
"Tidak! Aku tidak membenci kamu, jangan berbicara seperti itu." ucap Darel mengelus kepala Tasya.
"Aku belum siap. Aku tidak bisa seperti ini." ucap Tasya.
"Maafkan aku, maafkan aku, aku tidak Akan membuat kamu Sedih lagi." ucap Darel.
Tasya berusaha melepaskan pelukan Darel namun Darel tidak mau melepaskan nya.
"Aku minta maaf sudah mengatakan hal-hal yang menyakiti perasaan kamu." ucap Darel. Tasya diam.
Darel memeluk Tasya sampai dia sedikit tenang.
Setelah sudah tenang Darel melepaskan pelukannya.
"Kita pulang yah. Anak-anak pasti sudah mencari." ucap Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak Akan pulang ke rumah itu lagi." ucap Tasya.
"Tasya! Jangan keras kepala! Jangan menambah masalah untuk saat ini, mari kita bicarakan ini di saat sudah tenang." ucap Darel.
Tasya terdiam, Darel membantu Tasya masuk ke dalam mobil nya, sementara Mobil Tasya di jemput oleh supir.
Sepanjang perjalanan Tasya memandang keluar dan hanya diam Saja.
"Jangan membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, bahaya untuk keselamatan kamu." ucap Darel.
Tasya tidak menghiraukan nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
Tasya Tidak mau turun.
"Ayo turun!" ucap Darel.
"Aku tidak mau! Kakak sendiri yang bilang kalau aku tidak perlu mengurus Raya dan Stevan." ucap Tasya.
"Aku hanya menggertak kamu sya! Agar kamu tidak melakukan itu lagi, aku tau Stevan sangat membutuhkan kamu dia sangat dekat dengan kamu." ucap Darel.
Tasya akhirnya turun dia berjalan ke dalam di Bantu oleh Darel.
Saat masuk tiba-tiba Raya berlari ke arah mereka, dia meminta Darel melepaskan tangan Darel dan tubuh Tasya.
"Lepas! lepas.." ucap Raya. Darel bingung namun dia langsung melepas saja.
Tasya tau maksud Raya kalau Darel tidak boleh dekat-dekat dengan nya.
"Raya sayang! raya sudah makan?" tanya Tasya dengan lembut, namun Raya langsung menarik Papah nya.
Tidak beberapa lama Terdengar suara Stevan yang menangis.
"Kenapa mbak?" tanya Tasya.
"Gak tau mbak, dari tadi Stevan Nangis Terus dan tidak mau Makan." ucap Baby sister..
Tasya langsung menuju Stevan.
Tasya juga memberikan makan dan akhirnya dia makan juga.
__ADS_1
"Mbak! Tolong mandiin Raya yah." ucap Darel datang ke kamar. Pengasuh mengangguk, Raya di bawa ke kamar mandi.
Stevan melihat Papah nya tersenyum. Dia langsung minta gendong.
"Kamu siap-siap juga yah sama Stevan hari ini saya ada acara di luar kalian ikut saja." ucap Darel.
Tasya terdiam.
"Kamu jangan berfikir aneh-aneh, bukan saya tidak percaya sama kamu, melainkan ini acara harus membawa keluarga." ucap Darel.
"Seperti nya saya tidak bisa ikut Kak," ucap Tasya.
"Kenapa?" tanya Darel.
"Kakak tau sendiri kalau pernikahan kita tidak banyak orang yang tau, kalau orang lain tiba-tiba tau mereka Akan berfikir yang tidak-tidak aku tidak mau. dan juga aku tidak percaya diri." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang.
"Baiklah saya paham, namun bagaimana dengan Stevan dan Raya kalau kamu tidak ikut." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang. Darel memegang tangan Tasya.
"Maaf kan saya kalau benar-benar membuat kamu tersinggung, tapi saya tidak berniat jahat." ucap Darel.
Tasya melepaskan nya dari Darel.
"Tidak enak kalau raya melihat nya." ucap Tasya langsung.
Darel pun diam.
Tidak beberapa lama Tasya sudah selesai mandi dia keluar dari kamar mandi.
Tasya melihat nya, gaun yang berwarna pink.
"Apa saya harus memakai ini?" tanya Tasya.
"Iyah Non, pak Darel sudah menunggu di luar." ucap Bibi.
"Oh iya ini ada heels juga." ucap mbak sambil memberikan nya pada Tasya.
Tasya pun memakai nya dia terlihat sangat cantik wajah di poles makeup rambut yang di tata Rapi.
Darel di ruang tamu sambil menemani anak-anak Nya. dia juga tidak kalah rapi dari anak-anak nya.
"Ayo kak, aku sudah siap." ucap Tasya. Darel menoleh ke arah Tasya seketika dia takjub.
"Amel!" ucap Darel, Tasya langsung terdiam.
"Aku Tasya Kak." ucap Tasya langsung.
"Eh Tasya! maaf. Kamu sangat mirip dengan Amel memakai baju dan berpenampilan seperti ini." ucap Darel.
"Apa kakak sengaja memilih baju ini?" tanya Tasya.
"Iyah! Ini adalah baju kesayangan Amel." ucap Darel. Tasya terdiam.
__ADS_1
"Ya sudah ayo Kita berangkat." ucap Darel.
Sepanjang perjalanan Darel melihat terus ke kaca mobil yang ada di depan nya dia bisa melihat pantulan Wajah Tasya dari sana karena Tasya duduk di belakang bersama anak-anak.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Melihat acara yang besar serta banyak orang membuat Tasya takut turun.
Mereka mau membawa Stevan dan Raya ternyata mereka tidur. Akhirnya Tasya dan Stevan yang turun, sementara pengasuh menjaga mereka di dalam mobil.
Saat berjalan masuk tiba-tiba Darel berhenti dia menatap Tasya serta mengangkat tangan nya sedikit sehingga membentuk huruf o setengah di pinggang nya.
Tasya menoleh ke tangan Darel..
"Apa kita harus masuk gandengan?" Tanya Tasya, Darel mengangguk.
"Tapi kak, saya malu." ucap Tasya. Darel langsung membuat Tasya menggandeng nya.
Tasya sedikit gugup.
"Jangan gugup." ucap Darel, setelah mereka masuk benar saja mereka jadi pusat perhatian. Banyak yang mengucap kan turut berdukacita dan tidak jarang mereka bilang kalau Tasya benar-benar sangat mirip dengan kakak nya.
Darel mengajak Tasya ke panggung.
"Mau ngapain kak?" tanya Tasya..
"Ikut saja!" ucap Darel setelah sampai di atas. Darel mengatakan kalau mereka sudah menikah karena permintaan istri nya.
Tasya kaget dengan pengakuan Darel. Setelah cukup lama berbicara di atas panggung mereka pun memilih meja untuk duduk.
Darel menarik kursi untuk Tasya duduk.
Tasya hanya diam saja.
"Kenapa dari tadi kamu diam saja?" tanya Darel pada Tasya.
Tasya menatap Darel sekilas dan meminum anggur merah yang di depan nya.
"Kamu sudah minum banyak! jangan minum dalam keadaan perut kosong." ucap Darel.
Tasya terus diam.
Acara sudah mulai selesai, Darel dan Tasya pamit pulang duluan karena Tasya sudah pusing..
Dia di bawa masuk ke dalam mobil ternyata Stevan dan Raya sudah bangun.
Stevan mau ke gendongan Tasya yang mabuk.
Darel membiarkan saja, agar Tasya Sadar.
Namun di lihat-lihat Darel kasihan karena Stevan terus merengek sementara Tasya sudah sakit kepala.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***