
"Bagaimana Darel? Apa sudah selesai?" tanya pak Ahmad.
"Belum Pak, sudah sangat lama, ini membuat saya khawatir." ucap Darel.
"Tasya mana? Kenapa dia tidak datang?" tanya pak Ahmad.
"Dia tidak bisa datang karena kerjaan nya pak." ucap Darel.
"Loh kok dia tidak datang? Padahal dokter bilang kalau Ibu sangat ingin bertemu dengan nya, bahkan dia berpesan sebelum masuk ruangan operasi dia ingin memeluk Tasya." jelas pak Ahmad.
"Loh kok bapak tau?" tanya Darel.
"Pak dokter menceritakan nya. Mungkin ibu takut dia cukup lama di masa koma nya. Dia bahkan sudah berbicara dengan Riski melalui panggilan Video." ucap pak Ahmad.
"Mungkin dia tidak bisa meninggal kan pekerjaan nya pak." ucap Darel.
Tidak beberapa lama akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi. Semua keluarga sudah sangat siap mendengarkan penjelasan dokter.
"Pasien sempat drop, namun kamu segera menangani nya dan sekarang pasien sedang koma, dia sangat lemah." ucap dokter.
"Tapi operasi nya berhasil kan Dok?" tanya Darel.
"Alhamdulillah berhasil, namun saya tidak bisa menentukan Kapan pasien akan sadar." ucap dokter itu.
Mereka semua hanya diam. Mendengar buk Adel sempat drop sudah membuat mereka khawatir.
Darel baru saja selesai berbicara dengan dokter dia langsung melihat Darel dan juga Buk Mita terlihat sangat asik berbicara.
"Bagaimana Rel? apa kata dokter?" tanya pak Ahmad.
"Tidak ada yang serius pak. Hanya membayar beberapa administrasi saja." ucap Darel.
"Oohh begitu. Lalu kapan kita bisa melihat Ibu ke dalam?_ tanya pak Ahmad. "Mungkin masih menunggu waktu tiga hari lagi pak." ucap Darel.
Setelah lama berbincang-bincang hari pun semakin Sore mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Di tempat lain Tasya Sedang duduk di kursi nya sendiri an, tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Halo Omah, apa kabar?" tanya Tasya. "Alhamdulillah baik kok," ucap Omah.
"Omah nelpon kamu mau bertanya tentang keadaan Ibu kamu? Apakah operasi nya lancar?" tanya Omah.
Tasya terdiam.
"Kok diam Tasya?" tanya Omah.
"Aku tidak pergi Mah, aku tidak bisa meninggal kan pekerjaan ku." ucap Tasya. Omah Menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Apa lebih penting pekerjaan kamu dari pada ibu kamu sendiri? Apa kamu tidak takut kalau ibu kamu tidak bangun lagi?" tanya Omah. Tasya hanya diam saja.
"Omah kecewa sama kamu," ucap Omah langsung mematikan ponsel nya.
Tasya menghela nafas panjang. Dia memegang kepala nya.
"Aku yakin Omah pasti tau ini semua nya, bagaimana cara nya aku bertanya pada Omah? sekarang saja dia sudah marah." batin Tasya.
"Tunjukkan lah petunjuk pada aku ya Allah, aku ingin tau yang sebenarnya. Aku ingin tau Siapa ibu kandung ku." batin Tasya.
"Tok!! Tok!! Tok!! Bunyi ketukan pintu.
Tasya menoleh ke arah pintu.
"Pak Candra!" ucap Tasya.
"Kamu kenapa melamun seperti itu? Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Candra. Tasya tersenyum tipis.
"Enggak kok pak, hanya sedikit pusing saja." ucap Tasya.
Candra tersenyum.
"Saya bawain kamu martabak, kamu suka yang rasa ketan kan?" ucap Candra meletakkan martabak hangat di atas Meja.
"Bapak ngerti saja kalau saya sedang lapar, Terimakasih yah." ucap Tasya.
"Pak Candra di luar ada yang nyariin." Tiba-tiba Tiwi datang. Kedua nya menoleh ke arah Tiwi.
"Saya juga tidak tau Pak, dia bilang sekretaris bapak." ucap Tiwi. "Baiklah saya Akan ke sana." ucap Candra.
"Tasya kamu abisin yah, saya pergi dulu." ucap Candra melambaikan tangan nya.
Tasya tersenyum sambil mengangguk. Dia memakan martabak itu...
"Huff Pak Candra bisa saja." ucap Tasya. Karena sudah jam lima Tasya memilih untuk pulang padahal jam empat tadi sudah selesai.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Tasya melihat mobil Darel sudah ada di halaman.
"Kak aku pulang." ucap Tasya melihat Darel duduk di sofa sambil nonton." Tasya menyalim tangan Darel.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya Darel.
Tasya duduk di samping Darel dan bersandar di dada Darel.
"Aku sangat lelah hari ini, aku tidak mau memikirkan apapun." ucap Tasya.
"Sebenarnya kamu lagi ada masalah apa sayang? Coba cerita pada Kakak." ucap Darel.
__ADS_1
"Enggak kok kak, aku hanya ingin istirahat seperti ini saja." ucap Tasya. "Kamu tidak ingin tau keadaan ibu kamu seperti apa?" tanya Darel.
Tasya diam. "Saat sebelum operasi ibu sangat ingin bertemu dengan kamu, semua keluarga berkumpul di sana, ada Pak Ahmad." ucap Darel.
"Ayah juga datang?" tanya Tasya. Darel mengangguk. "Dia tidak sendirian dia datang bersama perempuan yang bernama buk Mita." ucap Darel..
"Dia datang bersama Buk Mita?" ucap Tasya.
"Kenapa? Apa kamu mengenal nya?" tanya Darel.
"Hanya kenal karena Ayah saja, lupakan saja, lalu bagaimana operasi ibu?" tanya Tasya.
"Di saat selesai operasi Ibu sempat drop namun dokter berusaha agar ibu lebih baikan, sekarang ibu sedang koma, dan dokter tidak bisa memastikan kapan dia bangun." ucap Darel.
"Apa Kakak berfikir ibu Akan sembuh?" tanya Tasya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kita semua ingin Ibu Adel sembuh." ucap Darel.
Tasya pun kembali diam, Darel semakin keheranan dengan istri nya itu. "Kamu baik-baik saja kan sayang? Kalau kamu sakit kita bisa periksa ke dokter." ucap Darel..
Tasya menggeleng kan kepala nya.
Akhirnya Darel hanya bisa membiarkan Tasya untuk istirahat dan berada di Samping nya.
Keesokan harinya Tasya mencari Ayah nya ke hotel.
Namun ternyata di sana tidak ada. Tasya datang ke perusahaan namun Kebetulan sekali pak Ahmad tidak datang ke kantor.
Setelah di hubungi pak Ahmad memberikan alamat pada Staf nya, karena kalau Tasya yang bertanya ayah nya pasti gak mau. Akhirnya mereka mengatakan kalau ada berkas-berkas yang harus di tanda tangani.
Setelah mendapat kan Tasya ikut dengan Staf kesana.
"Rumah Siapa ini?" tanya Tasya.
"Kamu sempat mendengar dari sekertaris pak Ahmad dia membeli rumah baru, ini mungkin adalah rumah baru nya." ucap Staf itu.
"Oohh begitu. Kamu langsung pulang saja yah agar atasan kamu tidak Marah, saya bisa berbicara sendiri dengan Ayah saya." ucap Tasya.
"Baik Mbak, kalau begitu permisi. Tasya pun masuk ke dalam rumah itu. Sebelum masuk dia menekan bel terlebih dahulu.
.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan, jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***