
"Pasti banyak juga orang tua yang suka sama kamu, ramah dan juga sopan terhadap orang tua." ucap Ayu.
"Banyak juga kok yang gak suka, bahkan aku pernah menjemput wanita, sudah ijin baik-baik aku malah dimarahin dan di usir." ucap Riski. Ayu tertawa.
"Ternyata mempunyai wajah tampan tidak cukup." ucap Riski. "Kok Ngomong seperti itu?" tanya Ayu.
"Mereka tau anak kuliahan tidak mempunyai uang, dan waktu itu aku menjemput perempuan itu dengan motor biasa, sementara perempuan itu adalah anak orang kaya." ucap Riski.
Ayu tersenyum.
"Kamu selera nya pasti orang kaya, wanita yang cantik dan juga keturunan orang kaya, aku yakin pacar kamu yang sekarang pasti orang kaya juga." ucap Ayu.
Riski tersenyum.
"Apalah daya ku hanya anak seorang pemilik Toko Roti." ucap Ayu.
"Jangan merendahkan diri seperti itu. Rumah sebesar itu, kuliah di universitas bagus dan juga mobil mewah pakaian bagus itu tidak bisa mengatakan kamu anak orang sederhana." ucap Riski.
Ayu tersenyum. "Tapi aku tidak cantik." ucap Ayu.
"Jangan pernah membandingkan diri mu dengan orang lain, kamu adalah kamu, jangan pernah perdulikan apa kata orang lain." ucap Riski..
Ayu tersenyum.
"Ngomong-ngomong Kamu biasa nya selalu mengajak teman perempuan kamu makan malam seperti ini?" tanya Ayu. Riski mengangguk kan kepala nya.
"Aku memilih memperbanyak teman wanita dari pada laki-laki." ucap Riski. "Kenapa seperti itu?" tanya ayu.
"Tidak ada alasan menurut ku enak saja." ucap Riski. Ayu tersenyum. "Oh iya aku sudah lama kenal sama kamu, aku belum pernah tau siapa Pacar kamu." ucap Riski.
"Kamy bertanya pacar pada ku? Kelihatan nya emang aku punya pacar?" tanya Ayu.
"Seperti nya sudah." ucap Riski. Ayu terdiam mendengar jawaban Riski.
"Kamu cantik, kamu pandai bergaul, kamu juga baik, kamu punya teman banyak tidak mungkin tidak ada pacar." ucap Riski.
"Aku tidak ingin pacaran." ucap Ayu.
"Loh kok bisa sih?" ucap Riski. "Tidak ada alasan, aku hanya tidak ingin saja." ucap Ayu.
"Aku bisa menebak kalau kamu belum menemukan pria yang kamu cintai kan? Aku percaya suatu saat nanti kamu pasti Akan menemukan nya." ucap Riski.
Ayu menatap Riski.
__ADS_1
"Seperti nya aku sudah jatuh cinta pada mu Riski. Aku tidak tau kapan Tumbuh perasaan ini, tapi aku nyaman saat bersama mu, aku senang walaupun aku sudah salah telah mencintai kamu." Batin Ayu.
"Kenapa kamu Menatap ku seperti itu? Apa aku salah ngomong?" tanya Riski, Ayu Menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok." ucap Ayu.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran romantis yang sudah di pesan oleh Riski sebelum nya lewat aplikasi.
Dua hari kemudian Darel dan juga anak-anak nya baru saja sampai di kota Bandung. Mereka cukup lama di perjalanan karena banyak Singgah untuk melihat beberapa pemandangan dan juga wisata.
Mobil Darel terparkir di depan rumah Omah yang terlihat sangat sepi.
"Assalamualaikum Omah, Opah." sapa Tasya.
Darel mengikuti dari belakang sambil memegang tangan Raya dan Stevan.
"Walaikumsalam, tunggu sebentar yah." ucap Omah seperti nya sedang ada di dapur, dia berjalan pelan ke depan.
"Omah, kami datang." ucap Tasya.
"Cucu ku." ucap Omah langsung memeluk Tasya. Bergantian memeluk Raya dan Stevan menyalim Darel.
"Kenapa kalian datang tidak mengabari dulu? Rumah sangat berantakan, Omah juga belum masak apa-apa." ucap omah.
"Ah tidak apa-apa Omah, kami sengaja mau memberikan seprais pada Omah." ucap Darel.
"Dia sedang keluar, biasa berjalan bersama Cucu tetangga di Sore hari." ucap omah.
"Oohh begitu yah Omah, ya udah deh nanti saja salam sama Opah, aku sangat merindukan Omah." ucap Tasya memeluk Omah nya lagi.
"Bagaimana kabar kamu dan juga kandungan kamu? Sehat kan?" tanya Omah. "Alhamdulillah sehat omah." ucap Tasya.
"Wahh sudah besar yah, tidak terasa saja." ucap Omah mengelus perut Tasya.
"Raya nanti kalau adik nya sudah lahir, bantuin Mamah nya untuk jagain yah." ucap omah pada Raya.
Raya tersenyum.
"Baik Omah." ucap Raya.
"Omah seperti nya suami ku kelelahan dia juga mengantuk, aku nganterin ke kamar dulu yah." ucap Tasya.
"Baiklah, kamu juga istirahat lah, kamu pasti sangat kelelahan,biar Raya sama Stevan Omah yang jagain." ucap Omah.
__ADS_1
Tasya mengangguk.
"Jangan nakal sama Omah yah, Mamah mau istirahat sebentar yah." ucap Tasya. Raya sama Stevan mengangguk.
"Permisi Omah." ucap Darel meninggalkan Omah dan juga anak-anak di depan.
"Wahh kamar nya tetap sama yah," ucap Darel. Tasya tersenyum. "aku tukar Sprei nya dulu yah kak, kakak tunggu sebentar." ucap Tasya.
"Udah biar kakak aja, kamu istirahat, kamu gak boleh kecapean." ucap Darel. Dia mengambil spray bersih dan membalut kasur. Setelah itu mereka berdua berbaring.
Sebelum tidur Tasya menyempatkan menelpon Adik nya mengabari kalau dia sudah sampai, sementara adik nya dari kemarin sudah sampai, dia menggunakan pesawat agar lebih cepat.
Setelah selesai menelpon Tasya meletakkan ponsel nya.
"Kenapa Ibu belum bisa di temui yah, apa ibu sangat takut Jika melihat kami lagi?" batin Tasya.
"Tidur sayang, sebentar saja. Sebelum magrib nanti.' ucap Darel. Tasya mengangguk akhirnya mereka tidur.
Tidak beberapa lama Opah pulang.
"Opah." Raya berlari memeluk Opah nya.
"Raya, Stevan Kalian kenapa bisa di sini?" tanya Opah.
"Tasya sama Darel datang tadi jam Tiga Opah. Mereka sengaja tidak memberi tahu kedatangan mereka." ucap omah.
"Wahh akhirnya mereka datang juga, aku sudah sangat merindukan mereka." ucap Opah mengelus wajah Raya dan juga Stevan.
Omah sama Opah bermain bersama Raya dan Stevan.
"Opah sudah pulang?" ucap Tasya yang baru keluar dari kamar. Dia memeluk Opah nya.
"Ada acara apa kalian ke Bandung? Tumben sekali." ucap Opah.
"Bela ulang tahun Opah, dia mengundang kita datang ke acara nya, karena kemarin dia sudah datang aku gantian untuk datang ke acara nya, sekalian juga aku merindukan kalian." ucap Tasya memeluk Opah nya lagi.
"Tinggal lah lebih lama, omah sama Opah masih sangat merindukan Kalian." ucap Opah.
"Kita hanya bisa Tiga hari Opah, aku juga bekerja, dan juga kak Darel harus mengurus beberapa pekerjaan nya, di tambah lagi ibu yang belum sembuh Sampai sekarang." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***