Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 202


__ADS_3

Cukup lama Darel akhirnya memutuskan untuk pulang


"Aku pulang dulu yah, doa yang terbaik selalu aku berikan pada mu." Darel mencium nisan Dan keluar.


"Loh sayang kamu belum pulang? Kamu masih di sini?" tanya Darel melihat Tasya menunggu di mobil.


Tasya tersenyum ke arah Darel sambil turun dari mobil.


Dia memeluk Darel.


"Pasti Kakak sangat merindukan mbak Amel." ucap Tasya. Darel membalas pelukan Tasya.


"Aku minta maaf belum bisa menghilangkan rasa cemburu ku ketika kakak mengingat mbak Amel, tapi aku akan berusaha untuk bersifat dewasa berfikir yang positif." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia mengelus rambut Tasya.


"Apa kamu masih tetap cemburu?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Aku tidak tau kenapa sifat ku seperti ini, tapi aku tidak bisa menahan rasa cemburuku ketika kakak melihat foto Mbak Amel atau mengingat dan membahas nya." ucap Tasya.


Darel tersenyum dan langsung memeluk Tasya.


"Kakak senang kamu bisa cemburu, itu artinya kalau kamu sudah sangat mencintai kakak." ucap Darel. Tasya memukul pinggang Darel.


"Aku tidak bercanda!" ucap Tasya.


"Cup.. cup.. jangan marah-marah dong." ucap Darel. "Abis nya kakak sih, aku serius Malah bercanda." ucap Tasya.


"Kakak tidak bercanda, justru kakak sangat serius!" ucap Darel. "bukan kah benar apa yang kakak katakan?" tanya Darel balik.


"Bukan kah aku mencintai kakak dari dulu bukan hanya sekarang saja." ucap Tasya. "Iyah-iyah kakak percaya Deh." ucap Darel.


"Ya udah ayo kita pulang," ajak Darel.


"Kakak tidak ke kantor lagi?" tanya Sophia.


"Tadi nya mau ke kantor sih, tapi seperti nya istri ku akan berfikir yang tidak-tidak." ucap Darel. Tasya tidak paham apa yang di maksud oleh suami nya tapi dia juga senang karena Darel tidak kembali ke kantor.


Mereka ke rumah sakit.


"Riski bagaimana keadaan ibu? Kenapa kamu duduk di luar?" tanya Tasya. "Oohh ibu tidak kenapa-kenapa kok Mbak, dia sedang istirahat kau baru saja selesai berbicara lewat telepon tadi." ucap Riski.

__ADS_1


"Oohhh ya udah ayo masuk." ajak Tasya. Riski mengangguk. Mereka pun masuk ke dalam.


"Huff kita sudah melakukan apa yang diinginkan ibu, sekarang kita hanya bisa banyak berdoa untuk kesehatan ibu." ucap Tasya.


"Tapi bagaimana dengan Ayah mbak? Seperti nya Ibu dengan Ayah tidak baik-baik saja." ucap Riski.


"Itu yang membuat mbak sekarang pusing, mbak Tidak tau harus ngomong apa lagi." ucap Tasya.


"Kita coba berbicara pada Ayah kamu nanti yah." ucap Darel.


Tasya mengangguk.


Di tempat Pak Ahmad.


"Kamu dari mana saja sih? Ini sudah malam kamu baru saja pulang." ucap Mita, perempuan yang selalu bersama Pak Ahmad terus menerus di penginapan nya, yang juga di lihat oleh Darel.


"Kamu jangan marah gitu dong sayang, aku dari Kantor." ucap Pak Ahmad. "Aku tidak percaya aku melihat pesan masuk ke ponsel kamu dari Riski mengundang untuk berjiarah bersama." ucap Mita.


"Iyah aku ke sana sebentar." ucap pak Ahmad.


"Kenapa kamu tidak mengabari aku? sekali-kali aku juga ingin pergi ke sana." ucap Mita.


"Loh bukannya tujuan kamu untuk membuat nya meninggal agar kita bisa hidup bahagia?" tanya Mita.


"Aku masih memikirkan Riski, dan lagi Tasya sayang pada Adel dia masih berfikir kalau Adel adalah ibu kandung nya." ucap pak Ahmad.


"Ini semua salah kamu, kamu telah memisahkan aku dengan putri ku, dan kamu tau sendiri perlakuan istri kamu pada Putri kita seperti apa." ucap Mita.


"Lalu apa kamu sanggup untuk mengakui kalau kamu adalah ibu kandung nya? Apa kamu bisa menemuinya sekarang?" tanya pak Ahmad.


"Aku tidak ingin melihat ku membuat nya sedih dan merasa hina, aku tidak ingin dia tau status nya, aku tidak ingin membuat nya sedih dan membenci ku." ucap Mita.


Pak Ahmad Menghela nafas panjang.


"Seandainya dari awal aku tidak bertunangan dengan Adel kita tidak akan menjalani hubungan diam-diam seperti ini." ucap Ahmad.


"Sudah lah tidak perlu di bahas lagi, itu sudah masa lalu." ucap Mita.


"Aku ingin melihat Tasya, kapan kita ke rumah nya?" tanya Mita. "Tumben sekali kamu mau menemui nya? Kalau dia bertanya siapa kamu bagaimana?" tanya pak Ahmad.


"Aku tidak menemui nya langsung, aku hanya ingin melihat nya, aku sangat merindukan nya." ucap Mita.

__ADS_1


"Untuk sekarang aku pikir itu tidak mungkin." ucap Pak Ahmad. "Aku paham kok," ucap Mita.


"Ya udah kamu mandi sana." ucap Mita.


Walaupun sudah Tua mereka tetap romantis, pak Ahmad sangat mencintai Buk Mita.


Mita Duduk di pinggir Kasur. Dia mengingat beberapa Minggu lalu dia mengirim kan foto nya dengan pak Ahmad pada Istri pak Ahmad.


Mita mengatakan kalau mereka kembali bersama, namun hanya dia yang tau, dan mulai dari situ Buk Adel sakit dia mulai depresi sampai sekarang.


Dia sangat ingin membuka mulut pada Tasya, Riski dan Darel namun dia tidak sanggup untuk memberi tahu mereka karena dia tau betapa di benci nya nanti suami nya oleh anak-anak nya.


Dia pun memilih Diam satu persatu dia mengingat masa lalu yang membuat nya sakit.


Sebenarnya dia sudah mulai luluh pada Tasya yang sangat sabar merawat nya, namun lagi-lagi Mita mengirimkan pesan pada buk Adel.


"Kamu adalah perempuan yang sangat jahat pada Putri ku Tasya. Aku tidak tau apa salah putri ku namun kamu sangat jahat pada nya." ucap Mita, namun tidak membalas pesan itu.


"Riski," buk Adel baru bangun dia melihat Tasya, Darel dan juga Riski Masih ada di ruangan itu menunggu nya.


"Iyah Buk kenapa? Apa yang sakit?" tanya Riski mereka semua langsung bangun.


"Kalian pulang lah istirahat ke rumah, ibu bisa jaga diri sendiri disini." ucap Buk Adel.


"Gak apa-apa Kok buk, kami di sini saja." ucap Tasya.


"Kamu sedang hamil, badan kamu akan sakit tidur di situ." ucap buk Adel.


"Darel bawa istri dan adik kamu pulang istirahat di rumah yah, kalian jangan khawatir kan ibu." ucap buk Adel.


"Ibu yakin gak apa-apa buk?" tanya Darel.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar, jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya..


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2