Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 41


__ADS_3

"Omah, Opah aku ijin sebentar sama Tasya belanja yah." ucap Darel.


"Ya udah, hati-hati yah." ucap Omah.


"Ikut Pah." ucap Raya dan Stevan langsung memeluk kaki Tasya.


"Gak usah sayang, nanti repot." ucap Darel.


"Udah biar aja kak, mereka juga gak pernah ikut belanja." ucap Tasya.


Akhirnya mereka pergi, Darel sebenarnya tidak keberatan anak-anak nya ikut namun dia ingin berduaan dulu dengan Tasya.


Di tempat perbelanjaan Darel menggendong Stevan sambil memegang tangan Tasya sementara Tasya mendorong troli dan memilih belanjaan.


Darel memerhatikan Laura yang mengambang belanjaan sangat lihai Tampa melihat daftar belanjaan lagi.


Darel Tersenyum.


Tidak beberapa lama belanja yang di butuhkan sudah dibeli, Tasya menyusul Darel dan anak-anak yang duduk di cafe depan sambil Makan Eskrim.


Tasya memasuk kan barang-barang terlebih dahulu ke dalam mobil.


"Ya ampun Kalian tega banget sih ninggalin Tante belanja sendiri an," ucap Tasya sambil duduk di samping Darel.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Kamu sangat berkeringat." ucap Darel menghapus keringat Tasya dengan lengan baju nya.


Tasya melihat Darel membersihkan Wajah Nya dengan lengan baju nya.


"Yah kok pakai baju sih kak? Kan jadi kotor." ucap Tasya mengambil tisu dan membersihkan baju Darel.


"Humm Beberapa bulan saja kamu sudah hapal yah keperluan belanja di rumah." ucap Darel.


"Humm karena aku yang mengurus semua nya." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Makasih yah." ucap Darel. Tasya terdiam sejenak.


"Untuk apa?" tanya Tasya.


"Enggak! Enggak ada kamu Makan saja eskrim kamu, aku memesan nya untuk kamu." ucap Darel.


Tasya melihat Eskrim susu coklat kesukaan nya.


"Humm kakak tau saja kalau aku suka ini " ucap Tasya.


"Ternyata rasa Eskrim kesukaan kita sama yah." ucap Darel.


Tasya melihat mangkuk eskrim Darel sama seperti yang di punya.


"Hanya kebetulan saja." ucap Tasya langsung. Darel tersenyum.


"Mah, kenapa Mamah cuek banget sih sama Papah? Nanti Papah gak betah di sini." ucap raya.


"Mamah Masih marah sama papah kamu." ucap Tasya.


Darel tertawa kecil melihat Tasya.


"Ayo Pah minta maaf sama Mamah. Kalau Mamah Ngambek dan cuekin papah nanti mamah gak pulang bareng kita." ucap Raya.


Darel menoleh ke arah Tasya yang menjaga jarak bahkan membuang pandangan nya.

__ADS_1


Darel melihat ada Anak kecil penjual bunga dia langsung membeli nya.


"Ini untuk kamu sebagai permintaan maaf ku, di maafin yah." ucap Darel memberikan bunga jongkok di depan Tasya.


Tasya mengambil bunga nya.


"Aku tidak mau memaafkan Kakak hanya karena bunga Saja." ucap Tasya.


"Ayo Pah semangat." ucap Raya, Stevan tertawa kecil saja.


"Ayo dong Tasya, maafin kakak, kalau kamu tidak maafin kakak, kakak bingung harus ngapain lagi." ucap Darel sambil memasang wajah memohon.


"Ayo mah di maafin dong." ucap Raya lagi.


"Bu Bu Bu..." ucap Stevan. Tasya tersenyum.


"Papah sudah membuat Mamah Nangis sih, jadi Mamah gak Mau maafin papah." ucap Raya.


Tasya langsung menatap Raya, dari mana Raya tau dia menangis.


"Loh kamu nangis?" tanya Darel.


"Enggak!" ucap Tasya.


"Humm aku minta yah." ucap Darel memeluk Tasya.


"Lepasin kak, malu di lihatin orang-orang." ucap Tasya.


Darel baru sadar kalau orang-orang melihat ke arah nya, dia pun melepaskan nya.


Setelah selesai makan eskrim Darel mau membayar.


"Gak Mau!" ucap Tasya.


"Buruan! Aku mau gendong Stevan." ucap Darel.


Dengan memberanikan diri Tasya Membuat dompet Darel.


baru kali ini dia membuka dompet orang lain.


Dia mengambil beberapa uang kes dari dompet dan membayar nya.


"Terimakasih yah Mbak." ucap penjaga Cafe. Tasya tersenyum


"Bapak yang menggendong anak itu Om mbak yah?" tanya penjaga Cafe lagi.


Tasya menoleh ke arah Darel yang berdiri tidak Jauh dari nya.


"Tasya hanya tersenyum saja dan pergi.


Darel yang mendengar itu seketika merasa Kesal.


"Pria tadi ngomong apa sama kamu?" tanya Darel.


"Dia bilang kalau Kakak adalah Om ku." ucap Tasya sambil tertawa kecil.


Darel memasang wajah cemberut.


"Tapi seperti nya kakak lebih cocok jadi Om aku deh." ucap Tasya.


"Jangan bilang itu, om! Om! Kakak tidak suka." ucap Darel.

__ADS_1


Tasya melihat Darel kesal membuat nya tertawa.


"Yah mau gimana lagi, kakak sudah tua." ucap Tasya bercanda.


Melihat Tasya tertawa Darel sangat senang tidak perduli istri nya menertawakan nya.


"Kamu kakak hukum sudah menertawakan kakak, masuk ke dalam mobil." ucap Darel membuka kan pintu.


"Ayo anak-anak masuk." ucap Darel.


"Papah nya ngambek Sayang." ucap Tasya. Bahkan mereka terlihat sangat senang membuat Darel jengkel.


"Ayo kita pulang!" ucap Darel pada anak-anak nya.


"Baik Om." ucap Raya. Darel terkejut dia langsung menatap Raya. Tasya menahan tawa nya.


"Ini semua gara-gara kamu nih." ucap Darel langsung memeluk Tasya dengan Erat, Ketawa Tasya langsung lepas, Darel menggelitik Tasya sampai Nafas nya terengah-engah.


Darel akhirnya melepaskan nya. Darel menghidupkan mobil.


Tasya melihat wajah Darel seperti nya sudah kesal. Sepanjang perjalanan Darel tidak berhenti melihat ke arah kaca mobil di melihat wajah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. Bibi menurunkan barang-barang dari mobil.


Laura membawa anak-anak ke dalam.


"Hai Omah, Omah lagi ngapain?" tanya Raya.


"Lagi nonton, kok lama sekali belanja nya? Omah kesepian di rumah." ucap Omah.


"Mampir dulu untuk makan eskrim omah." ucap Tasya.


"Oohh ya udah kamu pergi bersih-bersih gih pasti kamu yang belanja kamu terlihat sangat berantakan." ucap Omah.


"Baik Omah." ucap Tasya mencium pipi Omah nya. Darel yang melihat tingkah Tasya seperti anak kecil membuat nya tersenyum.


"Istri kamu memang seperti itu, dia Masih seperti anak kecil. Bahkan mandi saja masih di siapkan sama bibi." ucap Omah.


Darel tersenyum.


"Oh iya nih kami beli banyak buah-buahan untuk Omah sama Opah." ucap Darel.


"Humm makasih yah Cu." ucap Omah.


"Bibi! Bi! Tolong di bersih kan yah." ucap omah pada Bibi.


"kamu juga pergi mandi sana! biar mereka Omah yang jagain." ucap Omah.


Darel mengangguk dia langsung masuk ke kamar.


"Tasya mana yah." batin Darel melihat kamar sepi namun mendengar Suara Air di kamar mandi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2