
"Baiklah kita Akan memulai mata kuliah yang saya bawakan yah, sebelum di mulai alangkah baiknya masing-masing berdoa dulu sesuai kepercayaan masing-masing." ucap Tasya.
Sementara di perjalanan ke kantor Darel senyum-senyum sendiri karena hari ini hari nya begitu baik menurut nya dari sebelumnya.
Dia merasa senang bisa ikhlas dan mendukung Tasya bekerja di sana dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha menahan rasa cemburu dan curiga nya pada istri nya karena itu kedua nya tidak pernah bersatu dan selalu saja salah paham.
Di waktu makan siang Darel mau keluar dari ruangan nya namun tiba-tiba Sinta datang.
"Sinta! Kamu kenapa ada di sini?" tanya Darel.
"Tara... Aku yakin kamu pasti belum makan siang, aku sengaja bawain ini." ucap Sinta.
Darel tersenyum.
"Tapi kamu tidak perlu jauh-jauh datang ke sini." ucap Darel.
"Aku senang kok, aku juga ingin ketemu sama kamu." ucap Sinta sambil masuk ke ruangan Darel tampa di persilahkan.
"Ayo duduk di sini!" suruh Sinta. Darel duduk di sofa.
Melihat makanan yang di bawa Sinta Membuat nya semakin lapar, Sinta tau sekali di saat makan siang dia suka makan lauk yang sedikit Basah.
"Bagaimana kamu suka?" tanya Sinta. Darel mengangguk.
Mereka pun Makan bersama.
"Kamu kenapa sih tadi malam dan pagi ini gak bales chat aku? Padahal handphone kamu selalu ada pada kamu." ucap Sinta.
Darel terdiam.
"Oh iya aku ke sini sekalian mau bilang Selama dua bulan aku ada kerjaan di Dubai." ucap Sinta.
"Dubai?" tanya Darel. Sinta mengangguk.
"Aku juga sudah menghubungi Tante Tima aku Akan ada kerja di sana. Dia menawarkan untuk tinggal di rumah nya." ucap Sinta.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Darel.
"Loh kok bagus sih? Kamu gak sedih kita bakalan berpisah." ucap Sinta.
"Humm kamu kan mau kerja? Tidak mungkin aku menahan nya, lagian tidak ada ikatan di antara kita kamu seharusnya bebas mau melakukan apapun." ucap Darel.
"Kamu jangan marah gitu dong, aku tau kamu sebenarnya masih mempunyai perasaan kan sama aku?" tanya Sinta salah paham dengan tanggapan Darel.
Dia berfikir kalau Darel marah dia pergi sehingga dia sedikit cuek.
Darel menatap Wajah Sinta. Sinta memegang tangan Darel.
__ADS_1
"Jujur saja aku Masih sama seperti kamu, aku Masih mempunyai perasaan yang sangat kuat pada kamu." ucap Sinta.
Darel terdiam. Sinta tersenyum.
"Aku yakin di posisi seperti ini sangat Sulit bagi kamu. Kita jalani saja dulu yah." ucap Sinta.
Darel tetap diam.
Setelah selesai makan OB membersihkan meja.
"Oh iya malam ini aku ngundang teman-teman lama kita untuk minum bersama, kamu ikut yah. karena kita lama lagi untuk bertemu." ucap Sinta.
Darel mengangguk.
Setelah cukup lama Sinta di sana Darel meminta nya untuk pulang karena dia mau kerja namun Sinta awalnya menolak dia mau di anterin dan menunggu Darel selesai bekerja.
Namun Darel tetap meminta nya pergi dengan alasan dia harus perawatan agar malam nanti dia cantik.
Sinta pun akhirnya Luluh dan pergi karena sudah jam empat sore. Setelah Sinta pergi Darel merapikan meja kerja nya membawa laptop dan tas kerjanya keluar dan masuk ke dalam mobil.
"Huff sudah jam 16:12 lagi, pasti Tasya menunggu Sangat lama di sana." ucap Darel mengebut Menuju universitas.
Sementara di tempat lain Tasya menunggu kedatangan Suami nya karena Darel Mengirimkan pesan pagi tadi dia akan datang menjemput.
"Sya! Kok belum pulang?" tanya Tiwi yang baru saja keluar.
"Humm aku nungguin seseorang, aku gak bawa mobil karena rusak." ucap Tasya.
Tiwi keluar dari mobil nya.
"Kok kamu gak jadi pergi?" tanya Tasya.
"Aku sangat penasaran dengan wajah suami kamu dengan dekat." ucap Tiwi.
"Kamu memang wanita yang sangat kepo." ucap Tasya. Tiwi tertawa.
"Nah itu dia datang! Hufff mobil nya sangat keren. Berbeda dengan mobil kita." ucap Tiwi melihat mobil Darel dari kejauhan dan berhenti di depan mereka.
Dia turun. Melihat Tiwi Darel tersenyum sambil menunduk kan badan nya sedikit memberikan salam.
"Saya mau menjemput Dosen Tasya." ucap Darel.
Tiwi langsung menyenggol Pundak Tasya sambil tersenyum.
"Aku duluan dulu yah Wi, assalamualaikum." ucap Tasya. Darel membuka kan pintu pada Tasya.
"Aku bisa sendiri kak " ucap Tasya. namun Darel Malah menatap Tasya sehingga membuat Tasya diam. Tiwi yang melihat itu senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Permisi Bu." ucap Darel. Seketika wajah Tiwi berubah ketika di panggil Ibu.
"Huff kenapa pakai manggil Ibu sih, apa aku sudah terlihat sangat tua " ucap Tiwi kesal setelah Darel masuk ke dalam mobil.
"Pasang seatbelt kamu!" ucap Darel pada Tasya yang fokus pada handphone nya mengalihkan perhatian nya.
Namun sepertinya Tasya benar-benar tidak mendengar. Darel Menghela nafas.
Dia mau memasang kan untuk istri nya itu.
"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya kaget menahan Darel yang sangat dekat dengan nya.
Mata mereka bertemu.
"Ceklek!!" bunyi sabuk pengaman sudah terpasang Membuat Tasya memalingkan pandangannya.
Darel tersenyum Tipis dan kembali ke posisi nya dan menjalankan mobil.
"Apa yang terjadi pada pada ku? Kenapa jantung ku berdebar seperti ini." ucap Tasya dalam hati.
Sebelum balik ke rumah mereka singgah ke bengkel mobil Tasya.
Tasya melihat mobil nya benar-benar banyak yang harus di ganti sehingga Masih sangat lama untuk bagus.
Dia duduk di kursi panjang tempat menunggu sambil melihat Darel membantu Beberapa pekerjaan tukang bengkel itu.
Darel melihat ke kursi tunggu namun tidak melihat istrinya, dia pun duduk karena sudah sangat lelah.
"Nih untuk kakak." ucap Tasya membeli kan minuman botol pada Darel.
Darel menoleh ke arah Tasya. "Tangan kakak sangat kotor." ucap Darel. Tasya paham dia langsung membukanya.
Dia memegang botol untung saja dia membawa pipet nya sehingga tidak Sulit.
"Kakak tidak perlu kotor-kotor seperti ini, serahkan saja pada tukang bengkel nya." ucap Tasya.
"Kalau tidak turut tangan langsung mereka Akan asal-asalan." ucap Darel.
Tasya duduk di samping Darel. Dia mengambil lap tangan milik nya menghapus keringat Darel.
Darel terkejut namun dalam hati nya sangat senang, mencium aroma sapu tangan itu membuat nya tau kalau itu benar-benar milik istri nya yang Masih sangat bersih.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***