
"Kakak minta maaf sudah marah dan mengatakan hal yang tidak enak." ucap Darel.
"Aku gak apa-apa kok, Lagian aku sudah merencanakan balik ke Bogor dari dua Minggu yang lalu." ucap Tasya.
"Kalau kamu pulang ke Bogor bagaimana dengan tanggapan orang tua kamu dan kakak." ucap Darel.
"Aku berusaha untuk berbicara dengan keluarga ku, kakak juga begitu, karena kita memang tidak cocok." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang dia mendekati Tasya.
"Kakak akan ijinkan kamu ke Bogor bawa anak-anak, tapi Kakak mohon jangan sampai orang tua kita tau kita sedang ada masalah." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang. Dia tidak mengatakan apapun.
"Ayo anak-anak kita berangkat." ucap Tasya. namun Darel menahan tangan Tasya.
"Aku akan mengantar kan kalian ke Bandara." ucap Darel.
"Horeee.... Papah nganterin." ucap Raya.
Akhirnya mereka pun berangkat setelah sampai.
"Papah gak mau ikut ke Bogor?" tanya Raya.
"Nanti papah nyusul yah, baik-baik di sana, kabari papah kalau sudah sampai." ucap Darel.
Ini untuk pertama kalinya Darel LDR dengan anak-anak nya, Air mata nya keluar. Namun kalau mereka tinggal di rumah lebih sengsara lagi karena tidak ada yang merawat, mereka sudah cukup dekat dengan Tasya.
"Kami berangkat dulu kak, kakak jaga kesehatan." ucap Tasya. Tampa menyalim dia mengendong Stevan dan pergi.
Darel menghapus air mata nya. Hati nya terasa sangat Sedih di tinggal kan oleh orang yang di sayang.
Darel melambai kan tangan nya.
Darel pun berangkat ke kantor. Sementara di pesawat Tasya sebenarnya tidak tega meninggalkan Darel sendirian, namun dia juga harus pergi, buat apa dia bertahan kalau kedua nya tidak baik.
Setidaknya dia bertanggung jawab Atas anak-anak Kakak nya.
Tidak terasa hari sudah malam, Darel pulang tengah malam lagi namun dalam keadaan mabuk.
Dia masuk ke rumah dan keadaan rumah sangat gelap Dan sangat sepi, Darel masuk ke kamar anak nya berharap mereka Masih ada di sana ternyata tidak ada.
Tasya dan Anak-anak baru saja sampai. mereka di sambut hangat oleh omah dan opah.
"Tasya. Opahhh sama omah sangat merindukan kamu." ucap omah Sambo menangis. Tasya juga ikut menangis karena sudah sangat rindu.
", kenapa mereka bisa ikut dengan kamu? Bagaimana dengan papah nya?" tanya Omah sambil membawa mereka ke gendongan.
"Aku tidak tega meninggalkan nya Omah." ucap Tasya.
"Kamu jadi semakin cantik saja sekarang, badan kamu berisi." ucap Omah.
__ADS_1
"Aku hanya di rumah saja sekarang Omah, dulu belajar membuat ku kurus." ucap Tasya.
Omah nya mengelus rambut Tasya.
"Kamu bilang kamu Akan datang Tiga hari lagi, namun kenapa sangat mendadak." ucap Omah.
Tasya menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
"Aku sudah sangat rindu sama Omah dan Opah. Aku juga ada sesuatu yang mau di urus." ucap Tasya.
"Oohh." ucap Omah.
"Tadi Bibi sudah Masak makanan kesukaan kamu, kamu Makan yah. Bawa juga ponakan kamu Makan." ucap Omah.
Raya langsung menatap Tasya.
"Mereka tidak suka di bilang ponakan omah." ucap Tasya.
"Lalu apa dong?" tanya Omah.
"Papah sudah menikah dengan Tante Tasya, jadi kami Adalah anak nya." ucap Raya.
Omah dan Opah tersenyum.
"Humm Cicit omah pintar banget sih. Iyah Anak Tante Tasya. " ucap Omah.
"Kalau begitu jangan panggil Tante dong, panggil nya Mamah." ucap Omah.
"Kamu harus mengajar kan mereka." ucap Omah.
Tasya mengangguk.
Setelah selesai makan Tasya membawa Anak-anak nya ke kamar pribadi nya.
"Wahhh kamar Tante sangat cantik, besar lagi." ucap Raya.
Tasya tersenyum.
"Mulai dari sekarang ini kamar kita bersama." ucap Tasya.
"Hufff Papah benar-benar sangat jahat sama Tante, di sana papah Malah tidak mempunyai kamar sendiri." ucap raya.
"Bukan seperti itu, tapi Tante aja yang gak mau, Tante mau tidur sama anak-anak yang cantik dan juga ganteng." ucap Tasya.
Stevan berlari-lari di kamar itu.
"Kita bersih-bersih dulu baru tidur yok." ajak Tasya. Mereka ke kamar mandi, setelah itu tukar pakaian dan tidur.
"Papah sekarang lagi apa yah." ucap Raya. Tasya terdiam.
"Aku mau nelpon Papah." ucap Raya.
__ADS_1
"Tapi ini sudah larut malam, Papah pasti sudah tidur, besok saja yah, kamu juga harus istirahat." ucap Tasya.
Raya pun mengangguk dia akhirnya tidur.
Namun sepanjang malam Raya sangat gelisah tidak berhenti memanggil papah nya. Sementara Stevan rewel karena badan nya kecapean.
Keesokan harinya Tasya bangun telat karena tidak bisa tidur, dia keluar dari kamar melihat Opah dan omah nya duduk di teras.
Sudah lama mereka tidak duduk mengopi bersama, Tasya duduk di samping omah nya.
"Kamu yakin gak apa-apa Darel di tinggal kab sendiri." ucap Omah.
"Gak apa-apa kok Mah, dia sudah mengijinkan aku membawa anak-anak." ucap Tasya.
"Huff Bagus deh. Omah ingin kamu Sama suami kamu baik-baik saja, Omah tidak ingin mendengar kalian ada masalah." ucap Omah.
"Omah tau ini pasti sangat sulit untuk kamu, namun perlahan kamu akan bisa menerima nya, kamu harus belajar mencintai suami kamu." ucap Omah.
"Tapi Omah." ucap Tasya.
"omah tau, hanya saja kamu sudah menikah dengan dia, jangan membuka keluarga malu, kamu harus memperjuangkan Rumah tangga kamu. Omah sangat percaya sama kamu, kakak kamu pasti bahagia." ucap Omah.
Tasya bersender pada Omah nya.
"Sudah lah Mah, dia sudah dewasa pasti dia paham, jangan terlalu membebani nya dengan pembahasan itu." ucap opah.
Tasya tersenyum.
"Aku pulang ke sini mau mencari ketenangan, aku mau lama-lama di sini sama Omah dan Opah." ucap Tasya.
"Ya sudah tidak apa-apa. Asal kamu jangan lupa kamu sudah punya suami." ucap Omah, Tasya mengangguk.
"Lihat tuh anak-anak kamu sudah keluar. Mereka sangat mirip dengan kakak dan suami kamu." ucap Opah. Tasya tersenyum.
"Selamat pagi sayang." ucap Tasya mengendong Stevan.
"Telpon Papah Tante." ucap Raya. Tasya mengangguk dia mengambil handphone nya ke Dalam.
Dia mengambil nomor Darel dari handphone Raya. Cukup Lama menelpon namun tidak di jawab.
Di tempat lain Darel yang ketiduran di kamar anak-anak terbangun handphone yang di saku celana nya berbunyi.
Darel melihat nomor baru yang menelpon nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***