
"Tidak mungkin kak, hanya butuh waktu saja." ucap Tasya. Darel terdiam. "Oh iya kak, bagaimana dengan pembicaraan kakak dengan Mamah tadi?" tanya Tasya.
"Sangat kacau Tasya, Mamah tidak menerima nya, namun kakak bilang agar mamah mencari tahu seperti apa Tania terlebih dahulu." ucap Darel.
"Dan ketika sifat buruk Tania tidak di dapat kan oleh Mamah bagaimana kak?" tanya Tasya.
"Kamu jangan khawatir, karena kakak memiliki bukti nya. Tania dan keluarga nya tidak bisa mengelak lagi perbuatan mereka." ucap Darel.
"Apa kakak sudah lama tau kalau Tania memiliki pria lain?" tanya Tasya, karena Darel sebelum nya sudah bercerita juga sama Tasya.
Cukup panjang mereka bercerita di sana. Karena sudah malam Raya dan Stevan tidur.
"Radit gak bobo? Ayo bobok yuk nak." ucap Tasya pada Radit. Radit hanya bisa tersenyum kegirangan di gendong oleh Tasya. Darel membenarkan selimut anak-anak nya.
"Kali ini papah berjanji akan melindungi kalian nak, papah minta maaf sudah sangat bodoh selama ini." ucap Darel dia pun mencium Raya dan Stevan.
Setelah itu dia keluar menyusul istri nya yang sudah duluan Keluar. Dia mematikan lampu.
Tasya tengah memberikan Radit minum.
Darel tersenyum melihat Tasya saat dia datang langsung menutupi nya. "Kamu tidak perlu malu seperti ini." ucap Darel.
"Kasihan Radit jadi pengap kalau di tutupi seperti ini." ucap Darel. "Mau bagaimana pun aku masih malu kak." ucap Tasya.
Darel tersenyum. "Tidak perlu malu." ucap Darel. Tiba-tiba ponsel Tasya berdering. Itu panggilan Vidio dari Tiwi.
"Tiwi kamu dari mana saja? Kamu tidak membalas pesan ku." ucap Tasya.
"Aku sangat sibuk dengan keluarga ku. Aku sangat rindu pada Radit mana dia?" tanya Tiwi.
"Ini dia sedang minum." ucap Tasya mengarahkan ke wajah Radit.
"Astagfirullah Tasya. Kamu sembarangan saja, malu dong." ucap Tiwi. Tiba-tiba ada suara laki-laki.
"Hayo kamu lagi sama siapa di sana? jangan aneh-aneh Yah Tiwi." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum. "Nanti juga kamu tau sendiri." ucap Tiwi.
"Humm seperti nya teman ku ini tidak jomblo lagi. Karena sekarang sudah kurus cantik dia mempunyai banyak kenalan." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah kalau begitu kamu lanjut saja berduaan dengan pacar kamu." ucap Tasya.
"Aku Besok mau ke sana." ucap Tiwi. "Kamu tidak di terima kalau datang sendirian saja, orang yang di samping kamu harus ikut." ucap Tasya.
Tiwi tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah kalau begitu udah dulu yah, Radit juga mau tidur sampai jumpa Besok." ucap Tasya.
Panggilan pun terputus. "Oh iya kak, besok kakak ada kegi..." tiba-tiba Tasya terdiam karena melihat suaminya sudah tidur. Tasya menghela nafas.
"Seperti nya dia kelelahan sekali. Ya Allah Sabar kan lah kami berdua untuk menjalani cobaan ini.,x ucap Tasya. dia membenarkan selimut Darel dan akhirnya Tasya juga ikut tidur.
Bu Mita dengan pak Ahmad Masih belum tidur.
"Ayah tadi Riski bilang sama ibu, Riski bilang kalau nanti Darel membawa Tasya pergi dari rumah ini jangan di ijinkan." ucap Bu Mita.
"Kenapa begitu?" tanya Pak Ahmad.
"Seperti nya Riski Masih trauma ayah." ucap Bu Mita.
"Darel sudah sangat dewasa. Dia adalah kepala rumah tangga, jadi dia terserah dia mau membawa istri dan anak nya kemana, kita hanya bisa memantau dari jauh saja." ucap Pak Ahmad.
"Ibu yang sabar yah menasehati Riski dan Tasya. Begitu juga dengan mengurus Raya dan Stevan, Anggap mereka sebagai Cucu kandung ibu." ucap pak Ahmad.
"Pasti dong ayah. Ayah jangan ragu lagi sama ibu." ucap Bu Mita. Mereka sangat romantis sekali. Setelah mereka berbincang-bincang akhirnya tidur juga.
"Tante ayo Makan dulu. Tante harus Makan." ucap Tania baru masuk ke kamar. Bu Tima dari tadi tidak mau keluar dari kamar, bahkan tidak mau berbicara atau makan.
"kalau Tante Tidak mau Makan, Tante sakit Tasya dan keluarga nya akan tertawa. Tante Tidak boleh membiarkan itu." ucap Tania.
Bu Tima sama sekali tidak mau mendengar kan kata-kata Tania. "Tante kalau seperti ini Terus bagaimana bisa menikah kan aku dengan Darel?" ucap Tania.
Bu Mita menatap Tania.
"Bisa-bisa nya kamu membicarakan itu sekarang? Keadaan nya sedang tidak baik." ucap Bu Tima.
"Orang tua ku pasti akan malu kalau kami lambat menikah." ucap Tania. Bu Tima menghela nafas panjang.
"Jangan membahas itu dulu sekarang Tania, kepala saya sangat pusing." ucap Bu Tima.
"Tante bagaimana sih? Sudah jelas Tante sendiri yang janji setelah Tasya melahirkan aku akan menikah dengan Darel." ucap Tania.
__ADS_1
"papah ku sudah banyak membantu perusahaan Tante di Dubai, kalau bukan karena papah, mungkin sekarang Tante dan Om akan malu di sana." ucap Tania.
Tima diam. "Aku tidak mau tau, pokoknya Tante harus menikah kan aku dengan cepat pada Darel." ucap Tania.
Bu Tima hanya bisa diam. Karena kata-kata Tania benar semua. Bu Tima tidak mau di pandang sebelah mata oleh keluarga atau teman-teman Mereka.
"Aku muak di sini." ucap Tania, dia pun meninggalkan nasi di atas Meja meninggalkan Bu Tima begitu saja.
Bu Tima menghela nafas berat.
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Ini semua karena Tasya, dia menghancurkan semua rencana ku." ucap Tima.
Tania Pun memilih untuk meninggalkan rumah itu.
"Aku tidak mau mengurus wanita penyakitan. Lebih baik aku happy-happy." ucap Tania.
Bu Tima menelpon Darel namun tidak di jawab oleh Darel karena mereka sudah tidur.
Malam ini Radit tidak cengeng juga karena perut nya sangat kenyang.
Di pagi hari nya. Darel terlebih dahulu bangun.
Dia ke kamar mandi tidak beberapa lama keluar. Tasya sadar suami nya sudah bangun.
"Ini masih sangat pagi kak, kenapa sangat cepat bangun?" tanya Tasya. Darel tersenyum dia duduk di samping Tasya yang berbaring.
Darel mengelus kepala Tasya. Dia juga mencium nya.
"Hari ini saya akan ke kantor. Saya sudah Lama tidak datang ke kantor saya." ucap Darel.
"Oohh. Kalau begitu aku akan menyiapkan pakaian kakak." ucap Tasya. Namun Darel menahan nya, dia meminta Tasya untuk istirahat saja, karena dia bisa sendiri.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1