Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 159


__ADS_3

"Kasihan suami kamu, jangan abaikan dia seperti ini, Ayah tau sekarang dia pasti sangat pusing. Cukup Omah saja yang marah pada nya jangan kamu istri nya tempat untuk bersandar dan tempat untuk berkeluh-kesah."


"Aku sangat merasa kecewa Ayah, aku harus menghadapi situasi ini seperti apa." ucap Tasya.


"Ayah paham kok, ayah akan selalu ada di sini untuk kamu." ucap pak Ahmad.


"Ya udah kamu istirahat yah. Ayah mau ngomong sama Omah dulu, dia sudah sangat emosi." ucap pak Ahmad.


Di malam hari Tasya membaringkan tubuhnya ke kasur baru selesai makan malam.


Tidak beberapa lama Darel datang. Namun Darel hanya diam dan naik ke kasur. Dia menoleh ke arah Tasya namun Tasya langsung membuang pandangan nya membelakangi Darel.


Darel tau istri nya yang masih marah dia tidak berani untuk mengganggu nya, dia pun memilih untuk ikut tidur karena besok dia harus ke luar kota.


Darel awal nya menyamping ke arah Tasya. Namun Tasya terus membelakangi nya, dia pun tidak tahan akhirnya dia juga membelakangi Tasya.


Tasya menoleh sedikit.


"Kak!" panggil Tasya namun Darel tidak menjawab nya.


"Apa dia sudah tidur? Kenapa begitu cepat."


Tasya mengoyang kan badan Darel dan ternyata Darel benar-benar tidur.


"Kakak sama sekali tidak khawatir aku diam seperti ini, Kakak malah memilih untuk tidur." ucap Tasya kesal.


Di ruang tamu Pak Ahmad sedang berbicara dengan ibu nya.


"Buk kita tidak perlu ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka." ucap pak Ahmad.


"Kalau ibu tidak ikut campur, Tasya akan selalu di tindas." ucap Omah, pak Ahmad terdiam.


"Justru kamu sebagai ayah sangat bodoh! Ini semua karena kamu." ucap Omah menyalah kan anak laki-laki nya itu.


Pak Ahmad hanya diam sambil menunduk kan kepala nya.


"Aku minta maaf Buk."


"Bukan sama ibu kamu minta maaf tapi sama Tasya. Karena perbuatan kamu di masa lalu Cucu ibu yang menanggung semua nya." ucap Omah.


Di London Orang tua Darel baru sampai di sana.


"Mamah, papah!" sapa anak perempuan nya yang sudah lama menunggu mereka.


"Humm putri mamah, Mamah sangat merindukan kamu." ucap buk Tima.


Darel mempunyai Adik perempuan yang lahir di London dia sangat jarang pulang ke Indonesia karena kuliah S2 nya yang sangat padat belum lagi kegiatan nya yang tidak bisa di tinggal kan.


"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya pak Yuda..

__ADS_1


"Baik Pah, Di Indonesia bagaimana dengan kak Darel?" tanya Vivi.


"Semua nya berjalan lancar kok, kamu jangan khawatir, sekarang Adik almarhum kak Amel sudah menjadi istri kakak kamu Darel." ucap Pak Yuda.


"Bagus deh kalau begitu, mamah sama papah Makan dulu yok aku sama Bibi tadi masak ala-ala Indonesia." ucap Vivi.


"Terimakasih yah. Kami pasti makan." ucap pak Yuda.


Mereka pun makan bersama-sama.


"Pah bagaimana ini, Clara sudah di usir oleh Omah dari rumah Darel." ucap buk Tima pada suami nya saat mau tidur.


"Papah juga bingung, papah tidak bisa memberikan tanggapan apapun."


"Loh kok papah Ngomong gitu sih? Mamah gak mau tau kalau Clara harus jadi menantu kita, aku tidak mau menanggung malu karena Darel menikah dengan Adik ipar nya sendiri." ucap Bu Tima.


"Papah mau istirahat dulu, Besok saja bicarakan itu." ucap Pak Yuda.


Keesokan harinya.


"Omah, Opah hari ini aku berangkat ke luar kota, mungkin sekitar empat hari kalau tidak lima hari paling cepat, aku titip Tasya yah." ucap Darel.


."Tidak bisa di undur dulu yah? Dalam masalah seperti ini mana mungkin kamu meninggalkan istri kamu."


"Aku minta maaf Omah, namun aku sudah mengundur proyek ini dari sebelum menikah karena sangat sibuk mengurus untuk pernikahan. sebagian tim kerja sama sudah marah-marah." ucap Darel.


Kebetulan Tasya baru turun, dia mendengar percakapan itu.


"Kakak akan ke luar kota selama lima hari?" ucap Tasya.


Darel mengangguk.


Tasya langsung terdiam.


"Kamu mau kemana sudah rapi pagi-pagi sekali?" tanya Omah.


"Aku harus ke kampus Omah." ucap Tasya.


"Kakak anterin yah." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


"Nih bekal kamu." ucap Omah langsung buru-buru membuat kan nya.


Di dalam mobil Tasya menoleh ke arah Darel.


"Kak aku minta maaf sudah mengabaikan kakak tadi malam, aku masih belum bisa menenangkan diri ku, seharusnya aku tidak egois, aku tau ini bukan keinginan kakak, mungkin kalau aku di posisi kakak aku akan melakukan hal yang sama demi orang yang kita sayangi." ucap Tasya panjang lebar.


Darel tersenyum.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa! Kakak akan memperbaiki semua nya," ucap Darel.


"Kakak marah pada ku sampai-sampai kakak mau keluar kota tidak ijin pada ku?"


Darel dengan cepat menggeleng kan kepala nya.


"bukan seperti itu, kakak tidak marah sama sekali sama kamu, kakak hanya takut Kakak akan mengganggu kamu."


"Aku istri kakak, kakak harus ijin mau melakukan apapun dan mau kemana, begitu juga dengan aku harus ijin pada Kakak." ucap Tasya.


"Kakak salah, kakak minta maaf."


Tasya menghela nafas panjang.


"Anak-anak dan aku pasti akan merindukan kakak, kalau pekerjaan kakak sudah selesai di sana segera lah pulang." ucap Tasya.


Darel tersenyum sambil mengangguk.


"Kamu tidak ikhlas kakak pergi?"


"Bukan seperti itu, hanya saja aku sekarang sangat butuh sosok seorang suami yang selalu tempat ku istirahat." ucap Tasya.


"Kakak janji Akan segera pulang demi kamu, anak-anak dan juga calon anak kita, kamu do'akan pekerjaan kakak di sana lancar, uang jajan anak-anak sama Mamah nya biar lancar terus." ucap Darel bercanda.


Tasya tersenyum. Dia bersandar ke pundak Darel yang masih menyetir.


"Aku tidak tau kalau kakak akan berangkat hari ini, aku sama sekali tidak menyiapkan barang-barang kakak."


"Tidak apa-apa." ucap Darel sambil mengelus pipi Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan kampus.


"Jangan berkendara sendiri, supir Akan menjemput dan mengantar kamu." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Terimakasih sudah mengantarkan aku ke sini kak. Kakak hati-hati di jalan dan kabari aku kalau sudah sampai di sana." ucap Tasya


Darel memeluk Tasya yang menangis.


"Kakak pasti sangat merindukan kalian." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2