
"Dengan kak Alex, aku yakin mereka diam-diam tinggal bersama namun tidak jujur." ucap Tasya.
"Emang kamu gak pernah yah kaya gitu?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
Seketika Tasya terdiam dia mencerna kata-kata Darel.
"Atau jangan-jangan sebelum nya kakak pernah kumpul kebo sama pacar kakak dulu." ucap Tasya.
Darel mengangguk.
"Dengan mbak Amel dulu kakak tinggal satu rumah, tapi kamu jangan berfikir yang aneh-aneh dulu, kakak dengan mbak Amel satu rumah sebelum nya sudah Menikah sirih terlebih dahulu." ucap Darel.
Tasya terdiam. Dia tidak tau kalau sebelumnya mbak nya menikah sirih.
"Kamu jangan Salah paham dulu, kamu melakukan itu karena tuntutan dari Orang tua masing-masing, kami juga tidak ingin melakukan dosa akhirnya kami menyetujui permintaan mereka." ucap Darel.
"Humm begitu yah." ucap Tasya.
Darel melihat wajah Tasya yang sangat berbeda.
"Kamu marah?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya. "Aku mengira mbak Amel terbuka pada ku, tetapi tidak. Banyak yang tidak aku tau tentang nya." ucap Tasya.
"sementara aku tidak satu pun rahasia ku aku sembunyikan pada nya, bahkan dia sangat tau aku mengangumi kak Alex dulu." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Dia tidak mungkin menceritakan semua masalah nya sama kamu, itu justru Akan membebani kamu." ucap Darel. Tasya mengangguk paham.
"Ya udah kita makan yah, kasihan anak aku kelaparan di dalam sana." ucap Darel mengelus perut Tasya.
Setelah selesai makan Darel membersihkan nya.
"Kok aku tiba-tiba mau jalan-jalan yah? tiba-tiba saja kefikiran." ucap Tasya pada Darel yang sedang fokus menonton TV satu tempat tidur dengan Tasya.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Darel.
"Terserah aja, pokoknya bisa menikmati pemandangan yang indah dan perjalanan yang jauh." ucap Tasya. Darel tersenyum dia menarik hidung Tasya.
"Kamu harus sembuh dulu, dan juga ibu belum sembuh." ucap Darel, "Bukan sekarang Kak, tapi setelah aku sehat dan juga ibu sudah pulang dari rumah sakit." ucap Tasya.
__ADS_1
"Ya udah nanti kita bicarakan yah, kamu istirahat dulu." ucap Darel sambil membenarkan tidur istri nya dan setelah itu dia turun.
"Mau kemana..?" tanya Tasya dengan mode manja menahan Baju Darel. Darel melihat Tasya seketika dia tersenyum melihat Ekspresi Tasya.
"Kakak mau melihat Ibu dulu, kasihan dia tidak ada teman." ucap Darel. "Oohh.. Jangan lama-lama yah." ucap Tasya. Darel mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya.
"Iyah sayang, tidur yah." Darel pun keluar. Dia berjalan ke ruangan buk Adel namun ternyata pak Ahmad masih di sana.
Darel melihat Pak Ahmad dan buk Adel sedang berbicara serius, namun sedikit meninggi kan suara sehingga Darel bisa mendengar sedikit-sedikit.
"Kamu kembali lagi dengan perempuan itu kan? Aku sudah melihat semua Chatan kamu dengan dia!" ucap buk Adel.
Mereka semakin ribut, Darel sangat tidak sopan jika menguping dia pun tidak mengerti apa yang di bahas oleh mereka.
Darel mengetuk pintu seketika mereka langsung diam.
"Masuk!" Ucap pak Ahmad.
"Saya mendengar ibu sama bapak ribut, saya pikir ada apa." ucap Darel.
"Tidak apa-apa, bapak permisi dulu." ucap pak Ahmad langsung pergi meninggalkan Ruangan itu, Darel kebingungan dia hanya melihat mertua nya itu pergi.
"Ibu baik-baik saja kan?" tanya Darel. Buk Adel mengangguk.
"Sudah baikan kok Buk," ucap Darel.
"Ayah nya menarik dia agar pergi dari sini dengan sangat kasar sehingga mengalami kram." ucap buk Adel. Darel hanya diam saja sambil mendengarkan kan buk Adel.
"Sekarang sudah tidak apa-apa kok Buk, ibu istirahat saja, aku akan menemani nya malam ini." ucap Darel, buk Adel mengangguk.
Setelah buk Adel tidur Darel kembali ke kamar Tasya. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering. Telepon dari Mamah nya dia langsung mengabaikan dan menutup handphone nya.
Dia melihat Tasya belum juga tidur.
"Kenapa kamu belum tidur sayang?" tanya Darel.
"Aku mau tidur bareng kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum dia langsung naik ke tempat tidur, walaupun kecil namun mereka harus tetap tidur bersama.
"Kakak akan membuat badan kakak lebih kecil agar kamu dan calon anak kita nyaman." ucap Darel, Tasya tersenyum.
Keesokan harinya Darel harus bangun pagi untuk berangkat bekerja, sementara Riski datang untuk menemani Tasya dan juga ibu nya.
__ADS_1
Tasya merasa sudah lebih baik dia sudah bisa keluar. Riski dan Tasya menyusul ibu nya ke ruangan yang berbeda.
"Akhirnya Kalian datang juga, jadi kan hari ini ke makam Amel?" tanya buk Adel. "Jadi buk tapi tunggu ijin dari dokter dulu yah, sebentar lagi dia akan datang memeriksa Ibu." ucap Tasya.
"Ibu sudah sudah sehat, tidak ada yang sakit lagi," ucap buk Adel sangat bersemangat pada hal asli nya dia sangat pucat, kurus dan juga sangat lemas.
"Tunggu sebentar yah Buk." Tasya mencoba menenangkan ibu nya.
Tidak beberapa lama dokter datang, akhirnya di ijinkan, buk Adel terlihat sangat senang. Tasya menyempatkan untuk menelpon suami nya.
"Halo Kak, kami sudah mau berangkat ke makam mbak Amel, kakak kapan datangnya?" tanya Tasya.
"Kakak akan terlebih dahulu ke makam, kamu bersama ibu saja gak apa-apa kan?" ucap Darel.
"Oohhh ya udah gak apa-apa kok kak." ucap Tasya.
"Hati-hati." Darel langsung mematikan sambungan telepon.
"Bagaimana Mbak?" tanya Riski.
"Kak Darel akan ke sana duluan, ayo kita segera berangkat." ajak Tasya. Buk Adel masih terpasang infus di tangan nya
dan duduk di kursi roda.
Walaupun seperti itu dia terlihat sangat semangat sekali.
Darel baru saja sampai di makam Amel, dia melihat rumput yang sudah mulai banyak di makam istri nya itu.
Tiba-tiba air mata nya keluar ketika memegang batu nisan.
"Maafin aku yang baru bisa datang ke sini Mel, aku tidak kuat aku akan selalu sedih jika datang ke sini." Darel mengelus batu nisan itu.
"Kamu tau setelah kepergian kamu, banyak sekali peristiwa yang terjadi, sungguh tidak masuk akal namun ini benar-benar terjadi, aku mengalami hidup yang begitu sulit. Namun aku sangat beruntung bisa menikah dengan Tasya, dia seperti kamu wanita yang bijak, baik berhati lembut." ucap Darel sambil terus menangis.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***