
"Sudah mah." ucap Darel.
"Anak-anak kamu mana?" tanya Mamah nya.
"Mereka sedang tidur di mah." ucap Darel.
"Loh kok cepat sekali tidur nya?" tanya mamah Tima.
"Mereka tidak tidur siang maka nya cepat tidur Mah." ucap Darel.
"Oohhh istrinya kamu di mana?" tanya mamah Tima lagi.."Dia juga tidur menemani anak-anak di kamar Mah." ucap Darel.
"Oohhh wajar saja dia tidur karena dia pasti kelelahan di kampus dan pulang harus mengurus anak-anak, kamu harus perhatian sama dia." ucap Mamah Tima.
Darel diam.
"Kamu jangan pernah mencoba tidak memerhatikan nya, Mamah orang yang pertama kali Akan marah pada kamu!" ucap mamah Tima.
"Baik mah." ucap Darel dengan nada yang sangat kecil.
"Ya udah nanti kalau mereka sudah bangun telpon Mamah!" ucap Mamah Tima dan mematikan sambungan telepon.
Darel menghela nafas panjang.
Dia pun berjalan ke Ruang tamu. Dia mendapatkan pesan dari teman nya Sinta yang beberapa Minggu lalu datang ke perusahaan nya.
Sinta mantan si Darel yang ingin datang berkunjung melihat anak-anak Darel namun belum sempat.
"Dia bilang kalau dia Akan datang Besok, namun Darel mengatakan kalau dia tidak ada di rumah Besok dan Darel meminta nya datang di hari libur saja. Sinta tidak keberatan.
Sudah tengah malam Tasya terbangun.
"Hoammm.... Aku ketiduran." ucap nya sambil melihat jam, dia melihat jam sudah jam sebelas malam.
"Ya ampun sudah jam segini saja." ucap Tasya. dia melihat anak-anak Masih tidur dengan nyenyak.
Dia berbaring sebentar memeriksa handphone nya namun tiba-tiba handphone nya berdering pesan banyak dari Alex data handphone nya dari tadi mati.
Alex menanyakan dia kemana dari sore tadi. Tasya membalas nya namun sepertinya nya Alex sudah tidur.
"Maaf yah kak aku ketiduran." balas Tasya dan meletakkan handphone nya lagi. Dia pun keluar dari kamar.
Dia melihat rumah sudah sepi namun dia heran melihat lampu ruang tamu yang tidak di matikan.
"Loh kenapa lampu ruang tamu gak di matikan sih." ucap Tasya mau mematikan lampu namun ternyata ada Darel yang sedang bekerja sambil memangku laptop nya.
__ADS_1
"Kak Darel kenapa jam segini masih bekerja?" batin Tasya. dia mendekati nya Darel melirik Tasya yang duduk di depan nya.
"Kenapa bangun?" tanya Darel.
"Terbangun saja karena sudah kelamaan tidur." ucap Laura.
Darel diam.
Tasya memerhatikan Darel yang fokus bekerja.
"Aku kecapean sehingga sampai di rumah aku jadi ketiduran sama anak-anak." ucap Tasya.
Darel diam.
"Oh iya Bagaimana dengan pekerjaan kakak? Bukan nya hari ini awal kakak masuk ke kantor lagi? Dan bagaimana keadaan kakak?" tanya Tasya.
"Seperti yang kamu lihat." ucap Darel langsung tanpa melihat ke wajah nya.
"Owhh." ucap Tasya seketika langsung mati kata gara-gara Darel menjawab kata-kata nya sangat singkat.
"Humm kakak tidak ingin bertanya bagaimana hari pertama ku menjadi dosen?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
Tasya Menghela nafas panjang.
"Kak Darel akhir-akhir ini sangat cuek sekali. Aku Salah apa yah pada nya." batin Tasya.
"Kamu lebih baik kembali ke kamar dari pada mengganggu kakak di sini!" ucap Darel menatap Tasya.
Tasya yang di bilang seperti itu langsung terdiam dia menatap wajah Darel yang benar-benar sangat dingin.
"owh baik lah kak, aku minta maaf sudah mengganggu kakak, aku hanya mengatakan untuk istirahat." ucap Tasya.
Tasya berdiri dia pun langsung pergi sambil menunduk kan kepala nya.
Darel pun kembali bekerja. Tasya masuk ke dapur dengan perasaan yang campur aduk.
"Ya Allah apa salah yang aku lakukan sehingga kak Darel terlihat sangat marah pada diriku." batin Tasya. dia mengintip Darel yang masih di ruang tamu.
"Dia baru saja di nyatakan sembuh oleh dokter, namun dia sudah bergadang itu akan membuat imun tubuh nya berkurang." ucap Tasya.
"Non Tasya! Non Tasya ngapain di dapur?" tanya Bibi yang baru saja keluar dari kamar nya kebetulan kamar nya Dekat di dapur.
"Humm gak apa-apa kok Bik, hanya lapar saja mau memasak Mie instan." ucap Tasya.
"Oohhh, biar saya bantu masakin yah." ucap Bibi.
__ADS_1
"Gak usah bik aku bisa sendiri kok," ucap Tasya. Bibi pun mengangguk.
"Oh iya bik, apa Kak Darel sudah Makan? Dan dia sudah minum obat?" tanya Tasya.
"Sudah kok Non, bahkan Pak Darel seperti nya kelelahan dan tertidur di sofa." ucap Bibik.
"Oohh." ucap Tasya.
", Bagus Lah kalau dia baru bangun. setidaknya dia istirahat." ucap Tasya.
Dia pun memasak mie instan nya dan menghabiskan nya sendiri. Di meja makan dia bermain handphone nya hingga tidak terasa jam sudah jam satu malam.
"Ya ampun aku bisa telat besok kalau tidak tidur sekarang." batin Tasya.
Dia langsung kembali ke kamar. Dia melewati Darel begitu saja yang belum tidur. Darel melirik nya dan kembali fokus bekerja.
Keesokan harinya Tasya bangun lebih awal. Dia sudah memandikan anak-anak nya dia memberikan makan dan juga dia Sekarang berniat mau menyiapkan sarapan untuk suami nya sebelum berangkat ke kampus dia juga tidak bisa melupakan suami nya baru saja sembuh.
"Sudah selesai." ucap Tasya membuat menu sarapan pagi di atas Meja.
"Raya! Stevan! Mamah mau berangkat dulu yah." ucap Tasya.
"Iyah Mamah! Mamah hati-hati yah jangan telat pulang nya." ucap Raya.
"Mamah gak janji bisa cepat pulang tapi Mamah usaha kan cepat pulang. Nanti Siang Bobo Siang yah, kalau tidak Bobo Mamah Akan marah." ucap Tasya.
"Iyah Mah." ucap Raya. Stevan memeluk Mamah nya, Untung saja dua anak itu sangat lah pengertian.
Setelah berpamitan dengan anak-anak nya Tasya melihat ke arah atas.
"Sudah dua hari dia berangkat kerja namun tidak pernah Darel melihat nya berangkat.
"Ya udah mamah berangkat yah, baik-baik di rumah! Bye.." ucap Tasya dia pun keluar dari rumah itu.
Dia menyetir sendiri ke kampus karena kampus nya juga tidak jauh.
Setelah Tasya pergi Darel baru saja turun.
"Selamat pagi Anak-anak papah." sapa Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***