
"Oke baiklah, aku minta maaf aku sangat senang sehingga aku lupa," ucap Tasya sedikit tidak enak dia memegang pipi Darel dengan kedua tangan nya menatap nya dengan tatapan membujuk.
"Kakak tidak akan memberikan kamu Maaf." ucap Darel.
"Yah suami aku Ngambek nih."
"Papah kalau sama Mamah Manja banget." ucap Raya, seketika Tasya melepaskan tangan nya dan menjauh dari Darel.
Darel menoleh ke arah Raya.
"Aku haus Pah mau minum dulu." ucap Raya agar dia bisa keluar.
Setelah Raya keluar Tasya mendekati Darel.
"Kakak masih tetap ngambek?" tanya Tasya. Darel mengabaikan Tasya.
"Huff ya sudah kalau begitu kita makan dulu yok." ajak Tasya menarik tangan suaminya.
Namun Darel masih bermalas-malasan. Namun tiba-tiba handphone Tasya berdering tepat di depan Darel.
Tasya mau mengambil nya namun tiba-tiba Darel mengambil dengan cepat melihat nama Alex di sana.
"Tidak penting!" ucap Darel menolak panggilan dan mematikan handphone Tasya.
"Kak Darel!!" ucap Tasya.
"Kenapa? Kamu mau marah?" tanya Darel.
"Tapi tidak perlu di tolak juga kak, bagaimana nanti kak Alex tersinggung."
"Kalau begitu telpon balik!" ucap Darel dengan nada yang sudah tidak bersahabat lagi.
"Arhhh sudah lah lebih baik kakak segera makan biar gak marah terus." ucap Tasya.
Darel menarik tangan Tasya keluar.
"Huff kalau bukan karena suami aku mungkin sudah aku jambak rambut nya ." batin Tasya geram melihat Darel berjalan duluan.
Setelah selesai menemani Darel makan Tasya langsung ke ruang tamu.
"Bik Riski langsung tidur yah?" tanya Tasya.
"Iyah Non, seperti den Riski kelelahan." ucap Bibik.
"Besok kalau dia bangun nya kesiangan tolong masakin Mie goreng yah bik, dia kebiasaan bangun terlambat padahal pagi-pagi aku sudah harus ke kerja." ucap Tasya.
"Baik non." jawab Bibik.
"Raya kita bobok yok sayang." ajak Tasya pada Raya yang nonton sama suster dan Bibik.
Raya mengangguk dia berlari mengikuti Mamah nya.
Stevan sudah dari tadi tidur di kamar. Raya datang menyusul.
__ADS_1
"Aku mau tidur di samping papah yah Mah." ucap Raya, Tasya tersenyum sambil mengangguk.
Darel masuk ke kamar, dia melihat istrinya sudah tidur di samping Darel begitu nyenyak.
"Huff baru saja masuk ke kamar sudah tidur saja."
Dia duduk di pinggir kasur dekat Tasya sambil mengelus rambut istri nya.
Darel menatap wajah cantik natural milik istri nya itu seketika dia tersenyum.
"Mendapatkan kamu rasa nya seperti pertama kali mendapat kan hati Amel waktu itu, kakak sangat bersyukur di pertemuan dengan wanita-wanita yang sangat cantik, baik dan sabar seperti kamu dan Amel." ucap Darel mencium kening Tasya namun belum sempat mencium nya Tasya tiba-tiba terbangun.
"Apa yang kakak lakukan?" tanya Tasya kaget menahan badan Darel agar tidak terlalu dekat dengan nya.
Darel pun langsung bangun.
"Maaf." ucap Darel langsung pindah dan tidur di samping Raya.
Tasya menghela nafas panjang dia benar-benar sangat terkejut pada hal dia baru saja tidur dengan nyenyak namun karena mungkin hembusan nafas Darel membuat nya terbangun.
Dia melirik sedikit ke arah Darel namun kembali lagi tidur.
"Kenapa kamu pakai terkejut segala sih Tasya? Lagian kan beberapa waktu lalu kak Darel sudah sering mencium kening kamu." dia berbicara pada diri nya sendiri.
"Itu berbeda! Sekarang situasi nya jelas sangat berbeda. Kalau yang dulu-dulu itu karena di luar kalau sekarang sudah di kamar nanti akan lain cerita." batin Tasya.
"Tapi entah kenapa aku merasa rugi sudah membuat kak Darel tidak jadi mencium kening ku." ucap nya lagi. Dia tidur miring namun Darel ternyata sudah tidur.
Keesokan harinya..
"Ada apa kak?" tanya Tasya dengan suara serak melihat Darel berdiri di samping kasur.
"Sholat shubuh."
"Um oke, kasih waktu lima menit lagi yah."
"Tidak bisa! Buruan bangun!"
"Iyah-iyah deh kak." Tasya bangun dan turun dari kasur.
"Kakak sudah whudhu Belum?" tanya Tasya.
"Sudah! Buruan ke kamar mandi kita sholat berjamaah." ucap Darel.
Namun Tasya dengan iseng mau menyentuh Darel.
"Kakak sudah whudhu jangan lakukan itu." ucap Darel.
"Humm iyalah. Tunggu aku dulu." ucap Tasya.
Setelah itu mereka sholat shubuh, setelah sholat Tasya meninggalkan Darel yang mengaji berniat membangun kan Adik nya untuk sholat.
Namun masuk ke kamar dia Seketika terkejut melihat handphone Riski masih hidup video cal dengan pacar nya.
__ADS_1
Mereka sama-sama tidur namun handphone nya Masih hidup.
"Ya ampun anak jaman sekarang." ucap Tasya mematikan handphone Riski.
"Riski! Riski!" panggil Tasya.
"Iyah kak," jawab Riski sambil membuka mata nya.
"Sholat shubuh dulu." ucap Tasya.
Riski langsung bangun dan ke kamar mandi. Tasya menunggu sampai Riski benar-benar sholat.
"Huff dia bilang belum punya pacar ternyata sudah punya." ucap Tasya.
Darel yang masih ngaji terganggu dengan suara tangisan Stevan.
"Tasya... Tolong tenangkan Stevan bentar, kakak belum selesai ngaji." ucap Darel belum sadar kalau Tasya pergi.
Setelah Sadar Tasya tidak ada dia pun menenangkan Stevan namun Stevan tidak mau tenang hanya di pok-pok akhirnya Darel Menggendong nya.
Karena tidak mungkin meletakkan Stevan ke kasur lagi dia pasti Akan nangis akhirnya Darel membawa nya di pangkuan untuk melanjutkan Ngaji.
Dan Stevan tertidur di pangkuan Darel, Tasya masuk ke kamar tidak melihat Stevan di kasur dia hampir panik namun melihat kepala nya sedikit kelihatan di Balik badan Darel Membuat nya tenang.
"Hummm ini sungguh pemandangan yang sejuk sekali." batin Tasya.
Dia mendengar kan suara Darel membaca kan ayat-ayat suci yang terkesan sangat merdu di telinga nya sehingga membuat nya mengantuk dan tertidur tepat di dekat Darel.
"sadaqallahul azim.." Darel mengakhiri nya karena paha nya sudah pegal. Namun saat berdiri dia kaget karena Tasya memegang kaki Stevan.
"Ya ampun Tasya, kenapa tidur di situ." batin Darel.
Seketika dia mau tersenyum melihat kelakuan wanita itu.
Ada kebahagiaan tersendiri pagi ini menurut nya.
Karena tangan nya terlepas dari kaki Stevan dia langsung bangun.
"Sudah siap ngaji nya?" tanya Tasya. Darel mengangguk.
Dia membantu Tasya untuk bangun dan tidur di kasur.
"Kamu bisa tidur lagi kalau ngantuk." ucap Darel dengan lembut menepuk kepala Tasya dengan pelan.
.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***