
Akhirnya mereka mengatakan kalau ada berkas-berkas yang harus di tanda tangani.
Setelah mendapat kan Tasya ikut dengan Staf kesana.
"Rumah Siapa ini?" tanya Tasya.
"Kamu sempat mendengar dari sekertaris pak Ahmad dia membeli rumah baru, ini mungkin adalah rumah baru nya." ucap Staf itu.
"Oohh begitu. Kamu langsung pulang saja yah agar atasan kamu tidak Marah, saya bisa berbicara sendiri dengan Ayah saya." ucap Tasya.
"Baik Mbak, kalau begitu permisi. Tasya pun masuk ke dalam rumah itu. Sebelum masuk dia menekan bel terlebih dahulu.
Sudah menekan bel beberapa kali namun tidak ada yang membuka nya. Tasya tidak mau menyerah dia terus memencet Bel.
"Mobil Ayah di sini. Tapi kenapa tidak ada yang datang membuka pintu yah." batin Tasya.
"Assalamualaikum, siapa pun yang di dalam tolong buka pintu nya." ucap Tasya mengetuk pintu rumah.
Namun tetap saja tidak ada yang datang membuka pintu. Akhirnya Tasya menyerah dia pun memilih untuk pergi.
Namun tiba-tiba dia mendengar suara engsel pintu yang terbuka. Tasya membalik kan kepala nya.
"Tasya!" ucap Mita. Tasya berbalik dia kaget melihat membuka pintu adalah buk Mita.
"Loh kok Buk Mita di sini? Ini bukan nya rumah baru Ayah yah?" tanya Tasya dengan sangat heran. "Siapa yang datang?" tanya pak Ahmad menyusul ke arah pintu.
"Tasya, kamu kenapa bisa ke sini?" tanya Pak Ahmad. Tasya terdiam.
"Ayah bisa jelasin, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, Ayah dengan.." dia bingung mau menjelaskan bagaimana.
Tasya Menatap mereka.
"Apa ada yang mau menjelaskan sesuatu pada ku? Ada Apa ini sebenarnya?" tanya Tasya berusaha untuk tenang kenapa berbicara dengan orang tua.
"Duduk dulu ke dalam Tasya." ajak Buk Mita, namun Tasya sama sekali tidak mau di sentuh oleh mereka.
"Ternyata kecurigaan ku selama ini benar kalau ayah mempunyai wanita simpanan. Dan juga buat kamu wanita yang memacari ayah saya. Kamu sama sekali tidak mempunyai hati. Kamu membohongi saya demi menyembunyikan hubungan kalian!" ucap Tasya marah.
"Tenang dulu Tasya, ayah bisa jelasin." ucap pak Ahmad.
__ADS_1
"Apa yang mau Ayah jelasin lagi pada ku? Ini sudah cukup jelas, aku yakin ibu jatuh sakit tiba-tiba karena mengetahui hubungan ayah kan?" tanya Tasya.
"Bukan nak. Ibu kamu memang sudah menderita sakit itu dari dulu." ucap pak Ahmad. "Ayah tidak membawa nya berobat karena perempuan ini kan? Ayah sudah tua namun tetap saja ingin seperti anak muda, aku kecewa pada ayah." ucap Tasya.
"Tunggu nak, tunggu Ayah minta maaf." pak Ahmad menahan tangan Tasya. Tasya menangis.
"Sudah berapa lama hubungan Ayah dengan perempuan ini?"
Pak Ahmad hanya diam.
"Aku berfikir ayah adalah orang tua yang terbaik yang akan bisa jadi panutan untuk ku, namun ternyata semua nya mengecewakan." ucap Tasya.
"Dan aku semakin yakin sekarang kalau aku bukan kah anak kandung dari Ibu melainkan dari rahim wanita lain." ucap Tasya. Pak Ahmad dan Buk Mita yang mendengar itu seketika syok.
"Kedatangan ku ke Sini ingin bertanya itu, namun ternyata kenyataan yang aku lihat hari ini jauh lebih mengecewakan." ucap Tasya.
"Kamu adalah anak kandung Ibu kamu Tasya." ucap pak Ahmad
"Cepat atau lambat aku akan tau walaupun ayah tetap tidak mau jujur." ucap Tasya. "Ayah sama sekali tidak memikirkan perasaan ku, ibu dan juga Riski. Di saat ibu sekarat di rumah sakit ayah malah sibuk pacaran dengan perempuan lain." ucap Tasya.
Dia pun langsung pergi. Pak Ahmad dan juga buk Mita sangat khawatir mereka tidak bisa berkata-kata lagi.
Sementara Tasya menangis meninggalkan halaman rumah ayah nya itu.
"Pak berhenti Dulu." ucap Candra pada supir nya.
"Ada apa pak?" tanya sekretaris Candra.
Candra tidak perduli dia langsung turun menghampiri Tasya.
"Tasya kamu kenapa bisa di sini? Mana mobil kamu?" tanya Candra. Tasya melihat Candra.
"Kamu Nangis? Kenapa? Ayo duduk dulu." ucap Candra membantu Tasya duduk.
"Ada apa Tasya?" tanya Candra. Tasya menggeleng kan kepala nya. "Kalau tidak ada yang terjadi kenapa kamu sangat jauh ke sini? Dan kenapa kamu menangis? Suami kamu mana?" tanya Candra.
Tasya hanya bisa sesunggukan tidak menjawab pertanyaan Candra. Candra mengambil ponsel Tasya dia menelpon suami Tasya. Tidak beberapa lama langsung di Jawab.
"Halo, Assalamualaikum." sapa Darel.
__ADS_1
"Walaikumsalam." ucap Candra. Darel kaget karena yang jawab adalah pria. Dia memastikan itu adalah nomor istri nya.
"Maaf pak saya sudah lancang untuk menelpon bapak. Saya Candra, saya sekarang bersama Tasya di Jalan Mawar, saya tidak tau apa yang terjadi pada nya sekarang dia menangis dan tidak mau menjawab pertanyaan saya, lebih baik bapak segera ke sini." ucap Candra.
Tampa banyak tanya Darel meminta untuk mengirimkan lokasi, Darel langsung meninggalkan pekerjaan nya dan segera pergi.
"Pak Candra kita sudah telat." ucap sekretaris Candra.
"Tunggu sebentar lagi, menunggu seseorang datang." ucap Candra. "Tasya berhenti menangis, kamu sudah tidak apa-apa." ucap Candra.
"Kenapa semua orang sangat jahat, kenapa orang yang aku percaya membohongi ku." ucap Tasya, Candra sama sekali tidak mengerti dia membawa Tasya ke pelukan nya karena tidak tega melihat Tasya menangis.
Tiba-tiba Darel datang.
"Apa yang terjadi sayang?" tanya Darel. Tasya melihat Darel dia langsung berdiri melepaskan pelukan Candra dan memeluk suaminya.
"Ayah Kak, Ayah..." ucap Tasya.
"Ayah kamu kenapa? supir mana? Kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanya Darel.
"Kalau begitu kami permisi Dulu yah pak." ucap Candra langsung meninggalkan Tasya, tidak lupa memberikan ponsel Tasya kembali.
Darel membawa istri nya pulang terlebih dahulu.
"Tenang kan diri kamu dulu." ucap Darel memberikan Minum pada istri nya setelah sampai di rumah.
"Mamah kenapa Pah?" tanya Raya.
"Stevan, Raya main dulu yah, mamah lagi gak enak badan." ucap Darel. Raya mengangguk.
"Ayah selingkuh dengan buk Mita Kak." ucap Tasya. Darel terdiam. "Ternyata kecurigaan aku selama ini benar. Ibu tidak jarang mengigau mengatakan ayah pergi dengan perempuan lain, ternyata semua nya terjawab sudah." ucap Tasya.
Darel memeluk Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like , komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***