
Darel baru saja sampai di makam Amel, dia melihat rumput yang sudah mulai banyak di makam istri nya itu.
Tiba-tiba air mata nya keluar ketika memegang batu nisan.
"Maafin aku yang baru bisa datang ke sini Mel, aku tidak kuat aku akan selalu sedih jika datang ke sini." Darel mengelus batu nisan itu.
"Kamu tau setelah kepergian kamu, banyak sekali peristiwa yang terjadi, sungguh tidak masuk akal namun ini benar-benar terjadi, aku mengalami hidup yang begitu sulit. Namun aku sangat beruntung bisa menikah dengan Tasya, dia seperti kamu wanita yang bijak, baik berhati lembut." ucap Darel sambil terus menangis.
"Aku tidak menyesali apapun, aku akan menjalani hidup ku seperti yang sudah di takdir oleh Allah, aku tau ini adalah jalan yang terbaik untuk ku dan juga anak-anak."
"Oh iya Tasya sudah mengandung, kamu pasti sangat senang kan mendengar nya." ucap Darel.
"Sayang aku sangat merindukan kamu. Aku ingin bertemu dengan mu sekali saja." Darel semakin tambah sedih dia langsung memeluk batu nisan istri nya itu.
Dari gerbang makam Tasya melihat Darel sedang berbicara membuat nya tidak berani untuk mengganggu nya. Namun Darel langsung menyadari Tasya melihat nya.
Dia langsung menghapus air mata nya dan berusaha menormalkan Suara nya.
"Kamu sudah datang? Ibu kamu mana? Riski mana?" tanya Darel. "Mereka ada di mobil bersama dokter Kak, aku ke sini sama supir." ucap Tasya.
Tidak beberapa lama ibu nya pun datang.
"Itu dia sudah datang." ucap Tasya.
Buk Adel berjalan perlahan di bantu oleh Tasya dan Riski.
"Amel ibu sudah datang nak, ibu sangat merindukan kamu." ucap buk Adel langsung duduk di tanah memeluk batu nisan dan mencium batu Nisa nisan itu.
"Ibu sakit, kenapa kamu tidak pulang nak? Ibu sangat merindukan kamu." Buk Amel menangis sejadi-jadinya. Sementara Tasya berdiri berusaha untuk menahan air mata nya walaupun tidak bisa.
"Aku sangat cemburu dengan mbak Amel. Bahkan dia sudah tiada pun masih di cari oleh ibu, padahal aku yang selalu ada di sini tidak pernah di anggap ada." batin Tasya.
Darel mendekati Tasya, namun Tasya menghindar.
"Ibu tidak Kuat lagi nak, ibu tidak sanggup kalau harus menjalani hidup seperti ini nak." ucap buk Adel.
"Ada aku sama mbak Tasya Buk, jangan berbicara seperti itu." ucap Riski. buk Adel menggeleng kan kepala nya.
Namun ternyata pak Ahmad datang ke sana.
__ADS_1
"Ngapain kamu ke sini? Bukan kah kamu lebih perduli pada wanita itu? Jangan mendekat ke makam Putri ku." ucap buk Adel.
"Buk jangan seperti itu buk, aku yang mengundang Ayah ke sini." ucap Riski. "Kenapa kamu mengundang pria seperti dia?" ucap buk Adel marah pada Riski.
"Kita sedang di kuburan kenapa harus ribut sih? kita ke sini mau jiarah," ucap pak Ahmad. "Aku tidak mau melihat kamu di sini." ucap buk Adel langsung pada Pak Ahmad.
"Aku di sini untuk menemui Putri ku! Tidak ada salah nya kan? Dia juga putri ku!" ucap pak Ahmad.
Semua orang semakin bingung dengan mereka.
"Bawa dia pergi dari sini! Bawa dia pergi!" ucap buk Adel.
"Buk tidak apa-apa buk, di sini kita berdoa yang terbaik untuk Mbak Amel." ucap Tasya.
Namun tiba-tiba dada Buk Adel sesak, dokter segera menangani nya.
"Buk lebih baik kita pulang buk, ibu sudah sangat pucat Aku khawatir." ucap Tasya.
"Ibu tidak mau, ibu masih mau di sini." ucap buk Adel.
Mereka pun berdoa bersama. Setelah berdoa keadaan buk Adel semakin memburuk karena tidak bisa menahan emosi nya melihat suaminya, akhirnya dia di bawa kembali ke rumah sakit.
"Aku mau bicara dengan Ayah." ucap Tasya menarik yang pak Ahmad keluar dari pemakaman itu.
"Ayah minta maaf soal kemarin. Karena Ayah kamu jadi sakit, kamu gak apa-apa kan nak?" tanya pak Ahmad.
"Aku tidak apa-apa Ayah, aku hanya mau bertanya sebenarnya apa yang terjadi di antara ayah dengan Ibu?" tanya Tasya.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu? Ayah dengan ibu tidak apa-apa." ucap ayah Tasya.
"Tidak mungkin tidak ada apa-apa ayah, Ayah tidak melihat betapa tidak suka nya ibu pada aku dan Ayah."
"Ibu kamu sedang sakit, Wajar saja Jika dia seperti itu." ucap pak Ahmad.
"Ayah jangan mencoba membohongi ku, aku sebenarnya sudah curiga sama ayah. Ayah selingkuh kan?" tanya Tasya. Seketika wajah pak Ahmad panik.
"Kamu ngomong apa nak? Jangan menuduh seperti itu!" ucap Pak Ahmad. "Ayah jujur! Kalau Ayah tidak mau aku curigai." ucap Tasya.
"Ayah tidak selingkuh, kenapa Ayah harus selingkuh? Ayah sudah tua." ucap pak Ahmad. Tasya terdiam.
__ADS_1
"Kamu mendapatkan info dari mana Ayah selingkuh? Tidak baik seperti itu, ayah capek-capek kerja tapi kamu bilang ayah selingkuh." ucap pak Ahmad.
"Aku Heran kenapa dengan ibu, kenapa ayah seperti tidak perduli pada ibu." ucap Tasya.
"Ibu kamu sendiri yang tidak mau di rawat oleh Ayah, ayah tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap pak Ahmad.
Tasya menghela nafas panjang.
"Sudah lah Ayah harus kembali sekarang, ayah ada urusan." ucap Pak Ahmad langsung pergi begitu saja.
Tasya melihat Ayah nya pergi.
"Huff kenapa jadi seperti ini sih? Semakin rumit saja." ucap Tasya. Dia baru menyadari kalau Darel belum pulang melihat mobil nya.
Dia masuk ke dalam dan melihat Darel masih berbicara dengan makam istri nya di dalam, Tasya tidak berani mengganggu dia pun menunggu di luar.
Cukup lama Darel akhirnya memutuskan untuk pulang
"Aku pulang dulu yah, doa yang terbaik selalu aku berikan pada mu." Darel mencium nisan Dan keluar.
"Loh sayang kamu belum pulang? Kamu masih di sini?" tanya Darel melihat Tasya menunggu di mobil.
Tasya tersenyum ke arah Darel sambil turun dari mobil.
Dia memeluk Darel.
"Pasti Kakak sangat merindukan mbak Amel." ucap Tasya. Darel membalas pelukan Tasya.
"Aku minta maaf belum bisa menghilangkan rasa cemburu ku ketika kakak mengingat mbak Amel, tapi aku akan berusaha untuk bersifat dewasa berfikir yang positif." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1