
"Berbicara lah dengan mamah kamu nak." ucap pak Ahmad pada Darel. Darel terlihat sangat sedih melihat Riski dan Tasya semakin kecewa pada mamah nya.
Dia menghela nafas panjang menatap wajah mamah nya, dia menunduk wajah nya dan duduk di depan Bu Tima.
"Apa yang Mamah ingin kan ke Sini? apa Mamah tidak cukup hanya memarahi aku? Kenapa harus membawa-bawa keluarga istri Ku?" ucap Darel.
"Kamu pasti sudah tau kan Kalau keluarga kita sudah terkena musibah? Keluarga Tania benar-benar menipu keluarga kita." ucap Bu Tima.
Darel menghela nafas panjang.
"Karena Tasya kan kamu tidak perduli lagi pada orang tua kamu?" ucap Bu Tima.
"Sudah cukup mah, sudah cukup menyalah kan Tasya terus." ucap Darel. Bu Tima langsung terdiam.
"Sampai kapan mamah akan seperti ini? Sampai kapan?" ucap Darel.
"Mamah menyesal tidak mendengar kan kamu dari awal nak, mamah sekarang sangat menyesal sudah mempercayai Tania. Sekarang mamah merasa kan nya." ucap Bu Tima.
"Lalu apa mah? Apa Mamah menyalah kan Aku dengan Tasya atas semua yang telah terjadi? Mamah sangat egois!" ucap Darel.
"Aku tidak bisa berkata-kata lagi kalau Mamah tepat seperti ini, aku minta maaf sebesar-besarnya sama Mamah." ucap Darel berdiri.
"Lebih baik Mamah pulang dari sini, aku bukan pemilik rumah ini." ucap Darel. Darel langsung masuk ke dalam.
Dia mengintip dari jendela mamah nya pergi.
"Maafin aku mah, aku bukan mau menjadi anak Durhaka, namun kalau bukan seperti ini Mamah tidak akan bisa menerima istri ku." ucap Darel dalam hati.
"Mamah tidak merasakan bagaimana sakit hati Tasya dan keluarga nya ketika mendengar hinaan Mamah. Dan aku tau itu bukan lah mudah untuk mereka hadapi." ucap Darel.
"Sampai sekarang aku di terima oleh istri Ku, dia tidak meninggalkan ku." ucap Darel.
"Kak." ucap Tasya memegang pundak Darel. Darel berbalik dia menatap wajah istri nya.
"Soal pembicaraan mamah tadi, kakak benar-benar minta maaf." ucap Darel.
"Kakak tidak salah, kenapa kakak minta maaf? Sudah lah kak kita yang harus banyak mengerti kepada orang tua kita." ucap Tasya. Darel terdiam.
"Laku kenapa kakak meminta Mamah pergi? Dia datang ke sini mau meminta bantuan dari kakak." ucap Tasya. Darel Menggeleng kan kepala nya.
"Kakak ingin istirahat." ucap Darel. dia berjalan ke kamar.
"Biarkan saja dia sendiri nak." ucap pak Ahmad pada Tasya.
__ADS_1
"Tapi ayah." ucap Tasya.
"Dia butuh waktu sendiri memikirkan semua nya mempertimbangkan apa yang akan dia lakukan. Kasih dia waktu untuk berpikir." ucap pak Ahmad.
Tasya terdiam. Pak Ahmad mendekati Tasya.
"Ayah tau ini pasti sangat berat untuk kamu hadapi. Tapi ayah tau, putri ayah ini adalah wanita yang kuat." Ucap Pak Ahmad.
Tasya tersenyum. "Aku tidak tau sampai kapan aku akan bertahan dengan mertua ku yang sangat membenci ku Ayah." ucap Tasya.
"Kan ayah sudah bilang, putri ayah kuat, kamu tidak boleh menyerah. Darel adalah pria yang baik, dia sangat mencintai kamu. Jangan perduli kamu kata-kata hah mertua kamu karena kamu tidak salah nak." ucap pak Ahmad.
Tasya menatap wajah ayah nya..
"Boleh aku memeluk Ayah?" tanya Tasya. Pak Ahmad mengangguk. Tasya langsung memeluk ayah nya dengan sangat erat sekali begitu juga dengan pak Ahmad mengelus rambut Tasya mencium pucuk kepala nya.
Pak Ahmad melihat Riski yang berdiri di anak tangga, dia pun langsung meminta Riski datang kepada nya dan ikut bergabung. Riski menginyakan dia langsung ikut bergabung dengan mereka.
"Kalian berdua harus ingat kalau selagi Ayah di dunia ini kalian pasti bahagia." ucap pak Ahmad.
Tasya dan Riski tersenyum.
"Sudah pelukannya, ayo makan siang dulu." ucap Bu Mita,, mereka melepaskan pelukannya.
Mereka berkumpul di meja makan, untuk sementara Radit Sama suster dulu.
"Mah, Papah kok ikut Makan Siang sama kita?" tanya ucap raya, "Papah nya ingin istirahat dulu. Nanti mamah bawain makanan ke kamar." ucap Tasya.
Setelah selesai makan Tasya membawa untuk suami nya..
"Kakak makan dulu biar tidak sakit." ucap Tasya pada Darel yang sangat fokus pada laptop nya.
Darel menoleh ke arah Tasya.
"Kamu tidak perlu repot-repot untuk membawa makanan ke kamu, kakak bisa turun sendiri." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Aku takut kakak sakit." ucap Tasya. Darel menutup laptop nya, dia langsung makan, makanan yang bawa oleh istri nya.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai Makan.
"Aku keluar dulu yah, kakak bisa istirahat dengan tenang." ucap Tasya. Darel menahan tangan istrinya.
__ADS_1
"Tidak perlu kamu keluar Tasya.. Saya butuh pendapat kamu sekarang, saran dari kamu." ucap Darel.
Tasya duduk di samping Darel.
Sementara Bu Tima di telpon Suami nya waktu sedang Makan.
"Mau bagaimana? Apa Darel mau membantu kita?" tanya Pak Yuda."Dia tidak mau Pah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Bu Tima.
"Kenapa dia tidak mau membantu orang tua nya sendiri?" tanya pak Yuda lagi.
"itu pasti karena bukukan keluarga istri dan istri nya." ucap Bu Tima. Pak Yuda terdengar seperti batuk.
"Apa papah sakit?" tanya Bu Tima.
Tiba-tiba panggilan nya mati.
"Pah, papah." panggil Bu Mita.
"Ada apa yang terjadi? Kenapa seperti nya Papah jatuh?" tanya Bu Mita. Dia langsung di telpon oleh pembantu nya dan ternyata pak Yuda kena stroke.
Bu Tima sangat terkejut, suami nya baru saja pulang dari rumah sakit namun sekarang sudah sakit lagi, dia semakin pusing.
Di malam hari nya dia sudah tidak bisa berfikir jernih lagi. Bu Tima menangis mengingat betapa bodoh nya dia karena tidak mau mendengar kata-kata anak nya.
"Aku harus meminta bantuan Tasya untuk membujuk Darel. Tidak ada pilihan lain lagi." ucap Bu Tima dengan semangat.
"Namun... Apa dia Masih mau membantu ku? Setelah semua yang aku lakukan?" ucap Bu Tima.
Dia mengingat betapa jahatnya mulut nya terhadap menantu nya itu.
"Tapi kalau tidak seperti itu mana mungkin Darel mau membantu orang tua nya." ucap Bu Tima lagi.
Akhirnya dia bernekat untuk meminta bantuan menantu nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1