Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 235


__ADS_3

"Ya ampun gak harus semua nya juga nganterin Mamah." ucap Tasya. Mereka tertawa.


"Huff nasib-nasib." ucap Tasya. "Udah ah, ayo kita berangkat." ucap Darel. "Ayo Pah, jangan sampai mamah telat." ucap Raya.


Tasya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Aku keluar yah kak." ucap Tasya menyalim tangan suami nya.


"Tunggu dulu." ucap Darel, dia mengambil tisu dan menghapus lipstik Tasya.


"Tidak boleh cantik-cantik." ucap Darel. Tasya hanya bisa tersenyum, setelah itu dia pun keluar.


Dia melambaikan tangan nya agar mobil suami nya pergi. Namun suami nya tak kunjung pergi. akhirnya dia yang duluan masuk.


Tiwi datang menyusul Tasya yang sudah bersama dua orang teman nya. "Yang lain pada kemana? Belum datang?" tanya Tiwi.


"Lagi perjalanan, paling bentar lagi datang." ucap Teman nya.


"Oohhh Bagus lah." ucap Tiwi.


"Oh iya Tasya, kamu ke sini naik apa?" tanya Tiwi.


"Biasa di anterin sama suami." ucap Tasya. "Wahh enak banget yah, jadi pengen cepat nikah." ucap teman nya.


Tasya dan Tiwi tertawa.


"Kalau masalah itu nya sih enak, tapi kalau berumah tangga harus dewasa, sabar dan tetap saja banyak ujian nya." ucap Tasya.


"Tuh dengerin, asal mau nikah aja." ucap Tiwi.


"Kamu sendiri kapan nikah? Kamu sudah lebih tua dari kita-kita."


"Sabar saja, nanti undangan pasti ke tangan Kalian kok, kalau ada jodoh yah. Yang tidak tau kapan itu datang." ucap Tiwi sambil memasang wajah sedih.


Tidak beberapa lama akhirnya Semua nya datang.


"Baiklah semua nya sudah datang, mari kita makan-makanan kita." ucap Pria yang mungkin lebih dari mereka.


"Tunggu dulu, Pak Candra belum datang." ucap wanita selain Tasya.


"Loh pak Candra juga datang?" tanya Tasya. "Ya iyalah sya, dia yang membuat acara seperti ini, jarang-jarang orang penting seperti pak Candra mau bergabung dengan kita seperti ini, ini adalah momen langka jadi aku harus mengabadikan ini." ucap Teman mereka.


Tasya terdiam. Padahal dia i


bilang pada suami nya Candra tidak datang.

__ADS_1


"Ehh Tasya lihat deh bukan nya itu suami kamu yah?" tanya Tiwi pada Tasya.


Dia melihat ke arah sudut Tempat itu, ternyata benar suami dan anak-anak nya juga Makan di sana.


Ketika Tasya melihat Darel, Mereka tersenyum sambil melambaikan tangan. Tiba-tiba masuk notifikasi.


"Jangan hiraukan kami, kamu Makan lah dengan tenang di sana, anak-anak aman." chat Darel pada Tasya.


Tasya Menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama akhirnya Candra datang.


Dia di sambut dan langsung duduk di samping Tasya.


Darel melihat itu langsung menggenggam tangan nya.


"Tasya lagi-lagi berbohong pada ku." ucap Darel, dia langsung mengirim pesan, namun Tasya dengan santai menenangkan suami nya.


Darel pun langsung percaya dan membiarkan. Mereka terlihat sangat senang. Darel di pojokan hanya bisa cemburu melihat Candra bisa dekat dengan istri nya.


"Aaarggghh!!! Sangat menyebalkan sekali!" ucap nya dia pun membawa anak-anak nya ke dalam mobil.


Dia keluar karena tidak tahan menahan rasa cemburu nya dia dan anak-anak mencari udara di luar.


"Papah kapan kita pulang? Aku sudah kedinginan di sini, sudah sangat lama kita di luar." ucap Raya. Darel membawa anak nya ke dalam mobil.


"Semua nya saya pulang duluan yah, saya takut anak-anak menunggu saya." ucap Tasya.


"Di luar sudah ada suami saya Pak, terimakasih sebelumnya." ucap Tasya. "Dan juga untuk perkumpulan kita di sini saya mengucap kan terima kasih." ucap Tasya


Candra pun tersenyum, Tasya langsung meninggalkan meja yang masih sangat ramai.


"Huff aku bilang kak Darel menunggu ku, padahal tidak Lalu aku pulang dengan siapa." batin Tasya. namun seketika dia terdiam melihat mobil suami nya yang Masih di parkiran yang sama.


Dia masuk ke dalam mobil ternyata mereka semua ketiduran di dalam mobil.


"Ya Allah." ucap Tasya kaget sekaligus merasa bersalah.


"Kamu sudah selesai?" ucap Darel langsung bangun. dia memangku Stevan.


"Sini Kak." ucap Tasya mengambil Stevan.


"Kenapa kakak tidak membawa anak-anak pulang? Padahal di sini sangat lah dingin, sudah lama tetapi masih saja belum pulang." ucap Tasya.


Darel hanya diam saja.


"Jangan terlalu menunggu ku seperti tadi." ucap Tasya.

__ADS_1


"Di rumah kalau tidak ada kamu tidak enak." ucap Darel. Tasya terdiam.


"Ya udah deh aku minta maaf sudah membuat kalian menunggu Seperti ini." ucap Tasya.


Mereka pun langsung pulang ke rumah. setelah sampai Raya dan Stevan di angkat ke kamar mereka.


Tasya dan Darel Masuk ke dalam kamar mereka. Namun tiba-tiba Darel memeluk pinggang Tasya dari belakang. Tasya kaget namun membiarkan nya saja.


Darel mencium leher Tasya yang membuat Tasya merinding sekujur tubuh nya.


Nafas Darel terengah-engah, tangan nya merabah tubuh Tasya yang masih di bungkus pakaian. Tasya membalik kan badan nya menikmati sentuhan dari suami nya.


"Tunggu Dulu kak, kenapa kakak seperti ini?" tanya Darel. "Tadi aku meminum Minuman cukup banyak. Aku sangat pusing sekarang." ucap Darel. Tasya melihat tangan Darel yang Membuka baju nya.


Tasya mencium bibir Suami nya, Darel membalas nya.


"Aaarggghh," Darel mengerang nikmat ketika Tasya mulai beraksi.


Darel mengendong Tasya ke kasur.


"Kakak tidak bisa menahan nya lagi, Maaf kan kakak." ucap Darel dia langsung memasukkan milik nya ke tempat nya yang seharusnya nya.


Tasya mengerang, suara nya membuat Darel semakin bersemangat dia bermain cukup kasar namun Tasya juga menikmati nya.


Mereka kelelahan dan akhirnya istirahat.


"Bagaimana Sayang?" tanya Darel. Tasya tidak bisa berkata-kata lagi. Dia tau sebenarnya suami nya Cemburu itu sebab nya minum banyak..


Tasya memeluk suaminya, menyembunyikan wajahnya di di dada Darel.


"Aku sangat lelah, aku ingin tidur?" ucap Tasya, Darel pun langsung memeluk nya dan mereka tidur.


Keesokan harinya..


Tasya bangun lebih awal karena merasa tiba-tiba mual. Namun Darel menahan pinggang nya Ketika mau beranjak.


"Mau kemana sayang?" tanya Darel dengan suara serak yang sangat berat.


"Aku tiba-tiba mual, aku mau ke kamar mandi." ucap Tasya, Darel bangun dia langsung mengangkat Tasya ke kamar mandi walaupun Masih sangat ngantuk.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2