
Tasya menghela nafas panjang. dia memegang pipi Darel sambil mengelus rambut nya.
"Kita hanya butuh saling percaya satu sama lain." ucap Tasya.
"Tapi kakak tidak bisa, kakak trauma." ucap Darel, mendengar kata trauma Tasya jadi bingung.
"Apa ada kaitannya dengan mbak Amel?" batin Tasya.
"Baiklah kalau begitu aku akan berusaha menjaga jarak dengan pria lain, tapi aku juga ingin kakak menjaga jarak dengan wanita di luar sana yang sering dengan kakak." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia mengacak-acak rambut istri nya.
"Kamu sendiri saja tidak bisa melihat kakak dengan wanita lain apalagi kakak yang pernah kehilangan sebelum nya." ucap Darel.
"Apa kakak pernah patah hati?"
Darel mengangguk.
"Sudah lah jangan membahas itu. Itu adalah masa lalu." ucap Darel.
Tasya terdiam dia seperti berfikir sesuatu namun tidak beberapa lama Darel tidur di dada Tasya.
"Kenapa dia tidur seperti ini? Ini sungguh membuat ku tidak nyaman." batin Tasya.
Dia mau menggeser Darel namun Darel tidak mau.
"Mamah, Papah." panggil Raya yang baru saja masuk.
"Eh Raya sudah bangun?"
"Mamah sama papah pulang kenapa gak bangunin aku?"
"Kamu tidur sangat nyenyak." ucap Tasya mencubit pipi Raya.
"Papah kenapa Mah? Kenapa tidur seperti ini?" tanya Raya.
"Humm mungkin Papah nya kecapean eh ketiduran pas Mamah lagi ngomong." ucap Tasya.
Raya tidak percaya dia langsung menggelitik badan papah nya.
"Jangan di ganggu sayang."
"Papah pasti pura-pura tidur." ucap Raya tidak berhenti menggelitik dan benar saja Ternyata Darel pura-pura tidur.
Darel mengangkat Raya ke kasur dan menggelitik nya Balik. Tasya tersenyum melihat Darel dan Raya.
karena mereka Stevan bangun.
Darel malah mengajak Stevan langsung untuk melawan kakak nya.
Tasya hanya diam tersenyum melihat Raya dan Stevan malah keroyokin Papah nya.
"Mamah! Mamah tolong Papah." ucap Darel memeluk kaki Tasya.
Namun Raya berusaha menjauh kan Papah nya dari Mamah nya.
Tasya kasihan melihat Darel di keroyokin oleh anak-anak nya karena berpura-pura kalah akhirnya Tasya menolong namun tidak sengaja Darel menarik tangan Darel sehingga Tasya jatuh di atas nya.
Mata mereka bertemu. Namun Tasya Langsung memeluk Darel seperti melindungi nya dari anaknya.
"Yahh Mamah gak seru malah lindungi Papah." ucap Raya.
"Bleeeeee.... Raya sama adek kalah." ledek Darel.
__ADS_1
Raya pun mengajak adiknya menghajar Papah nya.
"Mamah tolong mah, Raya sama adek sudah mau menghabisi papah." ucap Darel merengek memeluk erat istri nya.
Mereka pun menghabiskan waktu untuk bersama di dalam kamar.
Sementara Bibik yang mendengar mereka dari luar ikut senang karena di rumah itu muncul lagi kebahagiaan jauh lebih bahagia dari sebelumnya.
"Permisi! Permisi!" ucap tamu yang ada di luar.
"Maaf. Siapa yah?"
"Saya dari Kurir Buk, saya mau mengantar kan paket untuk Pak Darel." ucap Kurir.
"Oohh baik lah, Pak Darel nya sedang istirahat saya akan menerima." ucap Bibik.
setelah menandatangani kurir itu pun pergi.
"Apa ini yah, kenapa tumben-tumbenan sekali ada orang yang mengirim paket langsung ke rumah." batin Bibik dia meletakkan nya di atas meja ruang tamu.
"Bik." panggil Tasya yang baru saja turun.
"Iyah Non." jawab Bibik.
"Saya boleh minta tolong sesuatu gak?" tanya Tasya sambil mendekati Bibik.
"Boleh non, minta tolong apa non?" tanya Bibik.
"Kamar anak-anak Bibik yang bersihkan dulu yah, perut ku sangat sakit." ucap Tasya.
"Oohh oke non."
"Itu apa Bik?" tanya Tasya melihat kotak besar di atas meja.
"Siapa pengirimnya? Tumben sekali kak Darel membeli paket." ucap Tasya langsung melihat siapa pengirim.
Melihat nama pengirim dia langsung kesal.
"Siska! Apa yang yang dia kirim." ucap Tasya.
"Gak tau Juga non, tapi tumben-tumbenan sekali yah." ucap Bibik.
Tasya hanya diam saja.
"Ya udah kalau begitu saya bersih-bersih dulu yah non," Bibik pun meninggalkan Tasya.
"Akhir-akhir aku tidak melihat wanita itu, apa dia tidak tinggal di sini lagi itu sebab nya dia mengirim kan paket." batin Tasya.
"Huff bodoh amat lah, lebih baik aku cari Sesuatu untuk obat sakit perut dulu deh." ucap Tasya keluar dari rumah Itu.
"Loh Mamah mau kemana?" ucap Darel pada anak nya mereka mau turun ke bawah.
"Kata nya Mamah sakit perut mungkin dia cari obat." ucap Raya.
"Oohhh." ucap Darel dia pun turun.
Setelah sampai di bawah dia melihat kotak, dia melihat Nama dan langsung membuka.
"Apa-apaan ini?" ucap Darel kesal karena melihat foto-foto nya dengan Siska serta baju nya juga.
Darel mengambil dan langsung membuat ke tempat sampah Depan.
"Kenapa di buang kak?" tanya Tasya.
__ADS_1
Darel terkejut istri nya tiba-tiba datang.
Tasya melihat foto dan juga baju itu.
"Kenapa kakak membuang nya?" tanya Tasya.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak penting!" ucap Darel.
"Kenapa baju kakak bisa sama Mbak Siska? Apa kakak pernah menginap di sana?" tanya Tasya.
Darel menghela nafas panjang.
"Iyah kakak pernah tidur dengan nya karena sangat pusing." ucap Darel.
"Oohhh!" ucap Tasya sambil mengangguk-angguk kan kepala nya.
"Kamu habis dari mana?" tanya Darel.
"Aku membeli obat sakit perut di depan." ucap Tasya.
"Oohhh."
"Masalah Ini aku minta maaf karena sudah tidur di tempat Sinta malam itu. Itu karena.."
"Aku paham kok." ucap Tasya langsung.
Darel pun langsung diam.
Mereka masuk ke dalam sama-sama.
Tasya masuk ke kamar.
"Kenapa perut ku sangat sakit yah, seperti nya aku mau menstruasi deh." ucap Tasya langsung ke kamar mandi.
Dan benar saja dia sudah mens.
"Kak! Kak!" panggil Tasya.
Darel menyusul istri nya.
"Kenapa? Kenapa ku berteriak seperti itu?" tanya Darel.
"Aku mens tolong beliin softex Dong." ucap Tasya dengan pelan.
"Kakak beli softex kemana?" tanya Darel.
"Ke Indomaret Kak. Kali ini aja yah plis." ucap Tasya memohon.
Darel menoleh ke arah bawah nya Tasya. Tasya langsung menutup nya.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak!" ucap Tasya.
"Sudah Lima bulan kita tinggal bersama baru kali ini Kakak mendengar kamu mens. Biasanya gak ngomong apa-apa." ucap Darel.
"Aku bilang juga kakak tidak Akan perduli dan aku juga tidak ingin kakak tau, lebih baik kakak beliin buruan." ucap Tasya.
"Humm baiklah, tapi berikan kakak ciuman." ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya Jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***