Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 177


__ADS_3

Buk Adel menghela nafas panjang.


"Huff bilang saja kalau ayah menghindari aku." ucap buk Adel. Pak Ahmad Menghela nafas panjang.


"Baiklah malam ini Ayah akan ikut pulang. Maaf kan Ayah sudah membuat kamu berfikir yang tidak-tidak." ucap pak Ahmad.


"Tidak perlu! Lebih baik Ayah di sini bersama Putri kesayangan ayah itu." ucap buk Adel dengan nada yang sangat kesal.


"Tolong jangan berbicara seperti itu, karena itu juga adalah Anak kamu." ucap pak Ahmad.


"Anak aku? Kata Ayah dia anak aku? tidak ada dasar nya dia adalah anak aku. Dia bukan lahir dari rahim ku." ucap buk Adel pelan tapi sangat menusuk hati suami nya.


"Jadi berhenti mengatakan dia anak ku, anak ku hanya Amel dengan Riski." ucap buk Adel, Pak Ahmad tidak bisa mengatakan apapun lagi melihat istrinya menangis.


Dari pada mereka ribut di sana, pak Ahmad Ijin untuk langsung pulang membawa istri nya.


"Lepaskan! Lepas." buk Adel memaksa melepaskan tangan Pak Ahmad yang membawa nya masuk ke dalam setelah sampai.


"Aku bisa jalan sendiri!" ucap buk Adel menepis tangan suami nya.


"Buk! Ibu tolong kita bicarakan baik-baik, tidak mungkin selama nya kita Akan Seperti ini." ucap pak Ahmad.


"Apa lagi sih yang mau di bahas? Ayah mau aku menerima Tasya?"


Pak Ahmad terdiam.


"Aku rasa itu tidak akan pernah, semakin aku melihat dia Aku semakin sedih dan mengingat masa lalu, belum lagi karena dia juga putri ku satu-satunya meninggal." ucap buk Adel.


"Tasya tidak salah apa-apa Buk, dia tidak melakukan apapun, tolong jangan menyalahkan dia seperti itu.


"Sekarang Ayah membela nya karena itu adalah putri kandung Ayah sendiri, dan dia sudah jadi dosen seperti apa yang ayah inginkan dulu." buk Adel.


"Ayah bukan mempermasalahkan itu,. ayah sekarang sadar, dia tidak salah apa-apa, justru kita yang sangat egois." ucap Pak Ahmad.


"Ya sudah kalau Ayah membela dia, lebih baik ayah pergi tinggal dengan putri haram mu itu." ucap buk Adel.


Pak Ahmad hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang ibu ingin kan. Ayah tidak Akan mengganggu ibu kalau belum tenang." ucap pak Ahmad langsung keluar dari rumah itu.


"Pria berengsek! Kurang ajar!!!" umpat buk Adel melemparkan tas nya ke arah pintu.


"Hikss!! hiks!!! Buk Adel menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa harus sahabat ku sendiri yang selingkuh dengan suami ku? Kenapa? Kenapa mereka sangat jahat, bahkan aku tidak bisa melupakan rasa sakit ini." ucap Buk Adel sambil menangis di lantai.


Dia mengingat saat dia mencurigai suami nya selingkuh dia mencari tahu dan akhirnya menemukan suami nya selingkuh dengan Sahabat nya di sebuah hotel.


Dan pada saat itu Buk Adel tidak tau kalau sahabat nya itu hamil buk Adel menghabisi wanita itu namun pak Ahmad membela dan melindungi nya.


Bahkan Pak Ahmad mengancam untuk menceraikan buk Adel, namun karena memikirkan Anak nya masih kecil dia tidak berani untuk bercerai.


Dan sampai sudah hamil delapan bulan mereka datang menemui buk Adel mengatakan kalau pak Ahmad Akan menikahi Ibu kandung Tasya, namun buk Adel tidak terima.


Dia sendiri yang memberikan persyaratan kalau dia yang akan mengurus anak itu, asalkan perempuan itu tidak datang untuk mengganggu hubungan mereka lagi Tampa sepengetahuan pak Ahmad, buk Adel memberikan uang banyak dan setelah itu ibu kandung Tasya pergi entah kemana.


Dan buk Adel sama sekali tidak pernah memegang Tasya dia merasa sangat jijik dia membayar khusus pembantu untuk merawat Tasya.


Sementara pak Ahmad hanya sibuk dengan pekerjaan nya. Tidak jarang buk Adel membuang Tasya di pinggir jalan namun selalu ketahuan.


Namun tiba-tiba handphone nya berdering dari Riski.


"Riski!" buk Adel langsung menghapus air mata nya berusaha untuk biasa saja.


"Halo Buk, Assalamualaikum." ucap Riski.


"Walaikumsalam, ada apa nak?"


"Aku tiba-tiba kefikiran ibu, ibu baik-baik saja kan?"


"Alhamdulillah baik kok, nih ibu baru saja pulang dari tempat kak Gerwyn, Stevan ulang tahun." ucap Buk Adel.


"Oohh, Alhamdulillah kalau begitu buk. Ya udah aku lanjut kuliah dulu yah." ucap Riski mematikan sambungan telepon.


Buk Adel menghela nafas panjang dia berdiri dan berjalan ke sofa, dia membaringkan tubuhnya. Baru saja tidur tiba-tiba dia bermimpi tentang Ibu kandung Tasya yang meminta maaf pada nya namun dia tidak mau malah menghindari ibu Tasya.

__ADS_1


Karena buk Adel dia minta maaf hanya ingin masuk ke rumah tangga nya dan menghancurkan nya lagi.


Dia mengigau sambil berteriak-teriak.


"Buk! Ibu! Bangun buk ini aku." ucap Tasya. Tiba-tiba buk Adel bangun dia langsung memeluk Tasya.


"Bawa perempuan itu pergi, bawa dia jauh ibu tidak mau melihat nya." ucap Buk Adel dengan suara yang sangat gemetar.


"Tidak ada siapa-siapa di sini buk."


"Usir dia nak, jangan boleh kan dia masuk." ucap Buk Adel.


Tasya yang di panggil "Nak" sangat senang dan di peluk.


"Aku di sini buk, itu hanya mimpi buruk." ucap Tasya menenangkan buk Adel.


"Amel... Akhirnya kamu pulang nak, ibu sangat merindukan kamu, ibu tidak punya siapa-siapa di sini." ucap buk Adel.


Tasya yang tadi sudah sangat senang dia langsung terdiam.


"Aku Tasya buk, bukan mbak Amel." ucap Tasya. seketika buk Adel langsung melepaskan Tasya dan mendorong Tasya lebih jauh dari nya.


"Maaf buk aku datang tiba-tiba tampa memberi tahu ibu. Laptop kerja ibu ketinggalan di rumah aku sengaja mengantarkan nya ke sini." ucap Tasya.


"Letakkan saja di atas meja, setelah itu pergi lah ibu mau istirahat." ucap buk Adel dan meninggalkan Tasya.


Adel melihat ibu nya pergi ke kamar nya.


Tasya menghela nafas panjang.


"Kenapa sih ibu tidak mengakui aku? Bahkan tidak ada yang tau kalau ibu aku adalah dia, mereka berfikir aku akan yatim piatu yang di besar kan oleh nenek dan kakek." ucap Tasya.


Tasya melihat suasana rumah yang sama sekali tidak berubah namun tidak ada rasa kehangatan lagi, Dulu sudah sangat dingin Sekarang jauh lebih dingin dan sangat sepi walaupun banyak pelayan.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.

__ADS_1


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***


__ADS_2