Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 70


__ADS_3

"Loh kakak belum keluar?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Kakak tidak perlu menunggu ku, aku akan turun sendiri." ucap Tasya.


Darel diam, dia melihat ke dadanya. Tasya langsung paham.


"Apa kakak belum bisa jalan sendiri?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu aku Akan memasang baju dulu, kakak tunggu sebentar." ucap Tasya langsung ke ruang ganti.


Tidak beberapa lama mereka Turun bersama, Tante nya sudah menunggu mereka dari tadi, setelah mereka turun Tante nya pamitan.


"Maaf yah Rel Tante gak bisa lama-lama, Tante doa kan kamu cepat sembuh, dan juga mulai dari sekarang harus jaga kesehatan." ucap Tante.


Darel mengangguk sambil tersenyum.


"Tasya! Tante percaya sama kamu untuk merawat Darel, titip dia yah." ucap Tante Darel.."Tante! aku bukan anak kecil!" ucap Darel.


"Baik Tante! Tante juga di perjalanan hati-hati yah, terimakasih sudah mau datang ke sini jauh-jauh." ucap Tasya.


Rante nya memeluk Tasya.


Mereka bersalaman dan berpisah.


Keluarga Darel dari Dubai pun pamit pulang. Tinggal lah hanya Mamah dan papah Darel Saja.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sofa. Sementara Tasya menemani anak-anak nya bermain.


"Assalamualaikum!" ucap Gilang yang baru saja datang.


"Walaikumsalam!" jawab mereka yang duduk di ruang tamu.


"Kamu dari mana saja Gilang? Tante kamu bertanya kamu dari tadi!" ucap Bu Tima.


"Maaf Tante! Biasa lah anak muda! Aku tidak sama seperti Darel yang sudah tidak bisa bebas lagi." ucap Gilang Duduk di samping Darel dan merangkul nya.


"Jangan menyentuh ku!" ucap Darel.


"Cihh sombong banget sih, Kemarin saja Waktu minta tolong loe lembut banget!" ucap Gilang pada Darel.


"Sudah-sudah jangan berdebat! Humm Gilang tolong temanin Tante sama Om ke acara keluarga kita tidak Jauh dari sini yah." ucap Bu Tima.


"Iyahh Tante, aku juga tidak mau tinggal di sini sendirian menemani Pria pembohong seperti orang yang di samping ku." ucap Gilang.


Darel tau kalau teman nya itu menyebutkan dirinya.


"Apa maksud kamu? Awas aja kalau aku sudah sembuh!" ucap Darel.


Bu Tima dan suami nya tersenyum karena sudah terbiasa melihat kedua pria itu ribut dan juga terkadang akur.

__ADS_1


"Kak Gilang! Kakak dari mana saja?" tanya Laura yang baru saja datang ke ruang tamu.


"Humm seperti nya kamu merindu kan kakak yah?" tanya Gilang menggoda Tasya. Tasya tersenyum.


Darel yang melihat itu seketika kesal.


"Biasa lah kakak bertemu teman-teman di luar." ucap Gilang.


"Oohhh! apa kakak sudah makan? Makan dulu!" ucap Tasya.


"Humm perut kakak sangat lapar, temanin kakak makan Yah." ucap Gilang dengan nada Manja.


Bu Tima memerhatikan ekspresi anak nya terlihat mulai emosi.


Tasya mengangguk mereka pun Makan bersama. Di ruang tamu Darel mendengar Tasya tertawa karena lelucon dari Gilang Membuat nya semakin Cemburu.


Dia mau pergi namun tidak sengaja dia menyenggol Meja...


"Maaf Mah, Pah aku tidak sengaja!" ucap Darel.


"Kamu gak apa-apa!" tanya Mamah nya, Darel menggeleng kan kepala nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Mamah nya


"Aku mau naik ke atas Mah." ucap Darel.


"Kamu belum bisa jalan sendiri, jangan di paksain duduk dulu tunggu Tasya selesai menemani Gilang makan, kami juga mau berangkat." ucap Mamah Tima, Darel menghela nafas panjang.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga, Orang tua nya pamit untuk berangkat ke acara keluarga nya itu.


Mereka juga membawa Raya, Stevan tidak mau ikut karena mau sama Tasya saja.


"Kamu baik-baik di rumah yah Tasya! Hati-hati sama Pria yang di samping kamu!" ucap Gilang. Bu Tima langsung memukul lengan Gilang.


"Berhenti menggoda nya, lihat wajah Darel sudah merah karena kamu!" ucap Bu Tima pada Gilang.


"Aku hanya ingin lebih dekat dengan Tasya Tante, kan tidak ada salahnya." ucap Gilang.


"Om gak boleh dekat-dekat sama Mamah, dia sudah jadi Mamah Aku sama Stevan!" ucap Raya.


"Bagus dong, nanti kalau begitu kamu juga boleh memanggil om jadi papah." ucap Gilang.


"Gak mau! Mamah sudah sama papah, Oma cari yang lain Saja!" ucap Raya.


Darel yang mendengar kata-kata Raya Seketika langsung senang karena anaknya mendukung nya dengan istri nya.


"Om mau nya sama Tante Tasya titik!" ucap Gilang.


Raya menarik tangan Gilang ke dalam mobil.

__ADS_1


"Gak boleh! Ayo kita berangkat! Om gak boleh godain mamah Terus!" ucap Raya.


Orang tua Darel tersenyum melihat perdebatan itu. Mereka tidak mempermasalahkan dengan sifat Gilang karena sebelumnya Gilang sudah ijin untuk membuat Darel kesal dan Jujur langsung pada nya.


Jadi orang darel tau apa yang di maksud oleh sifat Gilang, di satu sisi mereka juga mau menguji Tasya dan Darel saja.


Namun baru saja mulai melakukan misi sudah jelas kalau Darel Cemburu berat, sementara Tasya masih tetap dengan sifat nya yang terbuka untuk siapa pun dia tidak memiliki sifat Cuek, angkuh atau pendiam dia sangat muda dekat dengan Siapa pun.


Setelah mereka pergi Tasya kembali masuk dia melihat Darel duduk bersama Stevan.


Tasya duduk di depan Darel.


"Humm kakak jangan fikir kan soal kata-kata kak Gilang tadi, dia hanya bercanda Saja!" ucap Tasya.


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Gak apa-apa! Dia memang seperti itu kok." ucap Darel.


"Tapi kakak memasang wajah yang sangat kesal," ucap Tasya.


"Kakak tidak apa-apa!" ucap Darel.


"Humm baik lah kalau begitu." ucap Tasya.


"Hmm soal mobil ku Gimana kak?" tanya Tasya.


"Aku belum bilang apa-apa sama Supir. Kamu bilang sendiri Saja!" ucap Darel, Tasya terdiam.


"Tadi kata nya dia yang ngurus kok sekarang malah meminta aku yang ngomong sendiri?" Batin Tasya.


"Ya udah kalau begitu aku sendiri saja yang membawa nya Servis." ucap Tasya.


"Kalau kamu pergi bagaimana dengan Stevan?" tanya Darel langsung.


Tasya Menghela nafas panjang.


"Ya sudah aku bawa Stevan." ucap Tasya.


"Kamu hanya memikirkan Stevan saja? Bagaimana dengan kakak?" tanya Darel lagi.


Tasya menatap Darel dengan tatapan tajam.


"Kakak mau nya apa Sih? aku jadi bingung." ucap Tasya ucap Tasya dengan kesal, mendengar Tasya marah Darel menatap Tasya.


...----------------...


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2