Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 188


__ADS_3

"Penyakit buk Adel sudah Lama sehingga sudah menjalar di seluruh tubuh nya, dan tensi nya sangat Rendah sekali. Datang ke rumah sakit sekarang sudah telat." ucap dokter. Tasya Terdiam.


"Kita hanya bisa banyak berdoa untuk kesembuhan Buk Adel." ucap dokter dan permisi setelah itu meninggal Tasya yang sangat lemas.


"Non! Non!" Bibik menahan badan Tasya yang sangat Lemas mau jatuh ke lantai. Bibik membantu Tasya untuk duduk.


"Kenapa Tidak ada yang memberi tahu kalau ibu sedang sakit? Kenapa semua nya diam saja?" tanya Tasya.


Bibik hanya diam saja dia tidak bisa mengatakan apapun.


Tasya mencoba menelpon Ayah nya namun tak juga bisa. Dia hanya bisa menangis di luar Bibik selalu mengelus punggung Tasya agar lebih sabar.


Sudah malam Buk Adel masih belum sadar, Tasya menunggu di samping buk Adel berharap buk Adel segera sadar.


"Sayang! Bagaimana keadaan ibu?" tanya Darel baru Saja datang. Tasya memeluk Darel sambil menangis.


"Ibu Kak, dari tadi sampai sekarang ibu belum bangun aku khawatir, dokter tidak bisa melakukan tindakan kalau ibu belum bangun." ucap Tasya.


"yang sabar yah, kita harus banyak berdoa demi kesehatan Ibu." ucap Darel memeluk Sophia dengan sangat erat, dia tidak tega melihat istrinya yang sudah beberapa hari ini sering sedih.


"Ayah kamu mana? Kenapa dia belum juga datang?" tanya Darel. "Ayah belum bisa di hubungi sampai sekarang Kak, aku juga gak tau dia di mana." ucap Tasya.


Darel mencoba menelpon mertua laki-laki nya namun tetap saja tidak bisa. "Dia pun meminta orang suruhan mencari mertua nya.


"Kak! Tangan ibu bergerak." ucap Tasya melihat tangan ibu nya yang bergerak. Perlahan Kepala nya goyang dan membuka mata nya.


"Ibu! Ibu sudah bangun? Alhamdulillah ya Allah."


"I-Ibu di mana?" tanya buk Adel dengan suara yang kurang jelas. "Kita ada di rumah sakit buk, ibu harus sembuh baru bisa pulang." ucap Tasya.


Buk Adel melihat hanya ada Darel dan Tasya di sana.


"Istri kamu mana Nak? Apa dia tidak mau melihat ibu nya di sini?" tanya Buk Adel pada Darel.


Darel menoleh ke arah Tasya. "Aku di sini buk." ucap Tasya.


"Ibu nanya Amel di Mana dia? Kenapa belum datang, ibu sangat rindu pada nya, biasanya dia selalu nemenin Ibu Kalau sakit atau sedih, sekarang badan ibu sangat sakit semua. Bahkan berbicara sangat sulit cepat panggil dia." ucap buk Adel.

__ADS_1


Darel mendekati Buk Adel.


"Ibu jangan banyak berbicara dulu yah, dokter akan segera datang memeriksa keadaan ibu, cepat sembuh yah buk." ucap Darel.


"Ibu tidak akan sembuh, ibu ingin bertemu dengan Amel dan juga Riski." ucap buk Adel. Tasya yang tadi nya berusaha menenangkan ibu nya sekarang dia hanya bisa diam sedikit menjauh dari Ibu nya.


Walaupun air mata nya keluar dia berusaha untuk baik-baik saja seperti tidak merasa apapun.


Dokter datang memeriksa buk Adel. Darel melihat Tasya sudah keluar dia pun ikut keluar. Namun dia tidak melihat Tasya duduk di luar. Mau mencari Tasya tapi tidak mungkin meninggalkan buk Adel sendiri an.


Setelah selesai di periksa dokter sudah di suntik kan beberapa cairan buk Adel mulai sedikit tenang.


Darel masuk.


"Kenapa kamu masih di sini? Jemput Anak ibu sana kasihan dia pasti mau ke sini, bawa cucu-cucu ibu juga." ucap Buk Adel pada Darel.


"Ibu harus banyak istirahat yah, tidak boleh memikirkan yang berlebihan, ibu harus cepat sembuh agar kita bisa Jiarah ke makam Amel." ucap Darel.


"Makam Amel? Dia belum meninggal kenapa harus pergi ke sana?" ucap buk Adel. Darel memegang tangan Buk Adel.


"Buk Amel sudah meninggal dunia, sekarang istri aku Adalah Tasya Putri Ibu Juga, kenapa ibu harus membeda-bedakan?"


"Tasya punya perasaan juga Buk, dia wanita yang kuat tapi ada saat hati nya lemah, tapi dia berusaha kuat untuk keluarga nya. Aku mohon terima dia Buk, apapun yang membuat ibu membenci nya aku harap ibu bisa melupakan itu." ucap Darel.


Buk Adel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa! Karena wajah nya yang sangat mirip dengan wanita itu membuat Ibu semakin tersiksa." ucap buk Adel.


"Apa maksud Ibu? Wanita mana?" tanya Darel.


Namun tiba-tiba keluarga Buk Adel datang.


"Adel bagaimana keadaan kamu?" tanya Kakak nya yang paling Tua.


Darel mengambil kesempatan itu untuk mencari istri nya. Sudah berkeliling rumah sakit namun Tasya tidak kelihatan untung saja Ajeng ikut dengan nya tadi dan ternyata sekarang dia bersama Ajeng di taman rumah sakit itu.


Dari jauh Darel melihat Tasya yang diam duduk bersama Ajeng.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu di sini? Di sini sangat dingin tidak Baim untuk kesehatan kamu," ucap Darel. Tasya menoleh ke arah Darel.


"Aku mau pulang aja Kak." ucap Tasya.


"Pulang? Ya udah ayo kita pulang." ajak Darel. Tasya pun berjalan dengan wajah kurang ceria.


"Ajeng tolong kamu di sini untuk malam ini menjaga mertua saya yah." ucap Darel. "Baik pak, bapak jangan khawatir." ucap Ajeng.


Darel sepanjang perjalanan memeluk Tasya yang hanya diam saja.


Tiba-tiba Ponsel Darel ada notifikasi masuk. Pesan WhatsApp dari orang suruhan nya mencari bapak mertua nya.


Darel terkejut melihat foto di mana Pak Ahmad menggandeng tangan wanita yang mungkin lebih muda dari nya di sebuah hotel.


"Siapa yang sedang bersama Pak Ahmad?" batin Darel. Dia melihat Tasya sudah tidur di pelukan nya.


"Apa pak Ahmad tidak tau kalau istri nya sedang sakit? Tapi itu tidak mungkin karena Pak Ahmad selalu bersama buk Adel terus." ucap guman Darel.


Darel pun meminta mereka menyelidiki lebih lanjut. Tidak beberapa beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.


"Papah, mamah." ucap Raya dan Stevan berlari memeluk mereka.


Namun Tasya langsung berjalan meninggalkan mereka.


"Mamah kenapa Pah?" tanya Raya.


"Mamah jangan di ganggu dulu yah, dia sangat kecapean jagain nenek di rumah sakit." ucap Darel.


"Bagaimana keadaan nenek Pah?"


"Nenek sudah sadar, tapi mungkin masih lama Pulang ke sini, Raya sama Stevan rajin Berdoa untuk kesehatan Nenek yah." ucap Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2