Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 229


__ADS_3

Namun wajah wanita itu tidak terlihat jelas karena sudah terkelupas. Namun Tasya bisa yakin kalau itu bukan Ibu Adel.Dia mengambil dan menyimpan nya. Dia langsung keluar dari kamar setelah membersihkan semua nya.


"Loh kak Darel sudah di sini?" ucap Tasya kaget melihat suami nya sudah datang."Iyah, tadi nya kakak tidak ingin ke sini, namun kebetulan kakak kerja di sekitar sini." ucap Darel.


"Oohh, mau aku bikinin teh dulu?" tanya Tasya. Darel mengangguk. Tasya meletakkan foto itu di atas meja.


Darel penasaran dia melihat foto itu. Dia mencocok foto yang ada di ponsel nya ternyata sama. Wanita itu adalah buk Mita.


Darel mendapatkan foto itu dari akun Facebook lama Buk Mita. Dia sekarang sudah tau apa yang terjadi di masa lalu.


Tidak beberapa lama Tasya datang membawa Teh pada suami nya. "Hanya ada Teh di dapur gak apa-apa yah minum ini aja." ucap Tasya.


"Iyah gak apa-apa." ucap Darel..


"Kakak mau lanjut kerja lagi atau bagaimana?" tanya Tasya.


"Mau langsung pulang saja." ucap Darel.


"Oohh sekalian Bareng anak-anak yah Kak, aku ada kerjaan di kampus sebentar." ucap Tasya.


"Oohh ya udah gak apa-apa." ucap Darel. Mereka pulang sementara Tasya langsung berangkat ke kampus lagi.


Sebenarnya dia tidak ke kampus Melainkan datang untuk menemui Ayah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Ayah nya.


"Permisi." ucap Tasya karena pintu tidak di kunci. "Iyah, Siapa yah?" buk Mita datang dan terkejut ternyata itu adalah Tasya.


"Tasya, kamu di sini?" tanya buk Mita. "Silahkan masuk dulu.' ajak buk Mita Tapi Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Mana Ayah?" tanya Tasya. "Belum pulang. Kamu bisa menunggu di dalam, ayo masuk dulu, ibu juga mau membicarakan sesuatu dengan kamu" ucap buk Mita, namun Tasya menepis tangan Buk Mita.


"Jangan pernah menyentuh saya! Ibu adalah wanita yang tidak punya hati!" ucap Tasya. Buk Mita sangat terkejut dengan kata-kata putri nya itu.


"Ayo silahkan duduk dulu." ajak Buk Mita. Namun Tasya mendorong wanita itu. "Aku tidak suka melihat ibu bersama ayah ku, tinggalkan ayah ku secepat nya." ucap Tasya dengan nada yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Tasya!" tiba-tiba pak Ahmad datang dan membantu buk Mita Berdiri.


Buk Mita menangis dia mau memegang Tasya namun Tasya menghindar. "Apa yang kamu lakukan Tasya? Apa yang kamu lakukan?" tanya pak Ahmad.


"Justru aku yang harus bertanya pada Ayah, kenapa ayah tega melakukan ini pada kami? Ayah selingkuh dengan wanita ini di saat ibu seperti ini, Ayah sangat tega." ucap Tasya.


Ayah nya diam. "Aku ingin berbicara dengan ayah." ucap Tasya. Tasya mengeluarkan foto yang dia dapat dari tas nya.


"Siapa wanita yang sedang mengendong ku Ayah? Siapa aku sebenarnya? Aku bukan anak kandung Ibu kan?" tanya Tasya.


Pak Ahmad dan buk Mita langsung terdiam. Mereka sangat gugup.


"Jawab Ayah! Jawab!" ucap Tasya.


"Dengarkan ayah baik, kita bisa membicarakan ini tapi tenang lah, ayo masuk ke dalam dulu." ajak pak Ahmad.


"Aku tidak mau masuk ke dalam rumah itu, karena ini bukan lah rumah ku." ucap Tasya.


"Tasya tenang lah." ucap buk Mita.


"Tenang? Setelah ibu datang menghancurkan hidup saya sejak bayi bisa mengatakan tenang?" ucap Tasya tidak tahan lagi dia sudah sangat marah.


"Perempuan ini adalah Buk Mita kan?" ucap Tasya.


Buk Mita menangis. "Ayah bisa menjelaskan nya nak, jangan salah paham dulu." ucap pak Ahmad.


Tasya terdiam dia menghela nafas panjang.


"Kenapa Ayah melakukan ini? Kenapa Ayah sangat tega melakukan ini pada Ibu? Dan karena perbuatan ayah aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah dan ibu." ucap Tasya.


"Semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan nak." ucap pak Ahmad. "Aku hanya butuh kejujuran ayah. Aku sebenarnya anak siapa?" tanya Tasya.


"Kamu adalah anak Kita." ucap buk Mita. Tasya menatap buk Mita. Dia menggeleng kan kepala nya seakan-akan tidak percaya.


"Ini adalah ibu kandung kamu nak, ini adalah ibu yang mengandung kamu." ucap Buk Mita mau memeluk Tasya namun Tasya tetap tidak mau.

__ADS_1


"Kenapa kalian melakukan ini?" tanya Tasya.


"Ayah mencintai buk Mita, ayah sangat mencintai nya sebelum Ayah menikah dengan ibu kamu." ucap pak Ahmad.


Tasya Menghela nafas panjang dia berusaha untuk tidak menangis.


"Kalian tau, karena cinta Kalian berdua aku yang menanggung semua nya! Aku rela di benci seumur hidup ku oleh ibu yang aku pikir itu adalah ibu kandung ku, bahkan Ayah juga membenci ku." ucap Tasya.


"Kalau bisa memilih aku tidak ingin terlahir ke dunia ini kalau seperti ini yang aku rasakan." ucap Tasya.


"Aku sama sekali tidak pernah berfikir kalau aku adalah anak haram, aku korban dari cinta kalian. Dan ini kenyataan yang sangat sakit aku terima." ucap Tasya.


"Maaf kan Ayah dengan ibu nak, kamu bersalah." ucap Pak Ahmad. Namun Tasya langsung pergi begitu saja. Dia berbalik ternyata suami nya sudah ada di sana bersama anak-anak nya.


"Tasya bicarakan baik-baik dengan orang tua kamu terlebih dahulu, jangan menjadikan ini jadi beban fikiran kamu. Kakak mohon." ucap Darel.


"Aku tidak bisa, karena semakin di jelaskan itu membuat aku sakit kak." ucap Tasya. Darel menahan tangan Tasya dia langsung memeluk nya.


"Kamu bukan anak kecil lagi Tasya, kamu harus menyelesaikan nya sekarang, kakak tidak ingin melihat Kamu seperti ini Terus." ucap Darel.


Tasya menangis di pelukan suaminya.


"Kenapa aku terlahir di Dunia ini kalau aku harus menjalani hidup yang sepahit ini, aku tidak berhenti menerima cacian makian dari ibu ku, namun sekarang saat dia sakit aku di hadap kan oleh kenyataan kalau aku adalah anak orang lain." ucap Tasya.


"Tasya! Ibu mempunyai alasan untuk meninggalkan kamu." ucap Buk Mita.


"Karena permintaan Buk Adel kan? Aku sudah tau semua nya buk, aku lahir sebagai anak haram yang tidak mempunyai identitas dan di campak kan begitu Saja oleh kalian." ucap Tasya.


"Bukan seperti itu nak, dulu ibu berfikir kalau Adel akan merawat kamu, ternyata tidak." ucap Buk Mita.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya..

__ADS_1


biar author tambah semangat.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2