Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 105


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Tasya mau masuk melihat security sudah berbeda dari yang kemarin semua orang menyambut dan menyapa nya dengan baik dan sopan.


"Saya mau bertemu dengan pak Darel." ucap Tasya pada Mbak resepsionis.


"Silahkan Mbak " ucap resepsionis, Tasya pun langsung ke ruangan pak suami.


"Assalamualaikum!"


Tasya masuk ke ruangan itu tampa mengetuk, namun setelah masuk tidak ada siapa-siapa di dalam.


"Kak Darel!" panggil Tasya sambil meletakkan tas nya di atas meja melihat ke sekeliling tidak ada siapa-siapa.


"Loh kemana sih, handphone nya ada di sini sementara orang nya tidak ada." ucap Tasya sambil melihat handphone Darel.


Namun tiba-tiba seseorang memeluk nya dari belakang.


"Kenapa kamu sangat lama?".


Tasya yang masih terkejut tidak langsung menjawab pertanyaan suami nya dia membalikkan badannya menatap suaminya.


"Butuh waktu lama ke sini dan juga jalan sangat macet."


"Oohhh."


"Kakak dari mana?"


"Baru saja dari kamar mandi." jawab Darel sambil memerhatikan penampilan Tasya yang tidak biasa nya seperti ini.


"Tumben banget kamu dandan seperti ini," ucap Darel.


"Humm aku.. Aku sekalian mau ke kampus." ucap Tasya.


"Harus berdandan seperti mau ke acara penting kah?" tanya Darel.


"Hufff aku jujur deh aku dandan seperti ini karena mau ke kantor kakak, aku tidak ingin kakak malu sudah membawa wanita yang sama sekali tidak pernah berdandan cantik ke perusahaan kakak." ucap Tasya.


Seketika Darel tersenyum.


"Makan siang yok, aku sudah menunggu kamu dari tadi sehingga perut kakak sakit."


Tasya mengangguk dia mengambil Tas nya.


"Kak Darel gak ngomong apa-apa tentang CCTV, itu artinya dia belum melihat rekaman CCTV." batin Tasya.


"Kenapa bengong? Ayo pergi, kamu ingin suami kamu mati kelaparan menunggu istri nya yang bengong?"


Tasya tersenyum mengangguk.


Sebelum keluar Darel meminta Tasya menggandeng tangan nya. Tasya nurut saja.


Tasya menggandeng tangan Darel keluar namun kebetulan sekretaris Darel Lewat Tasya langsung melepaskan rangkulan di lengan Darel.


Sampai keluar mereka berjalan cukup berjarak. Tidak ada percakapan sama sekali.


Setelah sampai di mobil Darel mengunci pintu. Dan meninggalkan perusahaan nya.

__ADS_1


"Kamu harus lebih sering menemani kakak makan siang mulai dari sekarang." ucap Darel memecah keheningan di dalam mobil.


"Mengapa begitu kak? Aku tidak bisa keluar lama-lama di jam istirahat ku." ucap Tasya.


"Kamu sebagai seorang istri harus melayani, melakukan apa kata suami selagi itu baik." ucap Darel.


"Tapi kak."


"Kakak hanya menuntut waktu kamu saja sebentar apa Kamu tidak bisa memberi kan itu?"


"Huff aku usahakan kapanpun aku bisa, Tapi kalau aku benar-benar tidak bisa aku mohon jangan marah."


Darel tersenyum.


"Ketika kamu tidak bisa, maka kakak akan menuntut lebih dari itu." ucap Darel menatap Tasya dengan tatapan mesum.


Tasya langsung paham apa kata suami nya itu.


"Kalau kakak menyentuh ku tampa seijin ku aku Akan melaporkan ke Omah." ancam Tasya.


Darel tertawa


"Apa mereka Akan marah ketika suami nya menyentuh istri nya sendiri? Bahkan hanya meminta hak nya yang sebenarnya harus di miliki di malam pertama setelah pernikahan."


"Oh iya kak kita harus membicarakan soal ini." ucap Tasya.


"Aku tidak mau membicarakan tentang ini, karena di saat kamu lengah aku tidak Akan memberikan ampun." ucap Darel sambil tersenyum nakal.


"Dasar pria mesum! Pikiran kakak tidak pernah jernih!" ucap Tasya.


Setelah sampai di restoran mereka pun Makan Siang bersama, Cukup lama mereka di sana Tasya sudah mendapatkan kabar dari Tiwi dia sudah ada di kampus.


"Siapa yang mengirimi kamu pesan?" tanya Darel.


"Tiwi kak, aku harus segera berangkat ke kampus." ucap Tasya Sambil mengambil Tas nya.


Darel melihat Tasya terburu-buru hanya bisa diam. Tasya mau pergi begitu saja namun dia tidak tega meninggalkan Darel begitu saja. Melihat Tasya terdiam sambil melihat ke sekeliling membuat Darel juga bingung.


Tasya tiba-tiba mendekati Darel.


"Humm aku pergi dulu yah kak, sampai jumpa nanti malam." ucap Tasya mencium pipi Darel.


Darel mendapat ciuman dadakan dari istri nya membuat nya terdiam. Dia baru sadar setelah istrinya keluar dari tempat makan.


Dia memegang pipi nya. Seketika dia tersenyum singkat melihat lipstik Tasya tertinggal di pipinya.


Di tempat Riski dia baru saja kelar Ujian hari ini. Dia langsung pulang ke apartemen nya.


Setelah sampai di rumah dia menghubungi Tasya namun tidak di jawab dia pun menghubungi orang tua nya.


Dia akan pulang ke Pekanbaru sekitar dua hari lagi.


Orang tua nya dengan senang hati menyambut nya.


Riski juga sudah tidak sabar bertemu dengan keluarga nya apa lagi Tasya.

__ADS_1


Alasan utama nya pulang adalah Tasya. Dia sangat merindukan Tasya.


Malam hari nya Tasya baru saja membaringkan tubuhnya di ranjang, sementara suami nya sampai sekarang belum pulang.


Dia membuka handphone nya ternyata telepon dan pesan dari adiknya.


Mengetahui Adik nya akan datang dia sangat senang.


"Mamah! Mamah!" panggil Raya pada Tasya yang masih asyik chetan dengan Adik nya.


"Iyah Raya, kenapa sayang?" tanya Tasya.


"Papah baru saja pulang, Papah meminta Mamah turun." ucap Raya.


"Sungguh papah sudah pulang?" tanya Tasya, Raya mengangguk.


"Ya udah ayo turun." ajak Tasya.


Tasya melihat Darel duduk di sofa sambil memangku Darel.


"Kakak kenapa sangat lambat pulang nya?" tanya Tasya.


Darel menatap Tasya dia Seketika tersenyum.


"Kamu kangen yah?" tanya Darel. Tasya melihat ke arah Raya yang senyum duduk dekat papah nya.


"Aku hanya ingin tau saja." ucap Tasya.


"Humm seperti nya Mamah benar-benar kangen tapi dia gengsi untuk Jujur." ucap Darel pada anak-anak nya.


"Papah jangan selalu menggoda Mamah Pah, kasihan pipi Mamah jadi merah seperti itu." ucap Raya lagi.


Tasya langsung memegang kedua pipi nya.


Darel melihat Tasya jadi senyum-senyum sendiri.


"Aku buatin kakak teh dulu." ucap Tasya langsung pergi ke dapur. Darel melihat Tasya terburu-buru ke dapur.


"Tadi Makan malam makan apa sayang?" tanya Darel pada Stevan.


"Mamah pulang kerja Masak sup Pah, enak banget." ucap Raya.


"Wahh Papah jadi lapar nih." ucap Darel.


"Tapi sup nya sudah habis." ucap Raya.


"Yahhh, kok di habiskan sih."


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2