Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 82


__ADS_3

Tasya yang mendengar pembicaraan mereka karena di speaker oke Darel.


Tidak beberapa lama Panggilan pun berakhir.


"Papah! papah! Ayo main." ajak Raya.


"Raya main sama suster dulu yah, papah sangat lelah." ucap Darel.


"Yahh papah!!! Ayo Dong main." ucap Raya lagi Stevan memaksa Manarik tangan papah nya.


"Papah mau istirahat dulu yah Kalian main-main sama suster." ucap Darel langsung pergi naik ke atas tampa menghiraukan Raya dan Stevan yang sudah menangis, Tasya langsung datang menenangkan mereka.


"Sudah! Sudah! jangan nangis lagi." ucap Tasya pada Raya.


"Mau main sama papah mah," ucap raya.


"Papah nya kan baru pulang kerja! Wajar saja papah nya kecapean biarin istirahat dulu yah." ucap Tasya. Raya mengangguk dia pun Diam.


"Sus tolong bawa Raya mandi yah." ucap Tasya sementara dia menggendong Stevan ke ruang tamu.


"Bubu..bubu.." ucap Stevan. Tasya tersenyum.


"Humm kita nelpon Omah yah." ucap Tasya dia menelpon Omah nya. Mereka berbincang-bincang cukup lama sampai Tasya pamit untuk mandi juga.


Namun setelah sampai ke atas Tasya kaget melihat Raya duduk di depan pintu kamar Darel.


"Loh kamu ngapain di situ sayang?" tanya Tasya.


"Mau sama papah." ucap Raya.


"Humm ya udah Mamah ketuk dulu yah." ucap Tasya dia mengetuk namun tidak di buka.


"Mungkin papah nya lagi tidur, main sama Mamah yok, Mamah bacain dongeng." ucap Tasya.


Akhirnya mereka masuk ke kamar, namun sebelum membaca dongeng Tasya dan Stevan mandi dulu.


"Mah kenapa yah Papah jadi cuek seperti itu?" tanya Raya.


"Bukan cuek sayang, papah nya hanya capek saja." ucap Tasya. Raya pun diam.


"Aku Rindu Mamah Amel." ucap Raya. Tasya yang tadi nya fokus mencari buku dongeng karena sudah selesai mandi seketika terdiam Ketika raya ngomong seperti itu.

__ADS_1


Dia melihat Raya sudah menangis, Tasya tidak tega dia langsung memeluk nya.


"Jangan sedih dong sayang." ucap Tasya.


"Aku rindu Mamah." ucap Raya sambil menangis. Tasya jadi ikut menangis.


Dia memeluk Raya.


"Mamah.... mamah..." panggil Raya. dia menunjuk foto mamah nya yang di pajang di dinding. Tasya mengambil nya dan memberikan nya pada Raya.


Raya menangis sambil memeluk foto Mamah nya di atas tempat tidur.


Tasya tidak bisa melakukan apapun hanya bisa ikut menangis karena dia juga sangat merindukan Kakak nya itu.


sangat Lama Raya menangis dia pun tidur di kasur sambil memeluk foto namun masih terisak-isak. Tasya membuat kan Susu pada Stevan agar dia juga tidur.


"Ya ampun Susu Stevan sudah tinggal sedikit. Aku kok bisa lupa sih." ucap nya pada diri nya sendiri, karena Susu itu Masih cukup untuk malam ini dia membuat kan nya untuk Stevan.


Tidak beberapa lama Stevan tertidur dia keluar bertanya stok susu Stevan ternyata sudah habis.


Dia mengetuk pintu kamar Darel, tidak beberapa lama langsung di buka.


"Ada apa?" tanya Darel.


Darel mengambil dompet nya dan langsung memberikan uang pada Tasya.


"Nih!" ucap Darel.


Tasya mengambil nya.


Tasya tanpa mengatakan apapun dia pun langsung pergi. Darel melihat Tasya pergi dia memeriksa anak-anak nya di kamar.


Dia melihat Raya memeluk foto almarhum istri nya. Dan masih terdengar suara Isak nya. Dia mengingat tadi sore saat dia mengajak untuk bermain Malah Darel mengabaikan nya Membuat diri nya merasa bersalah Saja.


Sebenernya dia bukan tidak ingin bermain dengan Raya, namun di saat pergi dengan nya Raya malah ingin dengan Tasya di saat dengan Tasya dia ingin bersama dengan Darel itu membuat nya sedikit jengkel.


"Maafkan Papah yah nak." ucap Darel.


Namun tiba-tiba raya menangis merengek. Darel langsung menenangkan nya sampai nyenyak lagi.


Dia duduk di pinggir kasur sambil memandangi foto istri nya. Namun tiba-tiba Tasya masuk kedua nya saling terkejut.

__ADS_1


"Aku hanya mengambil jaket saja kak." ucap Tasya.


Darel melihat tangan Tasya yang di balut.


Dia mau bertanya tapi tidak jadi.


"Ah sudahlah ngapain aku perduli pada nya, sementara dia sendiri saja tidak perduli pada ku, mungkin dengan cara seperti ini kami masing-masing mempunyai kehidupan yang tenang." ucap Darel.


Setelah mengatakan dia mempunyai perasaan pada orang lain itu sangat membuat hati Nya sedih dia benar-benar sangat sakit.


Dia pun memilih untuk tidak lagi menambah perasaan pada istri nya itu. Kejujuran istri nya membuat nya sangat sedih walaupun tidak ada seorang pun yang tau.


"Dia lebih suka hidup nya yang sekarang perlahan bisa melupakan Tasya. Walaupun sedikit sulit karena satu rumah dan tiap hari bertemu, Darel sengaja mencari kesibukan agar tidak terlalu sering di rumah Demi meyelamatkan perasaan nya.


Karena dia mencintai Tasya dia juga ingin Tasya bahagia dengan pria pilihan nya, walaupun di saat mengingat itu membuat nya sangat Sedih.


Di malam hari nya Tasya baru saja pulang dia melihat Darel tidur di kamar mereka. Dia memilih tidur ruang tamu.


Keesokan harinya Laura sudah siap-siap mau berangkat ke kampus sementara anak-anak nya belum tidur. Mereka berdua sangat nyenyak di pelukan Papah nya.


"Tumben-tumbenan sekali mereka belum bangun jam segini." batin Tasya.


Dia masuk ke kamar lagi dia sudah mau berangkat, namun kalau belum melihat mereka dia tidak bisa berangkat dengan tenang.


Mendengar suara pintu terbuka Darel terbangun namun tidak langsung membukanya mata nya. Dia bisa tau kalau Tasya mencium pipi raya dan Stevan, dia bisa mencium aroma parfum Tasya.


Tasya mengambil Tas nya dan segera pergi. Darel Membuka mata nya.


"Aku tidak Akan tau bagaimana ujung nya rumah tangga kita, di antara kita berdua tidak satu pun yang ingin mempertahankan hubungan ini." ucap Darel.


Darel turun dari kasur dia juga mau berangkat ke kantor. Setelah selesai Siap-siap dia menitipkan anak-anak pada suster karena belum bangun.


Darel tidak berselera untuk sarapan di rumah dia langsung berangkat karena dia sedang banyak fikiran.


Namun di perjalanan perut nya terasa lapar dia pun singgah sebentar untuk sarapan. Namun tidak sengaja dia melihat Tasya sedang sarapan di tempat yang sama dengan Candra.


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏


__ADS_2