Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 291


__ADS_3

"Aku tidak mau mah, aku tidak mau meninggalkan istri Ku." ucap Darel. "Kalau kamu tidak mau menikah dengan Tania lebih baik mamah mati saja." ucap Bu Tima.


Darel menghela nafas panjang dia menatap wajah Tania.


"Puas kamu meracuni pikiran mamah saya? kamu dan keluarga kamu sudah sengaja menjebak keluarga saya bukan?" ucap Darel.


"Apa yang kamu maksud Darel? Aku tidak mungkin melakukan hal yang kamu bilang, kamu selalu membenci ku sehingga kamu mengatakan kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu." ucap Tania membela diri nya.


Darel menatap Tania dengan tatapan tajam. "Cepat atau lambat akan ketahuan juga." ucap Darel.


"Berhenti berdebat nak, Sekarang lebih baik kamu mengikuti perintah mamah." ucap Bu Tima. "Mamah harus lihat ini." ucap Darel menunjukkan foto yang ada di ponselnya.


Bu Tima melihat Video yang di ponsel Darel, namun Tania langsung menepis Ponsel itu sebelum Bu Tima melihat dengan jelas.


Bu Tima menatap wajah Tania.


"Apa yang kamu lakukan Tania?" tanya Bu Tima. "Jangan percaya pada apa pun yang di katakan oleh Darel Tante, dia hanya ingin menjelekkan aku dan memilih wanita itu." ucap Tania.


"Tapi kamu tidak harus menepis ponsel itu kalau kamu tidak merasa melakukan apapun." ucap Bu Tima.


"Aku hanya tidak ingin Tante terpengaruh oleh Darel." ucap Tania.


"Kamu sungguh wanita yang licik Tania. Apakah wanita seperti ini yang mamah ingin kan menjadi menantu Mamah?" tanya Darel.


"Mamah sangat menyanyangi Tania, dia juga menyanyangi kamu dengan tulus, mamah tau itu." ucap Bu Tima.


Darel menghela nafas berat.


"Terserah mamah saja mau bagaimana lagi, aku tidak akan pernah menikah dengan wanita seperti dia." ucap Darel.


"Kenapa?" tanya Bu Tima.


"Kenapa kamu sangat tega mengatakan itu pada ku Darel? Kenapa? Aku sangat mencintai kamu dari dulu." ucap Tania.


"Aku tidak mencintai kamu lagi. Sebenarnya kamu mau menikah dengan ku karena paksaan orang tua kamu kan?" ucap Darel.


"Kamu berbicara apa sih? aku mau menikah dengan kamu karena aku mencintai kamu dengan tulus sekali." ucap Tania.


"Mamah harus tau kalau sebenarnya orang tua Tania telah merencanakan setelah di menikah dengan ku mereka akan menguasai perusahaan papah yang sekarang sudah atur oleh keponakan orang tua Tania yang berperan sebagai sekretaris Papah." ucap Darel.


Bu Tima terdiam.

__ADS_1


"kamu jangan menjelekkan ayah ku seperti itu! kamu tidak tahu apa-apa tentang mereka!" ucap Tania.


Darel menatap wajah Tania dengan tatapan tajam.


"Aku sudah tau semua nya Tania. Sebenarnya perusahaan kamu sedang ada masalah kan? Dan setelah mendapat kan semua saham papah perusahaan orang tua kamu bisa naik lagi kan?" ucap Darel.


Tania seketika terdiam. Dia mencoba menyakinkan Bu Tima kalau itu tidak benar.


"Itu tidak mungkin Tante, pasti Darel berbohong, bukti nya sekarang semua nya baik-baik saja." ucap Tania.


"Benar yang di katakan oleh Tania Darel. Kamu tidak baik menjelekan orang tua nya seperti itu." ucap Bu Tima.


Darel merasa sangat emosi melihat Tania.


Dia pura-pura menangis karena Darel. "Terserah mamah saja percaya atau tidak." ucap Darel dia mengambil ponselnya yang pecah dan langsung pergi.


"Tante keluarga ku tidak mungkin seperti itu, aku mencintai Darel dengan sang tulus sekali." ucap Tania.


"Tante percaya kok, kamu jangan sedih lagi." ucap Bu Tima.


"Setidaknya aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada mamah, aku akan mengirim kan bukti itu pada papah." ucap Darel.


Karena dia baru saja mendapatkan bukti itu dari orang suruhan nya mengikuti sekretaris papah nya.


"Assalamualaikum." Darel melihat Raya bermain sendirian.


"Walaikumsalam papah." ucap Raya memeluk papah nya.


"Kok Raya sendirian? Stevan mana? Mamah juga dia mana?" tanya Darel. "kalau mamah sedang mandikan adik mah. Sementara Stevan ada di kamar Nenek. Dia tidak mau main bareng aku. Gak tau kenapa." ucap Raya.


"Ya udah kalau begitu Raya lanjut main, habis ini langsung Mandi yah. Papah mau ke kamar dulu." ucap Darel.


"Oohhh, oke papah." ucap Raya.


Darel masuk ke kamar. Tasya melihat suaminya pulang dia tersenyum. Dia sedang mengendong Radit yang baru saja selesai mandi.


"Biar kakak bantuin pasang baju nya." ucap Darel mengendong Radit meletakkan nya ke tempat tidur.


"Kakak cucu tangan dan tukar baju dulu. Kakak baru saja dari luar langsung pegang bayi." ucap Tasya. Darel mengangguk.


Setelah itu dia pun ke kamar mandi langsung mandi saja. Dia keluar dari kamar mandi namun Radit sudah selesai memakai baju.

__ADS_1


"Yahh papah Telat mau pasangin baju kamu nak." ucap Darel. Tasya tersenyum.


Darel duduk di samping Tasya yang sedang memberikan Radit minum. "Bagaimana kerajaan kakak hari ini?" tanya Tasya menatap wajah suaminya.


Darel memasang wajah cemberut dan menghela nafas panjang. Dia bersandar di pundak istri nya.


"Sangat melelahkan sekali." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Sebaiknya aku tidak perlu bertanya tentang pembahasan mereka dengan Mamah tadi, itu mungkin akan membuat nya pusing." ucap Tasya.


"Anak papah cepat besar yah." ucap Darel mencium Radit.


Radit Malah gak suka di cium karena Darel mempunyai kumis dan juga jenggot.


"Humm apa Kakak sudah melihat Stevan?" tanya Tasya.


"Mau melihat nya, tapi dia lagi di kamar ibu Kata Raya." ucap Darel. "Oohh gitu." ucap Tasya.


Ponsel Tasya tiba-tiba bunyi. Darel mengambil karena kebetulan ada di dekat nya. Dia melihat yang menelpon adalah Candra dia langsung mematikan ponsel Tasya.


Tasya hanya diam saja. Darel juga diam dia bersandar di pundak istri nya.


"Kalau kakak mau menceritakan sesuatu cerita kan saja, aku mau kok mendengar nya." ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya.


"Terlalu banyak yang mau kakak ceritakan sehingga kakak bingung mau menceritakan yang mana, kakak juga tidak ingin kamu memikirkan nya." ucap Darel.


Tasya mengelus kepala Darel dengan tangan kiri nya.


"Kalau belum mau cerita gak apa-apa kok, tapi jangan di pendam sendiri an yah." ucap Tasya.


Darel mengangguk. Dia memeluk Tasya. Terimakasih sudah selalu di samping kakak. Selalu ada." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Papah." Raya tiba-tiba datang masuk ke dalam kamar, Darel melepaskan tangan nya dari Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2