Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 154


__ADS_3

Omah dan Bela senyum-senyum melihat tingkah mereka.


"Lalu nak Tiwi bagaimana sudah mendapatkan pasangan?" tanya Opah pada Tiwi.


"Aduh opah, boro-boro pasangan gebetan pun saya tidak punya, mana ada yang mau sama saya." ucap Tiwi.


"Loh Kok ngomong seperti itu?" ."Orang jaman sekarang yah Opah suka nya body yang ala-ala Korea cantik dan mulus."


"Nak Tiwi cantik kok, badan nya juga bagus itu artinya kamu tidak bersyukur apa yang di berikan tuhan." ucap Opah.


"Bukan seperti itu Opah, hanya saja tidak ada yang mau dekat sama ku." ucap Tiwi.


Mereka cukup lama berbincang-bincang di sana sampai acara selesai.


"Ayah mana yah Kak? Dari tadi aku tidak melihat nya." ucap Tasya pada Darel.


."Kakak juga tidak melihat nya dari tadi, coba kakak tanya dulu sama ibu kamu." ucap Darel.


Dia pun bertanya pada ibu mertua nya. Dan ternyata Pak Ahmad ada kegiatan di luar urusan kerjaan yang tidak bisa di tinggal dan kembali di malam hari.


"Yah Acara nya sudah selesai Ayah tidak juga datang." ucap Tasya.


"Sudah tidak apa-apa, lagian Kemarin kan sudah lengkap." ucap Darel. Tasya pun mengangguk.


Tamu pun perlahan-lahan berkurang karena acara sudah selesai, tempat itu hanya tinggal mereka-mereka saja.


"Malam ini kami masih menginap di sini mah, Pah, kalau Mamah dan yang lainnya mau pulang ke rumah gak apa-apa kok." ucap Darel karena dia tau Orang tua nya tidak terlalu suka tidur di hotel.


"Kenapa kamu sama istri kamu tidak ikut pulang dengan kita?"


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Bukan kah pengantin baru biasanya seperti ini Tante? mereka butuh tempat yang sangat privasi." ucap Tiwi.


Bu Tima langsung diam.


Sementara Bu Adel sama sekali tidak perduli. Tasya yang tadi nya mau menyapa ibu nya tidak jadi karena keburu Ibu nya menghampiri Clara.


Mereka semua pun pulang.


"Omah sama Opah tidak pulang ke rumah?" tanya Tasya.


"Omah mau di sini saja, pulang ke rumah membuat Omah sakit kepala saja." ucap Omah.


Tasya dan Darel saling menatap satu sama lain.


"Maafin kami yah Omah, karena situasi seperti ini Omah sama Opah tidak bisa tenang."


Omah menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Sudah jangan terlalu memikirkan Nya, Omah sangat senang kok melihat kamu sama Darel sekarang sudah menikah, apa lagi kamu sedang hamil," ucap Omah mengelus perut Tasya.


"Tasya! kami langsung pulang yah." ucap Tiwi.


"Iyah, makasih banyak yah." ucap Tasya dan Darel.


Mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat.


"Sayang! Sayang!" panggil Darel mengetuk pintu kamar mandi.


"Ada apa kak? berisik deh." ucap Tasya.


"Mau ikut mandi bareng." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.


"Tidak bisa! Aku mau mandi sendiri an."


"Aku bantu gosok punggung kamu." ucap Darel.


"Aku bisa sendiri."


Darel tetap memaksa masuk sampai akhir nya mereka mandi bersama.


Tidak beberapa selesai mandi, Darel sedang mengeringkan rambut nya tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.


"Siapa kak?" ucap Tasya.


"Mungkin orang hotel mau membersihkan kamar." ucap Darel. Dia pun membuka pintu namun ternyata itu adalah Ayah mertua nya.


Pak Ahmad di balik pintu tersenyum.


"Sayang Ayah kamu datang!" ucap Darel. Tasya langsung melompat dari kasur berlari pada ayah nya dan memeluk Sangat erat.


"Ayah dari mana saja? Kenapa hari ini Ayah tidak kelihatan." ucap Tasya.


"Ayah kerja, kerjaan itu tidak bisa di tinggal Kan."


"Oh iya nih nasi goreng untuk kamu sama Darel, kamu pengen nasi goreng kan semalam." ucap pak Ahmad.


Tasya sangat senang mereka pun makan bersama.


Darel melihat pak Ahmad Yang menyuapi Tasya sangat tulus dia pun ikut senang.


"Ayah nginap di sini aja yah malam ini, Omah sama Opah di sini juga kok " ucap Tasya.


"Gak bisa nak, nanti ibu Kamu marah.". Tasya menghela nafas panjang.


"Apa Ayah tidak Rindu pada ku?"


"Ayah sangat rindu, tapi kalau berurusan sama Ibu kamu, Ayah minta ampun." ucap pak Ahmad.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja Ayah kamu pergi pulang, Lagian Masih ada hari esok." ucap Darel.


"Ya udah deh, Ayah hati-hati yah di jalan." ucap Tasya. pak Ahmad mengangguk.


Setelah Ayah nya pergi Tasya terdiam.


"Kenapa sedih sayang? Kan besok Ayah kamu masih datang ke rumah." ucap Darel.


"Kakak merasa gak sih kalau papah sangat takut pada Ibu? itu sebabnya dia tidak terus terang sudah berbaikan dengan ku di depan Ibu." ucap Tasya.


"Bisa jadi karena ibu kamu sangat galak, dia juga sangat egois, kakak tidak habis pikir apa yang ada dalam pikiran nya." ucap Darel.


Tiba-tiba Tasya memukul lengan Darel.


"Mamah kakak juga sangat egois, sudah jelas aku adalah istri kakak namun dia bisa sanggup membuat Clara dekat-dekat dengan Kakak." ucap Tasya.


Darel langsung terdiam.


"Tuh kan sama aja orang tua kita, kalau perempuan ego nya sangat tinggi sementara Yang laki-laki terlalu takut sehingga menurut saja." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Sudah lah kakak tidak mau membahas nya, kakak capek dan mau istirahat." ucap Darel.


Darel berbaring di kasur. Namun Tasya dengan nakal dia naik ke kasur melewati tubuh Darel.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Darel karena kaki Tasya menyentuh Adik nya.


"Upss aku tidak sengaja membangun kan nya kak." ucap Tasya melihat ke arah tangan Darel yang menutupi.


"Kamu seperti nya sengaja memancing kakak yah? baiklah malam ini kamu tidak Akan lepas." ucap Darel dia langsung membuka baju istri nya.


Tidak lupa mencumbui seluruh badan istri nya sampai Tasya mengerang kenikmatan. Dari jam Sepuluh malam tembus ke shubuh hari.


Di pagi hari nya Tasya terbangun karena merasa perut nya sedikit mual.


"Aauuhh." Tasya memegang paha nya. Milik nya sekarang terasa sangat sakit.


"Seperti nya kak Darel tidak memberi kan ku ampun tadi malam, aku sama sekali tidak sadar lagi dia bermain terlalu menghanyutkan." ucap Tasya sambil melihat ke arah Darel yang masih tidur memeluk bantal guling.


Perlahan dia berjalan ke kamar mandi, kencing saja sudah terasa sangat perih.


Dia keluar dari kamar mandi jalan sangat pelan, dia melihat jam sudah jam dua belas siang.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2