
"Hay, kursi nya kosong kan?" tanya wanita itu. Darel kaget.
"Iyah kosong kok." ucap Darel. "Boleh Duduk di sini kan?"
"boleh silahkan." Ucap Darel.
"Datang sendirian aja? pasangan kamu mana?" tanya wanita itu. "Saya datang.." "Pasti sendirian kan? Saya dengan senang hati menemani kamu di sini." ucap wanita itu langsung.
"Oh iya kenalin nama aku Lita, nama kamu Siapa?" tanya Lita. "Darel."
"Ayo minum bersama." ajak Lita mengangkat gelas nya.
Darel pun ikut minum. Sementara Tasya yang melihat perempuan itu menggoda Suami nya membuat nya kesal.
"Eh Tasya kamu mau kemana?" tanya teman nya..
"Aku harus memberikan pelajaran pada Lita." ucap Tasya.
"Lita sedang dalam bahaya." ucap bela.
"Lagian si Lita aneh-aneh aja, gak bisa lihat cowok ganteng sendirian aja."
"Permisi mbak," sapa Tasya berdiri di samping Darel.
"Eh Tasya, kamu di sini juga, makin cantik aja. Ke sini sama siapa?" tanya Lita.
"Sama suami aku lah, cowok yang kamu godain ini adalah suami ku." ucap Tasya. Lita menoleh kearah Darel. Darel langsung merangkul Tasya.
"Aku tidak tau, aku pikir dia sendiri ke sini, aku minta maaf yah." ucap Lita Seketika langsung malu. "Lebih baik kamu ikut aku deh " Tasya menarik tangan Lita ke teman-teman nya.
"Seperti nya Lita belum bisa merubah kelakuan buruk nya deh. rasain tuh di labrak kan." ucap Bela pada Lita.
Mereka semua tertawa.
"Aku minta maaf, aku gak tau kalau itu adalah suami kamu." ucap Lita. "Bagaimana suami aku ganteng kan?" tanya Tasya dengan bangga nya.
"Tapi kelihatannya umur nya cukup jauh dari kamu, aku pikir dia adalah duda." ucap Lita.
"Huff pantesan saja kamu deketin, kamu mau morotin kan?" tanya Tasya. Lita tertawa. Darel yang melihat mereka sudah tertawa bersama membuat nya menggeleng kan kepala nya.
"Ternyata Tasya mempunyai Teman yang sangat banyak yah, bahkan teman-teman nya jarang ada yang beres," batin Darel.
Dan kenyataan nya benar saja, teman Tasya banyak yang bertato, merokok bahkan banyak juga wanita malam, bahkan Bela juga pernah berpacaran dengan duda kaya.
Mereka semua mabuk dan juga joget-joget mengikuti musik sementara Tasya meninggalkan mereka menyusul suami nya.
__ADS_1
"Kakak sudah bosan yah?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Mana mungkin kakak Bosan, melihat wanita-wanita cantik dan seksi seperti yang di sana membuat kakak Betah." ucap Tasya. Darel tersenyum.
"Enggak sayang, kakak melihat kamu tadi di sana, lagian kakak juga Sudah rindu dengan momen-momen seperti ini, sayang nya di sini tidak ada orang yang kakak kenal." ucap Darel.
"Emang terakhir kakak party kapan?" tanya Tasya.
"Sebelum Raya lahir." ucap Darel.
"Wah sudah lama dong." ucap Tasya. Darel mengangguk.
"Apa kakak tidak ingin lagi?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Kakak tidak muda lagi, bukan waktu nya lagi untuk seperti itu sekarang, lebih baik fokus pada keluarga." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Kakak berfikir awalnya teman-teman kamu polos Sama seperti Bela, namun ternyata semua nya brutal banget." ucap Darel.
Tasya tertawa.
"Mereka semua adalah Teman ku yang selalu ada untuk ku, namun aku paling dekat dengan bela karena jarak rumah kami dekat dan juga kami satu kelas."
"Apa kamu tidak terpengaruh oleh mereka?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
Darel tersenyum dia merasa salut dengan jawaban Tasya.
"kakak dulu sering Mabuk gak?" tanya Tasya.
"Sering banget, bahkan Waktu itu masih SMA, papah selalu mengusir kakak dari rumah, waktu itu papah dan Mamah Masih tinggal di Pekanbaru." ucap Darel.
Tasya tertawa mendengar cerita suami nya.
"Tapi semakin kita dewasa kita sadar kalau mereka marah bukan karena tidak sayang tapi mereka sangat sayang." ucap Darel.
"Aku yakin pasti enak merasakan kasih sayang orang tua pada masa-masa kecil dulu." ucap Tasya. Darel tersenyum.
"Kamu sendiri bagaimana cerita yang paling kamu ingat sebelum bersama kakak?" tanya Darel.
"Tidak ada yang menarik sih kak, aku terlalu fokus pada pendidikan, bahkan aku tidak pernah pacaran." ucap Tasya.
"Seharusnya kamu harus menghias dunia kamu untuk kamu ceritakan pada anak-anak kita besok." ucap Darel.
"Tapi aku mempunyai cerita yang sangat berarti dan berkesan pada anak kita besok kak." ucap Tasya...
"Apa kakak boleh tau?" tanya Darel.
__ADS_1
"Aku akan menceritakan pada mereka bagaimana aku bisa menjadi istri papah mereka. Awal nya seperti apa dan ujung nya seperti apa." ucap Tasya.
Darel tersenyum.
"Aku akan menulis semua nya Kisah yang kita alami, suatu saat nanti kita pasti merindu kan itu." ucap Tasya. Darel tersenyum dia menatap wajah Tasya.
"Kakak minta maaf tidak mencintai kamu lebih awal pada waktu itu." ucap Darel.
"Tidak ada yang harus di sesali kak, tidak ada yang perlu di Maaf kan, mungkin kalau tidak seperti itu kita tidak bisa saling mencintai sekarang." ucap Tasya. Darel mengelus pipi Tasya.
"Kamu benar sayang," ucap Darel.
Tidak terasa sudah jam sebelas malam mereka pun pulang, sampai di rumah ternyata Omah sudah menunggu mereka dengan wajah yang sangat khawatir.
"Kalian kenapa sangat lama Pulang?" tanya Omah.
"Acara nya cukup lama omah, lagian jarang-jarang aku pergi seperti ini." ucap Tasya.
"Kamu ngomong apa sih? wajar saja Omah khawatir, kamu lagi hamil." ucap Omah.
"Tasya sedikit mabuk Omah, dia tidak bisa di larang untuk minum." ucap Darel.
Tiba-tiba Omah menarik kuping Tasya.."Omah gak suka yah Cucu Omah minum-minuman keras." ucap Omah.
"Sakit Omah, jangan di cubit dong." ucap Tasya.
"Buruan bawa dia ke kamar Darel, dia sungguh keras kepala." ucap Omah. "Omah jangan marah-marah dong." ucap Tasya. Namun Darel langsung membawa nya ke kamar..
"Aku sudah bilang jangan minum." ucap Darel. Tasya tidak lagi menjawab nya dia langsung tidur di kasur.
Terpaksa Darel sendiri yang harus menukar pakaian Tasya. Sementara di tempat lain. Alex membopong Bela ke kamar.
"Terimakasih yah sayang, aku sangat senang sekali." ucap Bela.
"Kamu sangat mabuk, lebih baik mandi dulu." ucap Alex, namun Bela malah mencium bibir Alex.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1