
Namun tiba-tiba Darel keluar dari rumah yang tepat di depan Tasya dan Candra serta supir beberapa bodyguard dan juga penerjemaah mereka.
Namun yang bikin Tasya terdiam adalah Darel keluar dari rumah itu di gandeng oleh wanita yang tidak asing ya itu mantan Pacar Darel dulu. Model terkenal yang di Indonesia.
Mereka terlihat sangat bahagia.
Namun tiba-tiba Darel Berhenti tersenyum ketika melihat Tasya berdiri tepat di depan nya.
Tangan wanita itu di lepas oleh nya.
"Heh Tasya, ngapain kamu ke sini?" tanya Bu Tima tiba-tiba datang.
Tasya menghapus air mata nya dengan cepat ketika melihat mertua nya datang.
"Aku ingin melihat Raya dan Stevan." ucap Tasya.
"Tidak bisa. Mereka tidak membutuhkan kamu lagi. lebih baik kamu pulang saja, kamu mengganggu mereka saja kalau datang." ucap Buk Tima.
"Aku hanya ingin memastikan kalau mereka baik-baik saja.' ucap Tasya.
"Sudah mah, biar aku yang berbicara dengan Tasya." ucap Darel.
"Tidak bisa! Kamu masuk ke dalam." ucap Bu Tima pada Darel. Tania Langsung membawa Darel ke dalam.
"Aku mohon mah hanya melihat mereka saja, setelah itu Aku akan pulang." ucap Tasya. "Stevan, aku seperti mendengar suara Mamah." ucap Raya pada Stevan yang sedang bermain di dalam rumah.
Stevan berlari keluar namun langsung di tahan oleh Tania.
"Kalian mau kemana?" tanya Tania.
"Mamah, mamah." Stevan berteriak dari dalam. Tasya mendengar nya.
"Sayang bantu tahan mereka." ucap Tania. Namun Darel tidak melakukan nya, akhirnya Raya dan Stevan lepas mereka mengejar Tasya.
Tasya melihat mereka dia langsung memeluk.
Nenek nya mau memisahkan mereka sampai melakukan hal kasar namun tiba-tiba Darel memohon pada mamah nya agar membiarkan mereka.
"Mamah aku sangat rindu." ucap Raya. "Mamah juga sangat rindu pada kalian nak." ucap Tasya.
__ADS_1
Raya dan Stevan membawa Tasya masuk ke dalam kamar nya.
"Kenapa kamu membiarkan dia masuk?" tanya Bu Tima pada Darel. "Dia masih istri aku Mah, dia juga mamah nya anak-anak." ucap Darel.
"Sudah berapa kali Mamah bilang ceraikan dia." ucap Bu Tima. "Kamu bentar lagi dengan Tania menikah." ucap bu Tima.
"Mah Tasya Sedang mengandung." ucap Darel.
"Pokoknya Mamah gak mau tau, kamu harus segera menceraikan dia setelah anak itu lahir." ucap Bu Tima.
Tania hanya diam saja.
"Perut Mamah sudah besar banget. Pasti Mamah sering sakit kan? Terus yang bantuin sama nemanin Mamah di sana siapa?" tanya Raya.
"Ada banyak kok. Sekarang ada Nenek dan Kakek di sana." ucap Tasya.
"Terus bagaimana sekolah Kamu nak? pasti kamu mempunyai banyak teman." ucap Tasya.
"Aku tidak sekolah Mah." ucap Raya. Tasya terdiam dia bingung harus mengatakan apa. Dia memeluk mereka berdua.
"Sebentar lagi Papah mau menikah dengan Tante Tania mah, aku gak mau di sini, aku mau ikut sama Mamah aja.' ucap Raya.
Tasya tidak bisa menjawab. Dia hanya ingin menangis melihat anak nya semakin kurus.
Tidak beberapa lama mereka tidur. Darel masuk ke dalam kamar dan melihat Tasya menatap kedua anaknya sambil menangis.
"Kita bisa bicara?" tanya Darel. Tasya menoleh ke arah Darel.
Dia menghapus air mata nya.
"Bisa! Kebetulan aku juga mau membicarakan sesuatu pada Kakak." ucap Tasya.
"Bagaimana kabar kamu di sana? apakah semua nya baik-baik saja? Bagaimana dengan kesehatan anak kita?" tanya Darel.
"Seperti yang kakak lihat aku baik-baik saja. Aku pikir kabar ku atau aku tidak lagi penting untuk kakak. Lagian kakak juga sudah mau menikah dengan wanita lain kan?" ucap Tasya.
"Dengar kan kakak dulu, kamu jangan salah paham." ucap Darel. "Apa yang harus aku dengar kan kak? Semua nya sudah begitu jelas. kakak sangat bahagia bersama wanita itu sementara anak-anak kurus tertekan batin dan juga aku kakak abaikan." ucap Tasya.
"Kakak bisa menjelaskan semuanya. Jangan marah." ucap Darel mendekati Tasya. "Apa yang mau kakak jelas kan? apa?" ucap Tasya mulai menaikkan suara nya dia tidak perduli lagi anak nya bangun atau tidak.
__ADS_1
"Ini semua permintaan Mamah sama papah. Kakak tidak bisa menolak nya, tolong kamu mengerti." ucap Darel. Tasya menampar wajah suaminya.
Darel terkejut.
"Kakak pantas mendapatkan nya. Ternyata perjuangan ku selama ini sia-sia, aku sama sekali tidak berharga di mata kakak." ucap Tasya sudah sangat marah.
"Aku pikir di usia kakak yang sudah segini bahkan sudah menikah dua kali bisa dewasa dan Tegas mengambil keputusan ternyata aku salah. Aku salah besar berfikir seperti itu." ucap Tasya.
"Asal kakak tau. Kakak adalah pria yang benar-benar bodoh sangat bodoh. Kakak sebagai kepala keluarga tidak bisa mengambil keputusan hanya karena orang tua." ucap Tasya.
"Maaf kan aku yang sudah kurang ajar, tapi aku benar-benar sudah menyerah, aku tidak kuat dengan semua ini. Aku tidak bisa hidup dengan suami yang sama sekali tidak bisa menentang orang tua nya demi kebaikan anak nya." ucap Tasya.
"Aku sudah memutuskan nya untuk melepaskan kakak, aku ikhlas kakak Menikah dengan orang lain sesuai permintaan orang tua kakak Tapi aku mohon ceraikan aku setelah melahirkan nanti, itu permintaan terakhir ku. Dan aku juga akan membawa Raya dan Stevan." ucap Tasya.
Begitu tegas dia mengucapkan itu tampa ragu-ragu sedikit pun. Darel terdiam dia terkejut dengan Kata-kata istri nya.
"Kamu bercanda kan? kamu tidak mungkin mau berpisah dengan ku, kita saling mencintai." ucap Darel.
"Karena aku mencintai Kakak, aku ingin kakak bahagia dengan wanita itu." ucap Tasya.
"Aku tidak Akan membebani kakak atau pun orang tua Kakak. Aku tidak perduli dengan siapa pun asalkan anak-anak Sama ku." ucap Tasya.
"Jangan lakukan itu Tasya. Kakak mohon." ucap Darel. Tasya tersenyum tipis.
"Aku sudah cukup mengalah selama ini kak, maaf kan aku yang sudah berubah. Aku lelah selalu di tindas. Aku bahkan menyarahkan seluruh hidup ku pada kakak aku rela menikah dengan kakak dan mengurus kakak namun kakak membalas ku dengan seperti ini, aku merasa ini sudah cukup terlalu banyak drama di hidup ku." ucap Tasya.
Tiba-tiba Darel memohon maaf di kaki Istri nya.
Dia menangis namun Tasya sama sekali tidak ada respon sama.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1