
"Sebelum kakak menuruti keinginan Mamah, semua nya percuma saja, karena kakak tidak memiliki pendirian sama sekali." ucap Tasya.
Mendengar itu membuat Darel terdiam cukup lama.
"Kakak bukan laki-laki yang bertanggung jawab Sama sekali." ucap Tasya.
"Apa cinta Candra sudah memenuhi hati kamu? Apa tidak ada kesempatan untuk kakak lagi? apa kamu tidak ingin memperbaiki semua nya sebelum terlambat?" tanya Darel.
Tasya tersenyum.
"Aku rasa tidak ada yang perlu di perbaiki. Aku tidak akan pernah di terima di keluarga kakak." ucap Tasya.
"Kalau begitu ayo kita kabur. Kabur bersama kakak." ucap Darel. Tasya terdiam dengan kata-kata Darel. Dia sudah sangat prustasi.
"Bukan ini jalan yang terbaik untuk masalah yang kita alami kak." ucap Tasya. Darel menundukkan kepalanya.
"Apa yang harus kakak lakukan agar kamu kembali?" tanya Darel sambil menangis di depan Tasya.
Tasya mau memegang bahu Darel menguat kan nya namun tiba-tiba ponsel nya Berdering.
Tasya bisa melihat kalau yang menelpon adalah Tania. Darel menjawab nya.
"Halo Darel! kamu di mana? kamu janji untuk pergi sebentar saja." ucap Tania.
"Sebentar lagi aku akan pulang." ucap Darel. dia pun langsung mematikan sambungan telepon.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Saya pergi tanpa pamit, kalau saya pamit untuk ke sini saya tidak akan dapat ijin dan Mamah akan tau." ucap Darel. Tasya Diam.
"Maafin kakak yang tidak bisa menjadi pria yang tegas. Kakak rasa tidak ada lagi yang bisa di perjuangkan. Terimakasih untuk waktu nya selama ini. Terimakasih sudah saling mencintai dan kakak mohon jangan pernah melarang kakak untuk bertemu dengan anak-anak." ucap Darel.
Tasya diam. "Kakak minta maaf." ucap Darel. Darel mendekati Radit.
"Anak papah lagi apa tuh? Papah gak bisa sering bersama Radit di sini. Baik-baik yah, jangan rewel." ucap Darel. Radit terlihat sangat bahagia di saat Darel menggendong nya.
Darel mencium kening Radit dan Setelah itu pergi.
"Nak Darel mau pulang?" tanya Bu Mita. Darel mengangguk.
Bu Mita mendekati Darel. Dia memeluk Darel.
__ADS_1
"Yang sabar yah nak." ucap Bu Mita. Darel memeluk mertua nya itu dengan sangat erat sambil menangis. Pak Ahmad melihat itu dia mendekati nya dia mengelus punggung Darel.
"Restu orang tua sangat penting nak. Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk kalian berdua, jangan pernah khawatir kan Tasya dan anak-anak, mereka semua aman bersama bapak di sini." ucap Pak Ahmad.
Darel juga memeluk Bapak mertua nya.
"Terimakasih Pak." ucap Darel. Darel melihat raya dan Stevan dia memeluk nya juga.
"Papah mungkin tidak bisa bertemu dengan Raya sama Stevan lagi untuk waktu dekat ini. Kalian berdua harus janji tidak menyusahkan Mamah yah nak." ucap Darel.
Raya mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu mencintai papah." ucap Raya. Darel tidak bisa menahan air mata nya dia sangat sedih sekali.
Dia seperti Robot milik ibunya yang di kontrol melalui remote, dia tidak bisa melakukan apa yang dia mau. Sekarang dia benar-benar sudah ikhlas sekali.
Dia meninggal kan rumah itu. Dia pulang ke rumah nya ternyata Tania sudah ada di sana menunggu nya.
"Kamu dari mana saja Darel? Aku menunggu cukup lama.. Kita harus kembali ke Dubai malam ini." ucap Tania.
Darel tidak menjawab nya. Dia masuk ke dalam rumah itu. Sungguh banyak kenangan di rumah itu. Dia masuk ke dalam.
Darel menghela nafas panjang. "Darel ayo buruan. Ini sudah jam Tiga sore." ucap Tania. Darel menatap Tania.
"Kalau kamu mau pulang sendiri pulanglah." ucap Darel. Tania langsung terdiam.
"Aku bukan bermaksud seperti itu, aku hanya tidak ingin ketinggalan pesawat saja" ucap Tania. Darel mengambil foto mereka bersama yang di atas meja.
Dia pun keluar dari Rumah itu. Setelah keluar dari sana dia menatap rumah itu begitu lama.
"Darel ayo masuk." ucap Tania. Darel pun masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil dia hanya diam saja.
Tania melihat Darel hanya menatap foto yang di tangan nya Terus menerus.
Di kamar Tasya menyusui anaknya sambil menahan rasa sakit sekali karena baru pertama kali wajar saja jika sangat sakit sekali.
"Tasya kamu baik-baik saja kan? Apa yang terjadi? Saya mendengar dari luar kamu berteriak." ucap Candra.
"Aku baik-baik saja. Aku sedang memberikan Radit minum." ucap Tasya. Langsung menutupi.
"Butuh bantuan?" tanya Candra.. Tasya Menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, Jangan khawatir kan aku." ucap Tasya. "Oohhh baiklah. Oh iya saya harus kembali sekarang. kamu tidak apa-apa kan?" tanya Candra.
"Humm tidak apa-apa. Terimakasih sudah mau datang." ucap Tasya. Candra mengangguk.
"Sampai jumpa lagi yah bayi ganteng." ucap Candra, dia segera meninggalkan Kamar itu.
Tasya melihat Candra sudah pergi ia menjerit habis-habisan karena Radit minum sangat kuat sekali.
Air mata nya keluar karena sangat perih sekali.
"minum dengan pelan nak, mamah kesaksian." ucap Tasya. dia mengambil Ponselnya namun tidak sengaja tertekan panggilan telepon dan kebetulan sekali menelpon Darel.
Darel melihat itu dia langsung menjawab nya. Dia mendengar Tasya seperti menjerit.
"Halo! Halo! ada apa Tasya?" tanya Darel. Tasya kaget karena suara dari telpon.
"Radit minum terlalu kuat sehingga menyakiti puti*g ku." ucap Tasya. Darel terdiam sejenak. "Kuat kan suara ponsel kamu." ucap Darel. Tasya menurutinya.
"Radit minum baik-baik nak, jangan terlalu menyakiti mamah. Kasihan Mamah nya kesakitan." ucap Darel..Dan benar saja setelah berbicara seperti itu Radit pelan untuk minum. Tasya merasa lega walaupun sedikit sakit namun tidak sesakit yang tadi.
"Anak pintar papah." ucap Darel tersenyum. Radit merespon suara Darel. Tasya yakin ikatan mereka sangat kuat sekali.
Tidak beberapa lama dia selesai minum dan tertidur.
"Ya sudah kalau begitu sudah tidur. Saya sedang di perjalanan." ucap Darel.
"Kakak mau kemana?" tanya Tasya.
"Ke bandara, saya akan kembali ke Dubai malam ini." ucap Darel. Tasya terdiam sejenak, Saat mau berbicara tiba-tiba panggilan nya langsung mati.
"Apa yang kamu lakukan Tania? sini kembali kan ponsel saya!" ucap Darel.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1