Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 90


__ADS_3

"Humm kebetulan Bibik di sini, sekalian berikan ini untuk mereka yah, aku muak melihat nya!" ucap Tasya dengan kesal setelah memberikan minuman pada Bibik dia langsung naik ke atas.


"Kenapa aku begitu tidak suka kak Darel dekat-dekat dengan mbak Sinta? Apa yang sedang aku alami." batin Tasya.


Karena kesal dia pun membuka aplikasi belanja online nya. Darel akhir-akhir ini sangat Rajin memberikan uang pada Tasya dengan cara memberikan pada Bibik.


Tasya yang kebetulan sangat butuh uang dia tidak munafik dan mengambil uang tersebut.


Sudah semakin siang Darel tidak melihat istrinya dari tadi.


"Bik Tasya mana?" tanya Darel saat Bibik mau ke dapur kebetulan Darel baru saja keluar dari kamar mandi.


"Oohhh non Tasya seperti nya di kamar Pak. Mau saya panggil kan?" tanya Bibik. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Gak usah bik, uang yang kemarin sudah di ambil sama dia?" tanya Darel.


"Sudah Pake, lihat tuh belanjaan nya sangat banyak." ucap Bibik menunjuk ke arah sudut rumah.


"Biarkan saja lah buk, yang penting hati nya tenang." ucap Darel.


"Saya kadang kasihan sama Non Tasya Pak." ucap Bibik.


"Kenapa lagi? Kemarin Bibik kasihan karena dia tidak mempunyai uang dan selalu meminjam uang Bibik, sekarang apa lagi?" tanya Darel karena kemarin Bibik mengadu dan Darel melunasi hutang-hutang istri nya pada Bibik.


"Non Tasya seperti nya sangat kerepotan bangun pagi hari untuk menyiapkan Bubur anak-anak dan juga sebelum berangkat dia harus memandikan anak-anak. Saya sudah mencoba menegurnya tapi non Tasya tetap saja melakukan itu." ucap Bibik.


"Dia tidak pernah mengeluh kan?" tanya Darel.


"Iyah sih Pak, hanya saja Bibik kasihan melihat nya." ucap Bibik.


"Saya sudah tau inti dari pembicaraan Bibik. Bibik mau saya perhatian kan sama dia?" ucap Darel. seketika Bibik tersenyum.


"Bibik tau sendiri kalau Sifat Tasya seperti apa! Saya sendiri sangat bingung dengan dia!" ucap Darel.


"Tapi akhir-akhir ini saya melihat non Tasya sangat berbeda Pak, saya sering melihat dia kesal saat Mbak Sinta datang ke sini." ucap Bibik.


"Mungkin dia seperti itu karena saya memarahi nya kemarin." ucap Darel.


"Humm bisa jadi. Ya sudah kalau begitu saya ke atas dulu yah pak bersih-bersih!" ucap Bibik, Darel mengangguk.


"Ngomongin apa sama Bibik?" tanya Sinta yang berdiri di samping Darel.


"Sejak kapan kamu Berdiri di situ?" tanya Darel.


"Baru saja! Aku mau ngambil minum." ucap Sinta.

__ADS_1


"Oohh." ucap Darel.


Tasya baru saja selesai mandi tidak terasa sudah sore hari dia mau keluar namun dia merasa malas karena pasti Sinta belum pulang.


"Huff kalau aku turun aku Akan melihat mereka berduaan sementara kalau aku tidak turun perut ku sangat lapar!" ucap Tasya memegang perut nya yang begitu rata.


Akhirnya dia pun memilih turun.


"Huff dasar kelakuan anak muda sekarang yah, Betah banget di kamar sehari an." sindir Sinta.


Tasya melihat ke arah Sinta yang duduk di samping Darel sambil menonton.


Tasya hanya diam saja dia melewati nya begitu saja dan berjalan ke dapur.


"Aku ke dapur sebentar yah." ucap Sinta ke dapur meninggalkan Darel.


Sinta menghampiri Tasya yang mau Makan.


"Sudah jelas kamu menumpang di rumah kakak ipar kamu setidaknya tau sopan santun atau etika lah! Ingat kalau kakak kamu sudah meninggal, kamu kira Darel mau menampung kamu lebih lama di sini!" ucap Sinta.


Tiba-tiba Tasya menggeprak meja dengan gelas yang dia pegang.


"Jaga yah Mulut mbak! Aku di sini bukan karena kak Darel tapi karena keponakan ku!" ucap Tasya menunjuk wajah wanita itu.


"Dia memarahi aku karena aku mau mengambil makanan." ucap Sinta.


Tasya yang mendengar itu mau membela diri namun Darel menatap nya langsung. Dia hanya menghela nafas.


"Maksud kamu apa Tasya?" tanya Darel.


Tasya tidak perduli dia Malah menyendok kan Nasi ke piring nya dan makan dengan lahap.


"Adik ipar kamu tidak mempunyai sifat baik sama sekali, aku tidak suka pada nya!" ucap Sinta.


"Sudah! Sudahlah ayo antar kamu pulang Yah." ucap Darel. Mereka pun pergi.


"Aku gak suka sama Dia..." ucap Tasya meledek kata-kata Sinta tadi.


Bibik menghampiri Tasya.


"Kenapa Non Tasya tidak mengatakan yang terjadi pada pak Darel sih?" tanya Bibik. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Tetap saja dia membela wanita itu bik, aku juga tidak perduli." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama Darel pulang dia membuka pintu dan melihat Tasya dengan santai Duduk di Sofa sambil menonton.

__ADS_1


"Tasya! Kamu tidak bisa melakukan hal seperti itu pada Sinta." ucap Darel.


"Emang aku melakukan apa pada nya?" tanya Tasya Masih fokus pada TV.


"Seperti yang dia katakan tadi! Kamu tidak boleh seperti itu!" ucap Darel. Tasya menoleh ke arah Darel.


"Kalau kakak percaya pada nya aku melakukan itu marahi saja aku bentak saja aku seperti yang kakak lakukan Minggu lalu. Karena aku tau kakak sudah mencintai nya dan semua yang dia katakan Akan kakak percaya i." ucap Tasya.


"Kamu jangan berbicara seperti itu seolah-olah kamu tidak Salah! Kakak melihat sendiri kamu membentak nya!" ucap Darel.


"Ya sudah kalau begitu bentak aku Balik!" ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang dia menatap mata Tasya yang berkaca-kaca.


"Aku tidak melakukan apapun pada nya justru dia yang duluan!" ucap Tasya langsung meninggalkan Darel begitu Saja.


Darel terdiam terpaku.


"Huff ada-ada saja masalah yang membuat aku semakin sulit berbaikan dengan Tasya!" ucap Darel memegang keningnya.


Di kamar Tasya menghampiri anak-anak nya yang bermain.


"Mamah kenapa sedih gitu?" tanya Raya pada Tasya yang duduk di karpet diam memerhatikan mereka.


"Bagi Raya Mamah jahat yah?" tanya Tasya. Darel mendengar dari pintu yang tidak di tutup.


"Mamah baik kok. Kenapa Mamah ngomong gitu?" tanya Raya langsung memeluk Mamah nya.


Dan Stevan pun ikutan mereka bertiga pelukan.


"Kalau nanti Mamah gak di sini lagi raya sama Stevan gak boleh nakal yah." ucap Tasya.


"Mamah mau ikut kegiatan kampus lagi? Raya sama Stevan janji gak akan nakal kok mah, Tapi Mamah cepat pulang yah." ucap Raya.


Tasya langsung mengangguk sambil tersenyum dia tidak boleh menangis.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2