Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 187


__ADS_3

"Iyah pak, bisa." jawab Ajeng.


"Silahkan duduk." ucap Darel. Ajeng pun duduk di depan Darel. "Sebelum nya kamu pernah cerita kan kalau orang tua kamu tidak setuju dengan hubungan kalian berdua, sekarang bagaimana?" tanya Darel.


"Humm masih tetap sama, kami berkencan secara diam-diam, dan kalau ibu sama ayah tau mereka akan marah." ucap Ajeng. "Alasan nya kenapa?" tanya Darel lagi.


"Humm orang tua saya terlalu gila dengan jabatan Pak, mereka tidak akan pernah setuju saya berhubungan dengan karyawan biasa. Kata nya akan memperburuk nama baik keluarga." ucap Ajeng. Darel terdiam.


"Kenapa Bapak bertanya soal itu?" tanya Ajeng.


"Saya hanya pusing dengan tanggapan orang tua saya pada pernikahan saya." ucap Darel.


Ajeng terdiam.


"Lalu bagaimana dengan keputusan kamu tentang hubungan kalian? Apa kamu akan mendengar kan orang tua kamu atau memperjuangkan hubungan kalian?" tanya Darel Ajeng tersenyum.


"Saya akan memperjuangkan hubungan saya dengan pasangan saya Pak. Saya yakin dia bisa mengambil hati orang tua saya, saya yakin dia adalah Pria yang bertanggung jawab." ucap Ajeng. Darel tersenyum.


"Saya salut dengan cara berfikir kamu." ucap Darel.


"Baiklah kalau begitu saya akan kembali bekerja Pak. Bapak tidak perlu ambil pusing, kalau bapak benar-benar mencintai pasangan bapak itu bukan lah keputusan yang sulit." ucap Ajeng, Darel mengangguk sambil tersenyum.


Darel membuka handphone nya.


Ada pesan dari Tasya kalau dia akan keluar bersama dosen-dosen yang lain jadi tidak perlu menjemput nya untuk makan siang.


Darel bertanya Tasya kemana dan ternyata tempat yang di kunjungi istri nya tidak jauh dari perusahaan nya.


Di rumah Bibik baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, dia mau memberikan Buk Adel Obat setelah selesai makan.


Dia kembali ke kamar buk Adel namun dia terkejut melihat Buk Adel mau melukai diri nya dengan gunting.


"Ibu!! Apa yang Ibu lakukan? Istighfar buk." Bibik merebut Gunting itu.


"Lepaskan saya! Lepaskan saya, lepas." buk Adel berontak namun Bibik tidak mau, dia melemparkan gunting itu keluar.


Orang yang di luar mendengar buk Adel berteriak dan juga Bibik minta tolong mereka langsung masuk dan sangat kaget melihat Buk Adel yang berusaha melukai diri nya sendiri.

__ADS_1


"Aku lelah, aku capek saya tidak bisa menahan semua ini lagi." ucap buk Adel sambil menangis.


Semua nya menenangkan Buk Adel. Bibik langsung mengabari Tasya. Tasya langsung pulang mengunakan kendaraan paling cepat setelah mendengar Ibu nya berusaha untuk bunuh diri.


"Ibu!" Tasya berlari langsung ke kamar dan melihat Ibunya sudah di tahan oleh dua orang sekaligus agar tidak kabur.


"Ibu, apa yang terjadi? Apa yang mengganggu fikiran ibu?" tanya Tasya. buk Adel menoleh ke arah Tasya.


"Kamu! Kamu pergi dari sini jangan pernah menunjukkan wajah kamu pada saya. Kamu bukan anak ku." ucap buk Adel pada Tasya.


"Ibu tenang dulu buk, jangan seperti ini, aku mohon." ucap Tasya mendekati buk Adel namun buk Adel semakin marah sehingga menendang perut Tasya.


"Non! Non baik-baik saja?" tanya Bibik panik.


Tasya menahan rasa sakit nya.


"Aku mohon buk jangan berbicara seperti itu, jangan melakukan hal yang aneh-aneh, aku mohon aku sayang pada Ibu jangan tinggalkan aku." ucap Tasya.


"Saya bukan Ibu kamu, menjauh dari saya. Saya rindu pad putri ku yang sudah kamu bunuh, saya akan melihat nya sebentar lagi." ucap buk Adel. Tasya menangis dia langsung memeluk Ibunya.


"Aku anak ibu, aku adalah anak ibu, jangan katakan seperti itu buk, aku ingin ibu di sini bersama aku, bersama ayah." ucap Tasya.


"Adel kamu cepat sembuh yah biar kita bisa main lagi, aku kesepian di sekolah gak ada teman." Kata-kata Sari sahabat Buk Adel, alias selingkuhan pak Ahmad.


Buk Adel mengingat kenangan nya bersama saat masih muda dengan Sari.


Namun seketika Air mata nya keluar ketika mengingat betapa tega nya waktu itu Sari pada diri nya.


"Jahat! Kamu sangat jahat Sari." ucap buk Adel. Tasya mengangkat kepalanya dia menatap Ibu nya.


"Aku mohon buk jangan melukai diri ibu sendiri, ibu tidak sendirian aku ada di sini, aku butuh ibu aku sayang ibu." ucap Tasya sambil menangis.


Buk Adel menatap wajah Tasya yang menatap nya sambil menangis.


"Ibu lihat aku, aku di sini untuk ibu." ucap Tasya.


Dia memegang wajah Ibu nya yang sudah tegang tidak beberapa lama Ibu nya pingsan.

__ADS_1


"Buk! Ibu bangun buk, bangun Ibu." ucap Tasya membangun kan Ibu nya.


Akhirnya buk Adel si bawa ke rumah sakit, Ternyata buk Adel semakin parah sehingga harus rawat di rumah sakit.


Tasya berusaha menelpon ayah nya namun Ayah nya tidak bisa di hubungi.


Tasya menghubungi suami nya namun suami nya sedang ada kerjaan yang tidak bisa di ganggu sehingga Ajeng yang memegang ponsel Bos nya itu.


"Ya Allah Ayah Kemana sih? kenapa ayah tidak bisa di hubungi?" tanya Tasya. Dia sudah sangat panik di depan ruangan Ibu nya.


Tidak ada pilihan lain lagi, Tasya pun memberi tahu pada adiknya Riski. Riski marah karena baru di kasih tau sekarang, dia memutuskan untuk segera pulang ke Pekanbaru.


Tasya duduk di luar menunggu Kabar dari dokter. Setelah dokter keluar Tasya langsung menanyakan keberadaan Ibu nya.


"Bagaimana dengan ibu saya Dok?" tanya Tasya.


"Buk Adel memiliki penyakit yang sangat langka, di tambah depresi karena beban fikiran nya membuat keadaan nya semakin memburuk, kami akan melakukan yang terbaik." ucap dokter.


"Saya mohon lakukan apa saja agar ibu saya sembuh dok, saya mohon." ucap Tasya.


"Kamu tidak bisa melakukan lebih karena buk Adel memiliki penyakit yang sulit di sembuh kan." ucap dokter.


"Penyakit buk Adel sudah Lama sehingga sudah menjalar di seluruh tubuh nya, dan tensi nya sangat Rendah sekali. Datang ke rumah sakit sekarang sudah telat." ucap dokter. Tasya Terdiam.


"Kita hanya bisa banyak berdoa untuk kesembuhan Buk Adel." ucap dokter dan permisi setelah itu meninggal Tasya yang sangat lemas.


"Non! Non!" Bibik menahan badan Tasya yang sangat Lemas mau jatuh ke lantai. Bibik membantu Tasya untuk duduk.


"Kenapa Tidak ada yang memberi tahu kalau ibu sedang sakit? Kenapa semua nya diam saja?" tanya Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2