Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 76


__ADS_3

"Kan Mamah Tasya nya lagi kerja, nanti kalau tidak kerja pasti ikut bareng kita." ucap suster. Raya hanya mengangguk saja.


Jalan-jalan mereka jadi tidak seru karena melihat Raya hanya diam saja walaupun dia tidak banyak protes dan hanya mengikuti papah nya dari belakang.


Waktu nya untuk makan Siang, Darel menyuapi Raya.


"Biar aku sendiri Pah. Papah makan saja biar cepat sembuh dan sehat." ucap raya.


Darel tersenyum. Karena dia sudah membiasakan anak-anak nya makan sendiri tidak di suapin.


"Kamu ngambek gara-gara Mamah gak ikut yah maka nya dari tadi kamu diam terus?" tanya Darel pada anak nya.


"Kalau keluar sama Mamah itu seru, kalau keluar sama Papah semua nya di larang." ucap Raya. Darel menghela nafas panjang.


"Ya udah papah minta maaf." ucap Darel.


"Huff aku tidak butuh permintaan maaf Papah." ucap raya. Darel pun diam.


Cukup lama mereka di sana waktu nya untuk pulang ke rumah. Namun Darel mampir ke swalayan membeli kan jajan apa saja yang mau di Makan oleh mereka.


Sebenernya Darel tidak ingin anak-anak nya makan ciki-ciki namun karena mau mengambil hati anak nya itu agar kembali tersenyum dia membiarkan Saja.


Sementara di kelas Tasya masih sibuk menjelaskan panjang lebar di depan.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Bagaimana semua nya sudah mengerti?" tanya Tasya membalik kan badan nya melihat ke arah mahasiswa.


."Mengerti Bu..!" ucap semua mahasiswa, Tasya kaget seketika bangku-bangku yang kosong tadi semua nya terisi.


"Maaf Bu kami datang Telat." ucap pria yang duduk paling di belakang.


Tasya melihat ternyata anak didik nya lebih banyak laki-laki dari pada perempuan.


Tasya menatap mereka semua.


"Yang Datang menyelonong berdiri dan maju ke depan!" ucap Tasya. Semua nya maju ke depan.


Tasya meminta mereka mencubit Kuping kawan-kawan nya masing-masing.


"Saya pikir anak SD lebih tertib dari Kalian, sekarang kalian harus merasakan Hukuman ini Selam sepuluh menit." ucap Tasya.


"Kalau kalian seperti ini Terus percaya lah kalian Akan lebih Lama di kampus ini, atau bisa jadi tidak lulus dan umur kalian semakin tua, Kalian tidak bisa membahagiakan kedua orang tua kalian." ucap Tasya.

__ADS_1


"Maaf Bu! Kamu hanya lelah saja dengan pelajaran ini tidak masuk ke otak Bu." ucap pria yang berbadan hitam dan berpenampilan berantakan.


"Huff coba saja kalian semua belajar bersungut-sungut. Pasti ini tidak akan sulit. Kalau kalian tidak paham bisa bertanya." ucap Tasya.


Mereka semua Diam.


"Besok Kelas Ibu tidak di sini, hari Senin kita bertemu lagi Ibu harus melihat semua nya hadir tidak ada yang absen dan harus berpakaian rapi." ucap Tasya.


"Ibu tidak meminta kalian berpakaian yang harus mahal dan juga cantik-cantik! Namun Harus rapi, seandainya baju kaus di gosok dulu." ucap Tasya.


"Baik Bu." ucap mereka.


"Ya udah kembali ke tempat duduk masing-masing!" ucap Tasya.


"Tapi belum sepuluh menit Bu!" ucap pria berbadan hitam tadi.


"Mau di tambah lagi?" tanya Tasya.


"Gak apa-apa Bu, biar ibu lebih Lama di sini, karena jarang-jarang ke kelas kami Dosen yang cantik." ucap pria itu.


Tasya menarik kuping pria itu.


"Siapa yang mau masuk ke kelas yang anak didik nya seperti ini!" ucap Tasya.


"Semua nya kembali duduk ke kursi masing-masing, percuma saja ibu menghukum kalian seperti ini, karena ini bukan lah waktu nya, kalian semua nya sudah dewasa." ucap Tasya.


"Pelajaran kita hari ini sampai di sini, Besok Senin kita ada kuis, semua yang ibu terangkan tadi sudah paham kan?" tanya Tasya lagi.


"Sudah kok Bu." ucap semua orang. Tasya tersenyum.


"Mungkin kalian pasti belum tau Ibu Siapa. Dan Ibu juga ingin kenal Kalian Siapa." ucap Tasya.


"Ibu Akan memperkenalkan diri ibu dulu, Habis itu kalian semua memperkenalkan diri!" ucap Tasya.


"Dia memperkenalkan diri nya dan giliran anak-anak setelah itu baru bisa keluar kelas. Tasya Tidak langsung pulang melainkan dia ada yang harus di bimbing dan organisasi yang sudah di ikuti oleh nya.


Sudah jam dua Siang jam nya sudah kosong, dia pun bisa pulang. Namun Tiwi menghampiri nya.


"Tasya! Tasya! Kamu di panggil sama dosen Gani." ucap Tiwi.


Tasya pun ke kantor Bertemu dengan dosen dia hanya memberikan beberapa Berkas-berkas, dan juga meminta bantuan Tasya menemani nya berkunjung ke salah satu Sekolah SMA yang ternama di kota itu.


Tasya yang harus lebih banyak mencari pengalaman dia pun mengangguk dia tertarik dengan ajakan bapak itu. setelah itu dia pun keluar.

__ADS_1


Handphone nya berdering, Tiwi mengajak nya mengopi di Cafe depan kampus.


Tasya pun ke sana.


"Hufff akhirnya bisa istirahat juga." ucap Tasya. sambil memesan Minuman dingin yang membuat badan nya Segar kembali.


Dia menelpon Bibi menanyakan keadaan anak-anak nya. Ternyata mereka sedang tidur, Tasya pun sedikit lega mereka akhirnya mau tidur dan mendengarkan kata-kata nya.


"Kamu Abis nelpon siapa?" tanya Tiwi.


"Aku mempunyai ponakan, aku memastikan mereka sudah tidur siang apa belum." ucap Tasya.


"Oohhh." ucap Tiwi.


"Oh iya malam ini kamu bebas gak? Temenin aku ke toko buku dong." ucap Tiwi.


"Aku tidak bisa! Soalnya Ponakan aku tidak bisa di tinggal." ucap Tasya.


"Humm ya udah deh gak apa-apa, besok- Besok Saja!" ucap Tiwi.


Tiwi adalah Dosen pembibing, dia berbadan besar baik dan juga ramah, dia agak sedikit ceplas-ceplos karena emosi ngurusin anak didik nya yang sangat luar biasa di tambah lagi di umur nya yang sudah 30 thn Belum mendapatkan jodoh.


Itu membuat nya sangat malu. Namun dia tetap enjoy menjalani hidup nya.


Cukup lama mereka berbincang-bincang di sana, Tasya harus pulang karena sudah jam empat sore.


Hanya butuh beberapa menit dia sudah sampai di rumah.


Melihat mobil nya masuk anak-anak keluar melompat sambil memanggil nya. Tasya melihat mobil suami nya sudah di rumah.


"Kak Darel cepat sekali pulang nya." batin Tasya. namun dia langsung mencium anak nya.


"Mamah! Mamah! ucap Raya sangat senang.


"Bubu.. bubu.." Ucap Stevan mereka berdua sangat senang.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2