
Karena sudah sore Tiwi pergi pulang ke rumah nya. Tinggal lah hanya Tasya sendirian di kamar. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering dia melihat dari suaminya.
"Kenapa kak Darel menelpon ku?" tanya Tasya langsung menjawab nya. "Bagaimana kalau nanti mamah atau papah melihat nya?" tanya Tasya.
"Kamu jangan khawatir kakak lagi ada di luar. Bagaimana keadaan kamu? kakak baru bisa menghubungi kamu sekarang karena baru keluar. kakak kefikiran kamu, apa yang terjadi?" tanya Darel.
"Tidak ada apa-apa kak, hanya saja Tadi malam Radit sangat rewel." ucap Tasya.
"Kamu bisa menelpon kakak ketika dia menangis." ucap Darel.
"Darel!!" tiba-tiba papah nya datang.
Namun tiba-tiba Darel sangat terkejut.
"Nanti kakak kabarin lagi yah. Assalamualaikum." ucap Darel langsing mematikan ponsel nya.
"Kamu berbicara dengan siapa? Kenapa kamu meninggalkan klien begitu saja?" tanya Pak Yuda marah.
Karena Darel dan papah nya bertemu dengan beberapa Klien di sana.
"Maaf Pah, tadi aku berbicara dengan pengacara untuk mengurus surat cerai ke pengadilan" ucap Darel.
"Papah tau kamu belum mengurus nya. Kamu tidak perlu berbohong pada papah." ucap pak Yuda.
Darel diam.
"Aku tidak mau menceraikan istri ku Pah, aku mencintai nya." ucap Darel. "Jaga mulut kamu! jangan sampai Membuat Papah emosi di sini." ucap pak Yuda kesal.
"Maafin aku Pah." ucap Darel langsung pergi begitu saja meninggalkan papah nya.
"Arghhhh!!" Darel terlihat sangat Putus asa sekali. Dia sangat lelah dengan orang tua nya.
Tiba-tiba ponsel nya berdering dia melihat panggilan dari Tania. "Halo ada apa?" tanya Darel. "Kok kamu bicara kaya marah gitu sih? Aku gangguin kamu yah?" tanya Tania.
"Sudah jelas kamu tau, kenapa kamu bertanya lagi? Saya sedang bekerja ada apa kamu menelpon ku?" tanya Darel.
"Sebenarnya aku tidak enak mau ngomong. Karena kemarin kamu baru memberikan uang kepada ku." ucap Tania.
"Langsung saja Tania, ada Apa?" tanya Darel.
"Mobil aku tiba-tiba mogok dan sekarang di bengkel, rusak nya parah sekali. Kamu tau sendiri aku tidak mempunyai uang semenjak di suruh Tante Tima untuk berhenti bekerja dan fokus sama hubungan kita." ucap Tania.
__ADS_1
"Saya akan mengirimkan uang nya." ucap Darel langsung mematikan sambungan telepon.
"Dia sudah tau tujuan Tania sebelum nya, dia pun mengirim uang untuk Tania.
Darel memegang Kepala nya yang terasa sangat pusing sekali. Dia membuka galeri handphone nya. Dia senyum-senyum sendiri melihat foto-foto istri dan anaknya.
Dua hari kemudian...
"Selamat yah Tasya. Semoga Radit jadi anak yang berbakti kepada orang tua."Teman-teman nya sudah banyak yang datang.
"Dari tadi sudah lama duduk di sini, suami kamu mana? apa dia bekerja?" tanya teman Tasya lagi.
Tasya menoleh ke arah Tiwi.
"Suami Tasya pengusaha. Dia adalah pemimpin walaupun istri nya baru melahirkan dia harus tetap bekerja." ucap Tiwi.
"Oohh Gitu. Aku pikir kalau pak Darel tidak suka kalau kami datang."
"Jangan berbicara seperti itu lah, justru pak Darel senang teman-teman istri nya datang untuk menjenguk." ucap Tiwi.
Merekapun berbincang-bincang bersama di sana.. Sambil mengasuh Radit juga.
Tasya melihat ponsel nya.
"Assalamualaikum Mamah, aku pulang." ucap Raya menyalim tangan mamah nya.
"Akhirnya anak gadis mamah pulang Juga,. bagaimana di sekolah seru?" tanya Tasya.
"Seru banget mah." ucap Raya.
"Ya udah kamu Tukar baju, cuci tangan, kaki, setelah itu baru boleh pegang adik.' ucap Tasya.
"Oke Mamah. Stevan mana?" tanya Raya.
"Oohh dia lagi ikut sama Omah dan Opah jalan-jalan ke kantor nya kakek." ucap Tasya.
"Yahh aku di tinggal lagi." ucap raya sedih.
"Kan Raya sudah sekolah gak boleh ikut-ikutan lagi. Sekarang Stevan gak ada teman jadi sering keluar deh." ucap Tasya.
"Tapi aku juga ingin di ajak jalan-jalan Mah." ucap Raya.
__ADS_1
"Nanti kalau Mamah nya sudah sembuh total, Tante Tiwi akan membawa Raya jalan-jalan kemana pun Tiwi mau." ucap Tiwi.
"Tante janji?" ucap Raya. Tiwi mengangguk.
Setelah itu Raya pun pergi meninggalkan kamar itu.
"Anak dari suami kamu pintar banget yah." ucap teman Tasya. Tasya tersenyum. Sudah sore temen-temen Tasya dan Tiwi sudah pulang. Tinggal hanya Tasya, Radit di sana sementara Raya mungkin Masih tidur karena dari tadi tidak ada ke kamar.
Tasya merasa bosan hanya di kamar saja, dia belum ada menghirup udara Segar di luar. Ibu dan ayah nya terlalu takut kalau Tasya belum sembuh, padahal dia sudah sembuh.
Tasya berjalan ke arah balkon yang ada di kamar nya.
Dari sana dia bisa melihat anak-anak tetangga sebelah yang sedang bermain di lapangan depan rumah nya.
"Humm itu pasti sangat seru." ucap Tasya. Namun tiba-tiba dia keingat Almarhum Mbak nya.
"Mbak aku ingin sekali mengunjungi mbak, namun sekarang tidak bisa, aku sangat merindukan mbak." ucap Tasya.
"Mbak aku ingin saran dari mbak, aku sekarang sangat bingung." ucap Tasya. Dia duduk di kursi.
"Aku bingung antara mempertahankan rumah tangga ku atau tidak." ucap Tasya.
"Aku sangat mencintai kak Darel, aku juga tidak ingin anak-anak menderita tidak mempunyai papah dan di Ejek oleh teman-temannya. Namun di sisi lain ada orang tua yang tidak suka dengan hubungan kami. kejadian yang kemarin terulang lagi mbak." ucap Tasya.
"Apa aku harus menyerah? Mungkin itu juga lebih baik dengan kedua keluarga ini." ucap Tasya.
"Astagfirullah Tasya. Kenapa anak Nangis di biarin aja?' tanya Bu Mita yang baru saja masuk ke dalam karena mendengar suara tangisan Radit.
"Tasya! Tasya!" panggil Ibu nya.
"Iyah Bu ada apa?" tanya Tasya langsung masuk sambil menghapus air mata nya.
"Kamu kenapa di sana? ni anak kamu Nangis gak si liatin." ucap Bu Mita. "Maaf Bu, aku tadi tidak dengar." ucap Tasya.
"Ini nih yang bikin ibu gak bisa ninggalin kamu sendiri. Kalau pikiran kamu kacau bisa jadi saja kamu kabur. Ibu jadi khawatir kalau seperti ini." ucap Bu Tima. Tasya merasa bersalah sehingga dia diam saja.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi..
Terimakasih 🙏***