
"Cepat pulang dan lihat Mamah di sini yah nak, Mamah gak tau lagi bagaimana kalau tidak ada Kalian di samping mamah. Maafin Mamah yang telah menyia-nyiakan waktu waktu kalian masih di sini." ucap Tasya
Dia berbaring di kasur sambil mencium aroma khusus yang di miliki Tasya dan Stevan.
"Mamah sangat sayang sama Raya dan Stevan, raya juga sempat janji Akan selalu ada di samping Mamah, namun kamu yang ninggalin Mamah duluan." ucap Tasya.
Tidak beberapa lama Tasya menetes kan Air mata nya, dan karena lelah dia tertidur dalam keadaan mata yang basah.
Namun dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu bangun-bangun berharap Raya dan Stevan ada.
Setelah Sadar mereka tidak ada di samping nya Air mata nya lagi-lagi keluar. Tidak terasa hari sudah pagi dia tidak bisa tidur, dia memutuskan untuk segera mandi dan siap-siap ke kampus karena kalau di rumah dia tidak berhenti memikirkan anak-anak nya.
Namun tiba-tiba Perut nya sakit dan mual-mual. Dia berusaha menahan nya namun tidak bisa dia jadi pusing Untung saja Bibik kebetulan lewat depan kamar dan mendengar suara Tasya yang muntah. Bibik masuk.
"Ada apa non?" Bibik membantu Tasya. Cukup lama di kamar mandi. Bibik membantu untuk duduk.
"Non Tasya baik-baik saja? Lebih baik hari ini non Tasya di rumah Saja yah." ucap Bibik. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bisa di rumah saja Bik, aku semakin sedih." ucap Tasya. "Baiklah kalau begitu ijin kan Bibik menemani non Tasya keluar, saya sangat khawatir." ucap Bibik.
Tasya tersenyum.
"Ini hal biasa Bik, jadi jangan terlalu khawatir. saya bisa kok. Ini waktu nya untuk Bibik istirahat, istirahat lah di rumah yah." ucap Tasya.
Bibik hanya bisa diam. Dia tidak bisa mengatakan apapun dia tidak tega melihat wajah Tasya yang sangat sedih namun dia berusaha untuk tetap tersenyum dan kuat.
Setelah selesai siap-siap. Tasya memeriksa ponsel nya sudah ada kabar dari suami nya. Memberi tahu kalau mereka sudah sampai dia juga mengirimkan foto kalau Stevan baik-baik saja.
Tasya melihat anak nya bisa tenang. Dia juga sedikit lega.
"Aku mohon telpon aku ketika bersama Stevan kak." balas nya. Tidak beberapa lama Darel membalas pesan istri nya.
"Bukan nya kakak tidak mau, hanya saja jika mengingat Kamu Stevan Akan menangis. Kakak hanya mengirimkan video untuk saat ini. Kamu di sana baik-baik saja kan?" tanya Darel.
Tasya terdiam. Ternyata bukan hanya dia saja yang tidak bisa berhenti memikirkan anak-anak nya.
"Baiklah kak, aku di sini baik-baik saja." balas Tasya, dia pamit untuk Pergi kerja.
__ADS_1
"Bik aku pergi kerja yah. Nanti kalau aku belum pulang ibu ke sini bilang tunggu aku yah." ucap Tasya.
"Baik Non." Ucap Bibik. Tasya pun meninggalkan Bibik. Dia mengendarai Mobil nya sendiri. Sebelum menjalan Kan nya dia melihat wajah nya di cermin dia baru sadar ternyata belum memakai riasan.
Dia pun merias wajah nya sendikit di wajah nya agar tidak terlalu pucat. Dia menoleh ke arah pintu rumah biasanya Raya dan Stevan ada di sana melambaikan tangan. Dia melihat seakan mereka ada di sana dia tersenyum sambil melambaikan tangan nya juga.
Namun tiba-tiba dia sadar dia langsung menurun kan tangan nya. Lagi-lagi dia menghela nafas.
Dia segera meninggalkan rumah itu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kampus, Tiwi langsung menyambut nya, seperti biasa Tiwi membawa kan Makanan untuk Tasya.
"Tasya Mata kamu sembab banget, kamu nangis semaleman yah?" tanya Tiwi. "Aku tidak bisa tidur sama sekali." ucap Tasya.
Tiwi mengelus Punggung Tasya.
"Humm bagaimana kalau malam ini kamu menginap di rumah ku? Kamu bisa tenang tanpa mengingat Raya dan Stevan sementara." ucap Tiwi.
"Terimakasih yah Wi, tapi aku tidak nyaman kalau tidur di kamar yang berbeda. Seperti nya sudah bawaan bayi nya." ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu kita pulang sama-sama nanti yah, naik mobil aku saja, mobil kamu suruh di jemput supir kamu." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.
"Ya udah jangan sedih lagi, aku duluan ke kelas yah soalnya sudah telat nih. Byeee.." ucap Tiwi langsung pergi begitu saja meninggalkan Tasya.
Tasya berjalan ke kelas nya. Sampai di kelas dia di sambut dengan kejutan dari anak-anak kelas itu.
Mereka mencoba menghibur Tasya agar sedih. Tasya berusaha untuk menghargai usaha mereka. Mereka sangat senang Tasya mau tersenyum lagi.
Dan mereka hari ini tidak banyak tingkah, mereka mengikuti mata pelajaran Tasya dengan sangat serius dan juga fokus.
Tidak terasa kelas pertama selesai. Tasya mau mengajak Tiwi ke kantin bersama namun ternyata dia lagi ngerjain sesuatu dia pun menunggu di taman sendirian.
Dia mengambil ponselnya dan mengirim kan pesan pada suami nya.
"Kak bagaimana anak-anak sudah Makan belum? Kalau mereka tidak mau Makan beli ikan kesukaan mereka." ucap Tasya.
Di balas oleh Darel.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu khawatir yah sayang, semua nya aman kok, mereka juga sudah mulai tenang." ucap Darel.
Dia menelpon istri nya.
"Halo, Assalamualaikum." ucap Darel.
"Walaikumsalam kak." jawab Tasya.
"Kamu sudah makan siang?" tanya Darel. "Sudah kak." jawab Tasya.
"Suara kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya Darel.
"Aku kangen kak. Aku kangen kalian." ucap Tasya.
"Kami juga kangen kok Sama kamu, kita berdua harus banyak bersabar, kamu juga gak boleh terlalu sering sedih kasihan kandungan kamu." ucap Darel.
Tasya terisak-isak. Aku ingin mendengar suara Stevan dan Raya agar aku tenang Kak." ucap Tasya.
Panggilan langsung di alih kan ke panggilan Video.
Tasya melihat Raya dan Stevan sedang bermain-main dengan suster. "Mereka tidak mau dengan Siapa pun kecuali kakak dengan Suster, sementara dengan Nenek Kakek nya mereka kurang akrab." ucap Darel.
Tasya tersenyum melihat mereka sangat senang. Dia menjadi merasa tenang.
"Kamu sudah tenang kan?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Hapus air mata kamu. Jangan sedih lagi yah." ucap Darel. Tasya langsung menghapus nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏☺️***
__ADS_1