Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 292


__ADS_3

Tasya hanya diam saja. Darel juga diam dia bersandar di pundak istri nya.


"Kalau kakak mau menceritakan sesuatu cerita kan saja, aku mau kok mendengar nya." ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya.


"Terlalu banyak yang mau kakak ceritakan sehingga kakak bingung mau menceritakan yang mana, kakak juga tidak ingin kamu memikirkan nya." ucap Darel.


Tasya mengelus kepala Darel dengan tangan kiri nya.


"Kalau belum mau cerita gak apa-apa kok, tapi jangan di pendam sendiri an yah." ucap Tasya


Darel mengangguk. Dia memeluk Tasya. Terimakasih sudah selalu di samping kakak. Selalu ada." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Papah." Raya tiba-tiba datang masuk ke dalam kamar, Darel melepaskan tangan nya dari Tasya.


"Iyah nak, ada apa?" tanya Darel.


"Ayo Keluar jalan-jalan Pah, aku bosan di rumah saja." ucap raya. Darel melihat jam Masih jam empat sore.


"Kalau kita keluar Mamah Siapa yang nemenin?" tanya Darel.


"Pergi saja Kak, sekalian membujuk Stevan juga." ucap Tasya.


"Kamu yakin gak apa-apa?" tanya Darel. Tasya mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu kami pergi dulu yah." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Kamu mau menitipkan sesuatu?" tanya Darel.


"Humm martabak sama buah saja kak." ucap Tasya.


"Baiklah kalau begitu." ucap Darel.


"Horeee!!!" Raya bersorak sangat senang sekali. Darel membawa Raya keluar.


"Kalian mau kemana? Kenapa kelihatan nya sangat rapi?" tanya Bu Mita. "Mau mengajak Raya sama Stevan jalan-jalan Sore Bu." ucap Darel. "Oohh ya udah kalau begitu, Stevan sedang ada di kamar." ucap Bu Mita.


Dan kebetulan juga Stevan keluar dari kamar.


"Nenek." ucap Stevan. Darel mendekati Stevan namun dia langsung menghindar.


"Papah mau keluar jalan-jalan, Stevan mau ikut gak?" tanya Darel. Stevan Menggeleng kan kepala nya.


"Aku gak mau ikut." ucap Stevan.


"Tapi papah mau kamu ikut." ucap Darel. "Gak mau Papah." ucap Stevan.

__ADS_1


"Stevan marah sama papah yah? salah papah apa?" tanya Darel. "Papah sama Mamah gak Sayang sama aku lagi." ucap Stevan.


Darel menoleh ke arah ibu mertua nya.


"Stevan gak boleh ngomong gitu. Mana ada orang tua yang gak sayang sama anaknya. Sekarang buruan berangkat sama papah jalan-jalan gih. Nenek juga mau Masak." ucap Bu Mita.


"Aku mau sama Nenek saja." ucap Stevan. "Kalau kamu tidak mau ikut nanti mainan keluaran terbaru nya keburu di beli oleh orang lain loh." ucap Kakek nya baru saja pulang.


Darel bingung apa yang di maksud oleh Kakek nya.


"Apa mobil yang kemarin sudah keluar lagi kek?" tanya Stevan. "Sudah dong, tadi sales nya menghubungi kakek, kamu harus ajak papah ke sana." ucap pak Ahmad.


"Ayo pah." ajak Stevan. Darel tersenyum. "Baiklah kalau begitu, kami berangkat dulu yah Bu, ayah." ucap Darel mereka pun meninggalkan rumah itu.


"Pasti Stevan Cemburu sama Radit kan pah?" tanya Raya.


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Itu adalah hal biasa, dulu kamu juga seperti itu sampai kamu demam juga." ucap Darel.


Raya tertawa kecil.


Tidak beberapa lama sampai di mall. "Horee sampai juga. Ayo pilih apa yang kalian mau." ucap Darel membawa ke bagian mainan.


Mereka berdua memilih mainan yang mereka suka setelah itu membayar nya dan keluar dari sana. Mereka duduk di Cafe minum sama beli jajanan seperti Pizza, Roti atau kue.


Stevan tersenyum. "Baiklah Pah." ucap Stevan. Darel juga ikut tersenyum maklum lah namanya juga anak kecil.


Setelah selesai Makan dari sana mereka juga membeli Baju. Darel belum ada membeli baju untuk Radit sekalian Saja dia memilih untuk Radit.


Hari semakin Sore. Darel melihat sudah jam enam lewat.


"Ya udah sekarang semua nya sudah di beli kan? lebih baik kita pulang." ucap Darel.


"Ayo pah, aku juga harus belajar karena ada PR." ucap Raya.


Bu Tima duduk di ruang tamu rumah Darel.


Dia melihat postingan terbaru Darel yang sedang bersama kedua anaknya, terlihat sangat bahagia.


"Tante lagi lihatin apa? kenapa kelihatan nya sangat senang sekali." ucap Tania. "Enggak kok." ucap Bu Tima langsung mematikan ponsel nya.


"Nih teh untuk Tante." ucap Tania.


"Terimakasih yah." ucap Bu Tima.

__ADS_1


"Oh iya Tan, aku keluar dulu yah, Tante tidak perlu menunggu ku, aku takut lama Pulang karena bertemu dengan teman-teman lama ku juga." ucap Tania.


"Oohh baiklah kalau begitu. Kamu hati-hati yah." ucap Bu Tima. Tania pergi Bu Tima langsung menelpon suami nya.


dia menanyakan keadaan perusahaan nya bagaimana. Dan pak Yuda menjawab semua nya baik-baik saja.


"Memang benar yang di katakan Tania kalau sebenarnya Darel hanya ingin menjelekkan keluarga Tania saja karena wanita itu!" ucap Bu Tima.


Dia merasa sangat tidak percaya lagi pada putra nya itu.


"Namun kalau seperti ini kenapa aku jadi merasa ragu untuk memilih Tania? Di sini dia terlihat sangat jarang di rumah, bahkan selalu keluar." ucap Bu Tima.


"Kakek... Nenek.. Lihat deh kami membeli sangat banyak mainan." ucap Stevan.


Tasya melihat Stevan berlari kesenangan dia juga jadi ikut senang. Darel duduk di samping Tasya yang memangku Radit.


"Sini gendong papah nak." ucap Darel mengambil Radit.


"Ini apa kak?" tanya Tasya.


"Oohh ini untuk Radit." ucap Darel.


Tasya Membuka nya. "Ini seriusan untuk Radit kak? ini kebesaran." ucap Tasya.


"Masa iya sih, kakak sudah memilih yang Paling kecil." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Huff biarkan saja lah, lagian Radit juga akan semakin gemuk " ucap Tasya.


"Maaf sayang. Kakak tidak tau bagaimana memilih baju bayi," ucap Darel.


"Lalu dulu yang membeli baju raya dengan Stevan siapa?" tanya Tasya.


"sebelum nya kakak tidak pernah membeli nya, selalu saja mamah dengan Amel, kalau tidak almarhum ibu yang datang mengajak Amel berbelanja." ucap Darel.


Tasya terdiam sejenak. Dia menatap wajah Radit.


"Aku sangat merasa kasihan pada Radit kak, dia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang nenek dari papah nya." ucap Tasya.


"Ini semua salah kakak. Jangan membahas nya lagi." ucap Darel. Tasya tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2