
"Bukan itu masalah nya kak, ini adalah pekerjaan yang aku dan keluargaku impikan. Sekarang aku sudah tidak tau bagaimana kalau bertemu dengan pak Candra besok."
Darel mengelus kepala Tasya.
"Aku tidak bermaksud untuk membuat kamu tidak nyaman karena ungkapan ku, tapi aku percaya dia tidak akan mengumbar kata-kata kakak." ucap Darel.
Tasya yang gak bisa marah sama Darel lagi karena sudah sayang akhirnya dia memilih untuk diam, Darel juga menenangkan nya dengan lembut.
Keesokan harinya Tasya berpamitan pada Darel mau berangkat ke kampus.
"Aku berangkat dulu yah kak." sambil menyalim tangan Darel. Darel juga mencium kening Tasya.
"Hati-hati yah." ucap Darel mengelus pipi Tasya. Tiba-tiba Tasya memeluk Darel.
"Kamu kenapa?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Biar kan seperti ini dulu,"
Darel membalas pelukan Darel.
"Ekhem-Ekhem!! Masih pagi loh." Riski baru saja keluar dari kamar nya.
Tasya menoleh ke arah Riski dia semakin mempererat pelukannya pada Darel.
"Kenapa iri? Maka nya buruan selesai kan kuliah, kerja dan menikah." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
Riski tersenyum.
"Ya udah ah kalau begitu mbak berangkat kerja dulu yah, kamu lihat Raya sama Stevan." ucap Tasya. Riski mengangguk.
"Kamu mau nitip apa nanti?" tanya Tasya.
"Humm terserah mbak aja deh." ucap Riski setelah itu menyalim tangan Tasya.
"Kakak juga berangkat yah." ucap Darel dan masuk ke dalam mobil nya.
"Huff semoga saja hari ini pak Candra tidak datang ke kampus." batin Tasya. Namun tiba-tiba handphone nya berdering.
"Kak Alex! Tumben banget." batin Tasya. Dia pun menjawab nya.
"Halo kak, ada apa pagi-pagi sudah menelpon?" tanya Tasya.
"Kakak nungguin kamu di Cafe XXX." ucap Alex.
"Ya udah aku ke sana." ucap Tasya karena dia tidak ada kelas pagi ini.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia melihat Alex duduk sendirian.
"Hay kak selamat pagi." sapa Tasya. Alex tersenyum.
"Aku sudah pesan kan Kopi kesukaan kamu." ucap Alex.
__ADS_1
Mereka pun berbincang-bincang biasa. Namun pelan-pelan Alex memegang tangan Tasya.
"Kakak boleh jujur gak?"Tasya mengangguk sambil menatap heran.
"Kakak tidak bisa memendam ini sendirian. Tapi kamu janji jangan marah dulu yah." ucap Alex.
"Ada apa sih kak? kenapa kakak membuat ku tegang."
"Sebenernya kakak mempunyai perasaan sama kamu, kakak sudah mencintai kamu dari awal kita bertemu." ucap Alex.
Tasya terdiam. Dia menatap mata Alex yang sangat tulus.
"Kakak tidak bisa menahan lebih lama lagi, lebih baik kakak mengungkapkan nya sekarang tidak perduli di tolak atau tidak." ucap Alex.
"Kakak kenapa berbicara seperti itu?" tanya Tasya.
"Karena kakak tidak butuh Jawaban kamu, kakak hanya butuh kamu mendengar kan kata-kata kakak dan tau perasaan kakak." ucap Alex.
"Ya Allah ini yang aku tunggu-tunggu dulu namun Kakak sudah terlambat aku tidak lagi mempunyai perasaan sama kakak." ucap Tasya langsung tanpa basa-basi.
"Kakak paham kok, karena kakak juga tidak ingin merusak hubungan kamu dengan suami Kamu."
"Kakak sudah tau semua nya?"
Alex mengangguk.
"Kakak sudah curiga dari awal bertemu suami kamu, karena dia menatap kakak dengan lain dan karena penasaran kakak menemui Omah sama Opah kamu."
Tasya menghela nafas panjang.
"Kakak juga tau kalau kamu suka sama kakak dulu namun kakak telat seperti yang kamu katakan." ucap Alex.
"Aku minta maaf kak."
"Kamu tidak salah, justru kakak sangat salut sama kamu." ucap Alex mengelus rambut Tasya.
"Kamu rela berkorban untuk menikah. Kakak tidak pernah marah dan tidak pernah kecewa, walaupun cinta kakak tidak di balas namun kakak akan terus mencintai kamu."
"Sekarang kakak tanya kamu mencintai Suami kamu gak?"
Tasya mengangguk sambil malu-malu.
"Kakak mau kamu mempertahankan pernikahan kamu, kakak ingin kamu bahagia dan seumur hidup kamu hanya menikah satu kali saja."
Tasya tersenyum. Dia langsung memeluk Alex.
"Terimakasih banyak kak, aku akan pasti menjaga pernikahan ini dan memperjuangkan hubungan ini." ucap Tasya.
Alex memeluk Tasya.
"Kamu pasti kuat, kamu perempuan yang sabar dan pekerja keras, kakak selalu percaya sama kamu, kamu bisa datang sama Kakak kapan pun kamu mau."
Tiba-tiba Seseorang dengan kasar menarik tangan Tasya dan menampar pipi nya.
__ADS_1
"Ibu!" ucap Tasya kaget.
"Dasar wanita tidak tau diri! Bisa-bisa nya kamu pelukan dengan pria lain." Ucap Bu Adel.
"Bukan seperti itu buk, ibu salah paham." ucap Tasya.
"Ibu tidak percaya sama kamu, dari tadi ibu melihat pria ini memegang tangan kamu dan kamu langsung memeluk nya, Darel harus tau kelakuan istri nya seperti ini." ucap Ibu Adel.
"Buk, aku mohon jangan ngomong sama kak Darel aku Bisa jelasin."
"Ibu jangan salah paham dulu buk, kami hanya temenan." ucap Alex.
"Diam! Kamu Diam!" Bu Adel membentak Alex.
"Ibu sudah menduga kamu Akan seperti ini di belakang suami kamu." ucap Bu Adel.
Tasya sudah sangat malu dia pun akhirnya memilih untuk Diam saja.
Sementara di tempat lain Darel sedang meeting namun tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya. Dia membuka nya.
Dia melihat video Alex memegang tangan Tasya sambil mengelus kepala dan berpelukan. Dia langsung menggeprak meja membuat orang semua terkejut.
"Ada apa pak?" tanya Ajeng yang duduk di samping bos nya.
"Meeting hari ini Akan dan batal kan, saya ada urusan mendadak." ucap Darel.
"Tidak bisa pak, semua nya butuh usaha yang lebih untuk meeting ini," ucap Klien.
"Betul pak, lagian hanya sekitar satu jam lagi." ucap Ajeng.
"Bapak minum dulu biar lebih tenang."
Satu jam kemudian Darel keluar dia langsung menghubungi istri nya.
"Kamu ada di mana?" tanya Darel dengan nada sangat dingin.
"A-aku di rumah Kak." ucap Tasya.
"Kakak akan segera pulang, kamu jangan kemana-mana."
Darel langsung tancap gas pulang ke rumah.
"Dia sama sekali tidak mengerti cara menghargai pasangan. Bahkan sudah saling berjanji dan dia juga belum paham sama Suami sendiri." batin Darel sangat emosi.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Darel terkejut melihat ada mertua nya, dia sedikit segan mau marah namun mertua perempuan nya langsung angkat bicara.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author,, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***