
"Aku tidak Akan membebani kakak atau pun orang tua Kakak. Aku tidak perduli dengan siapa pun asalkan anak-anak Sama ku." ucap Tasya.
"Jangan lakukan itu Tasya. Kakak mohon." ucap Darel. Tasya tersenyum tipis.
"Aku sudah cukup mengalah selama ini kak, maaf kan aku yang sudah berubah. Aku lelah selalu di tindas. Aku bahkan menyarahkan seluruh hidup ku pada kakak aku rela menikah dengan kakak dan mengurus kakak namun kakak membalas ku dengan seperti ini, aku merasa ini sudah cukup terlalu banyak drama di hidup ku." ucap Tasya.
Tiba-tiba Darel memohon maaf di kaki Istri nya.
Dia menangis namun Tasya sama sekali tidak ada respon sama.
"Aku rasa perjuangan ku sia-sia semua kak, kakak sama sekali tidak memikirkan perasaan ku, memikirkan nasib ku." ucap Tasya.
"Kakak minta maaf Tasya, kakak mohon cabut kata-kata kamu." ucap Darel. Tasya mengawas kan kaki nya dari tangan Darel.
"Maaf kan aku kak, aku tidak bisa. Mungkin ini adalah jalan terbaik agar aku tidak sedih dan menderita hanya karena mempertahankan Hubungan seperti ini. Dan juga baik untuk Kakak dan keluarga kakak." ucap Tasya.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Lihat mereka Tasya, kamu juga harus memikirkan calon anak kita, mereka akan sangat sengsara ketika kita berpisah." ucap Darel.
"Dan menurut Kakak Jika tidak berpisah jauh lebih baik? Aku rasa tidak, aku memiliki suami yang sama sekali tidak bertanggung jawab." ucap Tasya.
"Kita bisa membicarakan ini baik-baik Tasya." ucap Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku bisa mengurus mereka sendiri. Aku bisa hidup tanpa kakak." ucap Tasya.
Darel terus memohon namun tiba-tiba Mamah nya masuk. Dia menampar wajah Tasya Sangat keras sampai Darel dan juga Tasya terkejut.
"Dasar istri kurang ajar!"' ucap Bu Tima. Tasya memegang pipi nya. Darel berdiri.
"Apa yang mamah lakukan?" tanya Darel. "untuk apa kamu memohon pada wanita yang tidak mempunyai hati seperti dia? Tidak ada gunanya!" ucap Bu Tima.
"Kenapa Mamah berbicara seperti itu? Ingat mah Tasya Masih istri ku." ucap Darel.
"Ceraikan dia! ceraikan dia mamah bilang. Mamah tidak mau putra Mamah satu-satunya menghabiskan usianya bersama wanita seperti ini. Anak haram!" ucap buk Tima.
Tasya menatap Bu Mita. Dia sangat sakit hati mendengar kata-kata ibu mertua nya itu.
"Mamah cukup menghina dan selalu menyalahkan ku, sekarang aku benar-benar pasrah untuk berpisah dengan putra Mamah satu-satunya ini. Tapi anak-anak Akan aku bawa bersama ku karena mereka lahir dari rahim mbak ku bukan dari rahim Mamah. Mereka adalah tanggung jawab ku." ucap Tasya.
__ADS_1
"Silahkan bawa mereka, saya tidak penting anak-anak nakal seperti mereka tinggal bersama saya!" ucap bu Tima.
"Mamah aku mohon jangan seperti itu." ucap Darel.
"Percuma saja kamu memohon pada mamah. Mamah sudah sangat membenci wanita ini, setelah anak itu lahir mamah mau kamu mengutus surat cerai." ucap Bu Tima.
"Enggak mah, aku gak bisa mah, aku mohon jangan melakukan ini." ucap Darel.
"Sekarang mamah minta kamu untuk memilih. Mamah yang sudah melahirkan kamu bertaruh nyawa dan membesarkan kamu sampai sekarang atau perempuan yang tidak tau diri seperti dia?" tanya Bu Tima.
Darel tidak bisa memilih antara istri atau Ibu nya. Jika memilih salah satu yang satu nya akan kecewa.
"Aku tidak bisa mah." ucap Darel.
"Aku rasa juga tidak perlu untuk memilih di antara aku atau mamah. Bahkan mamah tidak memberikan pilihan pada nya mamah hanya bisa menekan Kak Darel." ucap Tasya.
Buk Tima semakin kesal.
"Sekarang kamu keluar dari rumah saya! keluar bawa semua anak kamu dan juga barang-barang nya." ucap Bu Tima.
"Oke baiklah, aku sama sekali tidak keberatan. Semoga mamah bahagia dengan apa yang Mamah lakukan." ucap Tasya.
Candra dan juga Bibik tidak bisa mengatakan apapun.
Candra membantu Tasya untuk mengumpulkan baju anak-anak nya.
"Raya dan Stevan hanya diam saja, mereka sudah sangat takut. Tasya tidak berani melihat wajah Raya dan Stevan karena tidak mau menangis dia sangat merasa iba dengan mereka.
Namun dia tidak kuat. Dia langsung memeluk mereka berdua. "Maafin Mamah yah nak, Mamah benar-benar gagal untuk melindungi kalian. Mamah tidak bisa mempertahankan ini lagi." ucap Tasya.
Candra melihat Tasya dia jadi ikut terharu.
"Suster tolong kumpulkan semua pakaian anak-anak, jangan sampai ada yang tersisa." ucap Tasya. Suster Mengangguk.
"Kita pulang ke Indonesia sama mamah mau kan?" tanya Tasya. Raya dan Stevan mengangguk.
"Kita pulang tampa papah gak apa-apa kan?" tanya Tasya.
"Tapi kasian papah kalau di tinggal sendirian mah. Nenek Akan terus memarahi papah." ucap Raya.
__ADS_1
"Papah bisa membela diri sendiri. Mamah nya tidak mungkin jahat sama Anak nya sendiri, kamu jangan khawatir Yah." ucap Tasya.
Candra membantu membawa koper keluar namun tiba-tiba Darel datang menahan Candra.
"Kamu kan yang meminta istri saya menceraikan saya? Kamu mempunyai hubungan dengan istri saya kan?" ucap Darel.
Candra terkejut dia hanya bisa diam.
"Jauhi istri saya!" ucap Darel marah, Tasya datang dan meminta Darel melepaskan Candra.
"Lepaskan dia, pak Candra sama sekali tidak ada hubungan nya dengan rencana Berpisah kita.' ucap Tasya.
"Apa kamu sudah mencintai pria ini? Apa kamu akan menikah dengan dia?" tanya Candra.
"Kaka pikir kamu di sana setia menunggu saya, namun ternyata diam-diam kamu menjalin hubungan dengan pria ini!" ucap Darel.
"Ternyata kakak sama Mamah kakak Sama yah, menuduh yang tidak saya lakukan sama sekali. terserah apa yang kakak katakan aku tidak perduli." ucap Tasya.
Candra langsung menepis tangan Darel dari kerah bajunya.
"Sebelum Anda sadar apa yang telah anda lakukan jangan berharap bisa kembali ke kehidupan Tasya." ucap Candra.
Darel seketika terdiam mendengar kata-kata Candra.
"Apa maksud kamu?" tanya Darel.
Candra tersenyum tipis.
"Anda memang sangat cocok jadi pemimpin di perusahaan atau di segala bisnis, namun tidak cocok jadi pemimpin di rumah tangga." ucap Candra.
"Jangan ikut campur!" ucap Darel mau menghajar wajah Candra namun di tahan oleh Candra mendorong nya kuat.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***