Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 242


__ADS_3

Tasya terisak-isak. Aku ingin mendengar suara Stevan dan Raya agar aku tenang Kak." ucap Tasya.


Panggilan langsung di alih kan ke panggilan Video.


Tasya melihat Raya dan Stevan sedang bermain-main dengan suster. "Mereka tidak mau dengan Siapa pun kecuali kakak dengan Suster, sementara dengan Nenek Kakek nya mereka kurang akrab." ucap Darel.


Tasya tersenyum melihat mereka sangat senang. Dia menjadi merasa tenang.


"Kamu sudah tenang kan?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Hapus air mata kamu. Jangan sedih lagi yah." ucap Darel. Tasya langsung menghapus nya.


Setelah itu mereka pun mematikan sambungan telepon nya. Tasya Menghela nafas panjang beberapa kali agar dia bisa lebih tenang.


"Hay." sapa Candra yang berdiri di samping Tasya. Tasya langsung menghapus air mata nya dia menoleh ke arah Candra.


"Eh bapak kok bisa di sini?" tanya Tasya. "Kebetulan saya lewat, saya melihat kamu sendirian di sini." ucap Candra.


"Saya boleh ikut duduk?" tanya Candra. Tasya mengangguk. Candra memberikan Paper bag kecil pada Tasya.


"Saya baru saja pulang dari Bali. Saya membawa oleh-oleh untuk kamu." ucap Candra.


Tasya mengambil nya dan mengucap terima kasih.


"Sebenernya tujuan saya bukan hanya itu saja, saya mau mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Ibu kamu. Saya tidak bisa datang karena ada kerjaan di Bali.'" ucap Candra.


Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu harus semangat, kamu tidak boleh sedih-sedih. Kamu adalah wanita yang kuat semua yang ada pada kita ada waktu nya mereka pergi, tidak ada yang abadi di Dunia ini, jangan pernah menyesali semua nya karena percuma saja y


intinya kita harus memperbaiki hidup ke depan nya, memikirkan masa depan." ucap Candra.


Tasya merasa Tenang dengan nasehat Candra.


"Boleh bersedih tapi jangan berlarut-larut karena pasti nya itu akan merugikan diri sendiri. Masih banyak orang yang di sekitar kita harus kita bahagia kan." ucap Candra.


Tasya mengeluarkan air mata.


"Tidak ada yang harus saya bahagiakan Pak, sumber kebahagiaan saya adalah Stevan dan Raya namun mereka sudah pergi meninggalkan saya." ucap Tasya menangis.


Candra sudah tau dari Tiwi masalah itu. Dia tidak terkejut lagi dia membawa Tasya ke dalam pelukannya. Tiwi yang melihat itu dia juga ikut menangis, dia takut sangat sulit untuk teman nya itu.


"Ada Ibu kamu, ayah kamu yang harus di bahagikan oleh kamu. Kamu tidak sendirian." ucap Candra.

__ADS_1


Tasya tidak berhenti menangis.


"Jangan nangis lagi malu di lihatin banyak orang." ucap Candra. Tasya langsung diam dia menghapus air mata nya ketika mendengar suara ribut anak-anak yang baru saja keluar dari kelas dekat taman.


Candra menatap wajah Tasya.


"Kamu tidak sendirian. Kalau kamu butuh apa-apa saya akan selalu ada untuk kamu." ucap Candra.


"Terimakasih Pak." ucap Tasya.


"Aku jadi cengeng banget." ucap Tasya.


"Buka dulu kado nya kamu pasti suka." ucap Candra. Tasya Membuka nya. Dan ternyata isi nya adalah gelang yang berinisial nama Depan nya.


Tasya tersenyum. "Kamu suka?" tanya Candra, Tasya mengangguk. Setelah dia merasa tenang dia pamit untuk kembali kerja lagi.


"Terimakasih sudah mau mendengar kan saya menangis, memberikan saya nasehat dan juga membiar baju bapak basah karena saya. Saya mau pamit kembali ke kelas." ucap Tasya.


Candra tersenyum dia memberikan sapu tangan pada Tasya.


"Ambillah ini. Kalau kamu menetes air mata lagi kamu bisa menghapus nya dengan ini karena saya tidak bisa mengikuti kemana pun kamu pergi." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


Tepat jam tiga sore Tiwi sedang menunggu Tasya di parkiran.


"Kamu nunggu in Siapa wi?" tanya Candra berdiri di depan Tiwi. "Nungguin Tasya pak." ucap Tiwi sambil tersenyum.


Dari jauh Tasya melihat Tiwi dan Candra. "Wahh semakin hari mereka semakin dekat aja. Aku gak mau gangguin ah, aku mau pulang diam-diam Agar mereka bisa bersama lebih lama." ucap Tasya dia pun meninggalkan Tiwi.


Cukup lama Tiwi dan Candra di parkiran.


"Loh kok Tasya belum keluar yah pak." ucap Tiwi. Tiba-tiba pesan masuk ke ponsel Tiwi.


"Wi aku sudah sampai di rumah, aku pulang duluan karena tidak ingin menganggu kamu sama pak Candra." ucap Tasya.


Tiwi menunjuk kan chat nya pada Candra. Candra menghela nafas panjang. "Seperti nya dia salah paham Pak. Saya minta maaf." ucap Tiwi.


"Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak salah." ucap Candra.


"Tasya jadi salah paham pada kita berdua. Apa bapak tidak risih?" tanya Tiwi.


"Ya ampun Tiwi, saya tidak manusia seperti itu, kalau begitu saya ikut ke rumah nya Tasya." ucap Candra. Mereka pun segera pergi ke rumah Tasya.

__ADS_1


Sampai di sana.


"Assalamualaikum Tasya." sapa Tiwi.


"Walaikumsalam! ada Tiwi ternyata." ucap buk Mita. Ternyata ada pak Ahmad dan buk Mita di sana.


Mereka melihat Candra.


"Humm kenalin Buk ini namanya Pak Candra, dia adalah donatur paling besar di kampus kami, mereka berdua lagi dekat jadi datang nya bersama an." ucap Tasya langsung.


Candra hanya bisa tersenyum yang penting Tasya juga tersenyum. Tiwi sudah sangat tidak nyaman teman nya salah paham terus.


"Ayo masuk-masuk." ajak Buk Mita.


"Kebetulan Ibu lagi masak bubur kacang ijo. Biasa lah Tasya ngidam. Kalian Makan juga yah." ucap buk Mita.


Tiwi dan Tasya langsung ke dapur membawa ke meja agar bisa di makan.


Tasya membuat ke piring Candra.


"Wi kamu harus bisa masak yang enak, agar nanti suami kamu suka." ucap Tasya.


"Emang kamu bisa masak?" tanya Tiwi.


"Bisa kok," ucap Tasya.


"Kamu serius bisa masak?" tanya Candra, Tasya menatap wajah Candra dan mengangguk.


"Paling bisa nya Masak Mie goreng, mie rebus, masak Air untuk teh dan kopi." ucap pak Ahmad.


"Yah ayah bongkar aib putri nya saja." ucap Tasya. Candra menahan ketawa nya.


"Tuh kan Tiwi sama pak Candra ngetawain aku." ucap Tasya.


"Kita sama kok Tasya." ucap Tiwi. "Sebenarnya aku ingin belajar, namun aku sudah keburu hamil mencium Aroma dapur saja membuat ku mabuk." ucap Tasya.


"Tapi kamu sangat beruntung mempunyai suami seperti suami kamu. Dia menerima apa adanya, dia tidak banyak protes." ucap buk Mita.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen, dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


Agar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏☺️


__ADS_2