Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 181


__ADS_3

"Loh Stevan sama Raya belum bangun juga yah Non?" tanya Bibik pada Tasya yang baru selesai mandi.


"Belum Bik, mereka memang terbiasa bangun siang. Kebetulan hari libur kak Darel juga malah ikutan Tidur." ucap Tasya.


"Lalu non Tasya mau kemana?"


"Saya mau ke kampus dulu bik, tadi ibu sudah makan kok, sudah minum obat, makan siang nya Bibik tolongin yah." ucap Tasya.


"Baik Non, saya akan memberikan Ibu makan, non Tasya jangan lama-lama pulang yah, karena Ibu pasti nyariin." ucap Bibik. Tasya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah Tasya pergi Darel baru saja bangun.


"Bapak sudah bangun." sapa Bibik yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.


"Iyah Bik, Tasya udah berangkat kerja yah?"


"Iyah Pak, sekitar satu jam yang lalu." jawab Bibik. "Oohh, bagaimana dengan Ibu apa sudah lebih baik?" tanya Darel.


"Alhamdulillah Pak. Ibu Sudah bisa tidur dengan nyenyak dan juga makan banyak." ucap Bibik.


"Syukur lah kalau begitu." ucap Darel.


"Pagi Papah.." sapa Raya yang baru saja bangun.


"Pagi sayang, sudah bangun aja." ucap Darel. Darel mendengar Stevan yang menangis di kamar dia langsung mengambil sekalian juga memandikan nya.


Setelah selesai mandi mereka makan sama-sama.


"Stevan sama Raya sangat mandiri yah setelah Ibu kandung nya meninggal." ucap Bibik.


Darel mengangguk sambil tersenyum.


"Papah kita ke kamar nenek yok." ajak Raya. Mereka pun ke kamar buk Adel bersama.


"Nenek." panggil Raya dia langsung masuk.


"Wahh Cucu nenek sudah bangun?"


Raya naik ke kasur. "Nenek kapan sembuh nya biar kita bisa main-main lagi." ucap Raya memeluk nenek nya.


"Doain Nenek saja yah semoga cepat sembuh dan bisa main bareng Raya sama adek lagi." ucap buk Adel.


Buk Adel menoleh ke arah Darel. Dia seperti mencari seseorang.


"Ibu cari Siapa?" tanya Darel.


Namun buk Adel langsung menggeleng kan kepala nya.


"Humm Tasya hari ini harus ke kampus Buk, apa dia tidak Ijin apa Ibu?" Buk Adel menggeleng kan kepala nya.


"Mungkin dia sedikit lambat pulang nya." ucap Darel. Buk Adel hanya diam saja.

__ADS_1


Sementara di kampus Tasya baru saja selesai mengajar dia langsung mencari Tiwi.


Ponsel nya berdering saat mau mencari Tiwi saat menjawab telepon dia terkejut karena mendengar Bela menangis.


"Halo!" Ucap Tasya.


"Halo Tasya, kamu sedang di mana?" tanya Bela sambil menangis.


"Aku sedang di kampus, ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Tasya. "Hiks.. Hiks.." Bela terdengar sedang tidak baik.


"Bela kamu tenangin diri kamu dulu baru berbicara pada ku, ayo puaskan saja dulu menangis." ucap Tasya. Bela menangis sampai dia puas.


Tasya bahkan sudah bersama Tiwi, kedua nya khawatir dengan Bela.


"Apa kamu sudah lebih baik?" tanya Tasya karena bela sudah berhenti menangis. "Aku sangat sedih Tasya." ucap Bela.


"Kenapa? Karena apa kamu sedih? Coba cerita dulu." ucap Tasya.


"Kak Alex! Kak Alex jalan dengan perempuan lain." ucap Bela.


"Lah emang kenapa?" tanya Tasya.


Seketika langsung sunyi.


"Kenapa kak Alex jalan dengan perempuan lain? Kamu gak ada hubungan kan sama dia, kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak suka sama kak Alex." ucap Tasya lagi.


"Bukan maksud aku, aku hanya kasihan saja selama ini dia berpura-pura menyukai kamu ternyata dia punya pacar di luaran sana." ucap Bela.


"Ya udah makasih yah, aku mau istirahat dulu." ucap Bela langsung mematikan sambungan telepon.


Seketika Tasya dan Tiwi tertawa kecil.


"Kasihan sih, tapi itu adalah resiko nya kalau dia tidak jujur pada kita tentang hubungan nya, kita juga tidak bisa membantu apa-apa." ucap Tasya.


Tiwi tersenyum.


"Kamu sungguh teman yang tegaan! Bela sudah menangis seperti di tinggalkan orang meninggal saja," ucap Tiwi.


"Dia mungkin hanya salah paham. Akhir-akhir ini aku melihat kak Alex mengikuti beberapa bisnis dan dia merekrut wanita untuk jadi asisten pribadi nya, hubungan mereka selama ini cukup dekat." ucap Tasya.


"Oohh," Tiwi mengerti.


"Bagaimana olahraga kemarin tampa aku?"


"Biasa aja sih, tapi kurang semangat." ucap Tiwi, Tasya tersenyum.


"Ibu ku sakit jadi aku tidak bisa menemani kamu."


"Humm bagaimana kalau aku menjenguk ibu kamu, aku juga ingin mengenal nya."


"Huff lebih baik gak usah deh, hubungan ku dengan ibu masih kurang baik, aku gak mau masalah keluarga ku orang lain tau." ucap Tasya.

__ADS_1


"Oohh ya udah kalau begitu, aku titip makanan Saja yah untuk ibu kamu, semoga dia suka, ini khusus untuk makanan yang sudah lanjut usia bervitamin." ucap Tiwi memberikan bekal yang sudah di persiapkan dari tadi.


"Makasih banyak loh sudah mau repot-repot." ucap Tasya. Tiwi tersenyum. "Semoga ibu kamu cepat sembuh kamu bisa nemenin aku olahraga lagi." ucap Tiwik.


Cukup lama mereka di kampus sampai jam dua siang, Tasya langsung pulang.


"Assalamualaikum." ucap Tasya sambil masuk, dia langsung di sambut oleh suami nya yang sedang membuka laptop di ruang tamu.


"Walaikumsalam ." ucap Darel, Tasya langsung menyalim tangan Darel.


"Wahh kamu bawa apa nih? Kebetulan kakak lagi pengen ngemil." ucap Darel membuka bingkisan dari Tiwik.


"eits jangan kak, ini dari Tiwi untuk Ibu." ucap Tasya.


"Yahh pelit banget sih ayang, satu saja." Tasya menggeleng kan kepala nya dia menepis tangan Darel yang mau mengambil roti itu.


"Beli saja untuk kakak " ucap Tasya.


"Huff kamu sangat pelit." Darel kesal.


"Anak-anak mana Kak?"


"Mereka ada di kamar Ibu kamu."


"Loh kok di sana? Bagaimana ibu bisa istirahat kalau begitu?" ucap Tasya langsung ke kamar memeriksa nya.


"Non Tasya! Akhirnya non pulang." ucap Bibik.


"Kenapa bik? Apa yang terjadi pada ibu?" tanya Tasya.


"Ibu tidak mau Makan siang, saya juga tidak tau karena apa." ucap Bibik. Tasya langsung masuk dan melihat Raya dan Stevan tidur Siang di kasur Ibu nya.


"Ibu kenapa tidak mau makan siang? Bagaimana kalau kesehatan ibu turun lagi?" tanya Tasya.


"Sssstt!!" Buk Adel meletakkan jari nya di bibir meminta Tasya diam, dia menepuk-nepuk pantat Stevan agar tidur.


Tasya menghela nafas panjang. Dia keluar memanggil suaminya.


"Kakak ngapain sih di sini bekerja tidak jelas? Stevan sama Raya malah tidur di kamar Ibu." ucap Tasya.


Darel menoleh ke arah Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 😇😇***

__ADS_1


__ADS_2