya menoleh ke arah Ibu nya.


"Maafkan aku buk."


"Kamu membuat ibu malu saja kalau seperti ini, sifat ku sama Amel beda jauh, kenapa tidak kamu saja yang mati!" ucap Bu Adel.


"Ibu!" ucap Darel. Sementara Tasya langsung terdiam.


"Sudah! Sudah jangan ribut lagi, Darel bawa istri kamu istirahat." ucap Bu Tima.


Darel membantu Tasya berjalan namun Tasya mengabaikan Darel.


Darel menemani Tasya berjalan ke kamar.


"Ya udah kamu istirahat dulu, kakak akan keluar."


"Aku mau bicara sama kakak!" ucap Tasya menahan Darel yang mau keluar.


Darel membalikkan badannya menatap ke arah Tasya yang sudah memasang wajah serius.


"Lebih baik kamu istirahat saja dulu." ucap Darel.


"Ini penting!" ucap Tasya.

__ADS_1


Darel duduk di samping Tasya.


"Aku mau kita pisah!"


Darel terdiam dia sudah menduga nya Tasya akan meminta berpisah.


"Kakak sudah minta maaf, ini hanya salah paham kenapa kamu harus meminta pisah?"


"Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan yang tidak di inginkan ini, aku capek seperti ini terus kak."


Darel menghela nafas panjang.


"kakak tidak akan pernah pisah sama kamu, dan tidak akan pernah." ucap Darel.


"Kakak jangan memikirkan diri kakak sendiri! Aku selalu salah di mata Keluarga ku dan juga di mata Keluarga Kakak." ucap Tasya.


"Mamah kakak tidak pernah marah sama kamu," ucap Darel.


Tasya menatap Darel.


"Asal kakak tau mereka tidak pernah setuju dengan pernikahan kita ini, jadi tidak mungkin kalau kita akan selamanya bersama."


"Tidak ada yang tidak mungkin Tasya, kakak mencintai kamu, Maaf kan kakak yang sudah salah paham, kakak benar-benar minta maaf kakak menyesal." ucap Darel.


"Aku capek dengan sifat kakak, aku capek dengan kekurangan ku aku tidak bisa seperti apa yang kalian inginkan?"


"Aku sudah memikirkan semua nya lebih baik kita berpisah biar pihak kakak dan pihak aku bahagia tidak ada masalah lagi." ucap Tasya.


"Jangan mempersulit semua nya Tasya, kamu jangan memikirkan ego kamu!" ucap Darel.


"Kamu tau sendiri aku tidak bisa melihat kamu dengan pria lain, kakak cemburu."


"Kalau tidak bisa melihat ku dengan pria lain kenapa kita tidak berpisah saja?"


"Tasya aku mohon jangan berbicara itu lagi, kakak tidak akan mengabulkan permintaan kamu," ucap Darel.


"Aku memang istri yang tidak baik untuk Kakak, mbak Amel adalah yang terbaik untuk kakak. Aku minta maaf aku tidak bisa seperti dia."


Darel memeluk Tasya.


"Jangan berbicara seperti itu Tasya,"


Tasya tidak mau di peluk.


"Kakak tidak pernah di posisi aku. Aku tidak bisa tenang semakin aku mencintai kakak semakin aku takut karena keluarga kita tidak setuju." ucap Tasya.


Darel memeluk kaki Tasya.


"Kakak akan memperjuangkan pernikahan ini, ayo kita berjuang sama-sama. Kakak janji tidak akan terjadi lagi masalah seperti sebelumnya."


Tasya membuang pandangan nya.


"Aku tetap mau pisah. Dan kembali ke Bandung."


"Tidak bisa! Kamu akan tetap di sini tidak bisa kemana-mana!" ucap Darel langsung menutup pintu.

__ADS_1


"Jangan seperti anak kecil kak." ucap Tasya.


"Kakak tidak yakin hanya karena itu kamu mau pisah, apa ada sesuatu yang lain? Apa yang kamu sembunyikan dari kakak?"


Karena melihat Tasya berbeda dari biasanya.


"Apa yang kakak bicarakan? Aku tidak menyembunyikan apapun." ucap Tasya.


"Kamu harus dengerin kata-kata kakak, tidak ada kata pisah tidak ada kata pulang ke Bandung, kamu harus di sini sama kakak." ucap Darel.


Tasya memukul tangan Darel, namun Darel langsung menahan nya.


"Dengerin kata-kata kakak Tasya! Jangan memikirkan apa kata orang lain, kita yang menjalani nya, percaya sama kakak kita akan bisa mempertahankan hubungan ini." Darel menatap mata Tasya sambil memegang tangan nya.


"Percaya sama kakak!"


Tasya tiba-tiba menangis.


"Aku tidak tau kenapa Ibu membenci ku. Bahkan dia tega menjelekkan aku sama Kakak." ucap Tasya.


"Aku minta maaf sudah percaya sama kata-kata Ibu, kakak juga minta maaf kejadian malam itu karena kakak sudah tidak sadar lagi kakak pusing."


Tasya terdiam dia langsung memegang perut nya.


"Apa yang harus aku lakukan?" batin Tasya.


"Kalau kamu ragu dengan kakak, kakak tidak ada pilihan lain selain menikahi kamu dengan resmi secara Negara." ucap Darel.


"Aku tidak ingin, aku tetap mau pulang ke Bandung."


"Jangan berfikir seperti itu Tasya, tidak hanya kakak yang keberatan, bagaimana dengan Raya dan Stevan?" ucap Darel.


Tasya terdiam.


Darel mendekati Tasya dan memeluk nya namun tiba-tiba Tasya mual dan berlari ke kamar mandi, Darel bingung dia langsung mengejar ke kamar mandi.


Dia melihat Tasya yang muntah-muntah.


"Ada apa Tasya? Kenapa?" tanya Darel panik sambil menggosok punggung Tasya.


Sudah lebih baik Tasya menatap Darel.


"Kakak bau keringat, itu membuat ku mual."


Darel memegang baju nya dan mencium nya.


"Kakak tidak bisa mandi dan tidak bisa tenang sama sekali, selalu memikirkan kamu." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2