
"Humm mas Candra ku, aku memang sangat jelek, pendek gendut dan se-dki bobrok namun selera ku benar-benar sangat tinggi, tidak pernah segila ini aku menyukai seseorang namun pada mu aku rela mati mas." ucap tiwi.
Tiba-tiba Dosen laki-laki datang.
"Bu Tiwi! Bu Tiwi!" ucap bapak itu namun tiwi Masih asik dengan lamunan nya.
Seketika dia tersadar dan merasa malu, namun dia berusaha biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa walaupun dia seketika ingin menghilang.
Dua hari kemudian Tasya pulang ke rumah Tepat di Sore hari dia mengeluarkan semua barang-barang nya dari mobil. Namun dia heran karena tidak ada mobil suami nya.
Dan biasanya juga Anak-anak nya pasti heboh mengejar nya keluar.
"Assalamualaikum!" sapa Tasya.
"Walaikumsalam non!" ucap Bibik yang baru aja keluar dari dapur.
"Akhirnya non Tasya pulang juga, mari saya bantuin bawa barang-barang nya." ucap Bibik. Tasya mengangguk sambil mengucapkan terimakasih.
"Anak-anak mana Bik?" tanya Tasya.
"Oohhh anak-anak sedang di bawa oleh bapak jalan-jalan, mereka terlihat sangat tidak betah di rumah dan selalu memanggil non Tasya,!" ucap Bibik.
"Aku tidak bisa menghubungi mereka karena tidak bisa memegang ponsel di sana." ucap Tasya.
", Iyahh non Bibik paham kok, sekarang non mandi dulu Saya akan mengabari mereka dan menyiapkan makan malam." ucap Bibik.
"Baik bik." ucap Tasya.
Bibik mengabari Darel lewat pesan. Darel yang fokus menyetir entah mau kemana melihat pesan masuk itu dia langsung memutar balik.
"Loh kok putar Balil sih Pah?" tanya Raya yang duduk di depan sendiri sementara Stevan dan belakang sama suster.
"Papah ketinggalan sesuatu." ucap Darel berbohong karena kalau di Kasih pasti anak nya itu sangat heboh dan tidak sabaran sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Raya tidak menyadari mobil Mamah nya setelah mereka masuk dan melihat Tasya duduk dan Ruang tamu, Raya berlari memeluk nya.
"Mamah!" ucap Raya sangat keras Tasya pun langsung memeluk nya.
"aku sangat merindukan mamah!" ucap Raya.
"Sama Sayang. Mamah juga sangat merindukan kamu sama Stevan." ucap Tasya.
Stevan berlari ke Mamah nya. Tasya langsung menggendong nya.
"Humm anak Mamah jadi kurusan hanya tinggal Dua hari saja." ucap Tasya.
Darel melihat anaknya senang dia pun ikut senang. Biasanya anak-anak nya selalu menangis saja.
Darel duduk di sofa.
__ADS_1
"Kamu kapan sampai?" tanya Darel. Tasya menoleh ke arah suami nya.
Dia mau menyalim tangan Darel namun dia sungkan karena takut di tolak namun itu sudah ajaran dari Omah nya dia beranjak mendekati Darel menyalim tangan Darel.
"Aku sampai sore tadi kak." ucap Tasya.
Darel yang di perlakukan sopan oleh Tasya Membuat nya jadi terdiam.
"Bagaimana Selama di sana? Kamu terlihat semakin hitam saja!" ucap Darel. Tasya tersenyum canggung.
"Kegiatan di bawah terik matahari Membuat kulit kami hitam." ucap Tasya.
"Bapak! Non Tasya makan malam sudah siap." ucap Bibik.
"Iyah Bik." ucap Tasya.
Mereka pun makan bersama.
Di malam hari nya waktu nya istirahat, Raya sudah tidur di pelukan Tasya di ranjang kamar mereka..
"Huff seperti ini yah nasib mempunyai anak, apa-apa kalau mengerjakan sesuatu selalu ingat mereka." batin Tasya sambil mengelus rambut Raya.
Dia melihat batre handphone nya sudah penuh untuk pertama kalinya dia membuka handphone nya setelah dua Hari.
Banyak pesan masuk dari teman-teman nya, dari Alex yang sudah sampai di Pekanbaru dan besok Akan menemui Tasya.
Tasya sudah selesai memeriksa semua nya.
Bahkan Story IG suami nya pagi ini adalah pemotretan Sinta.
"Ternyata selama aku tidak ada di sini kak Darel menemani wanita itu?" ucap Tasya merasa kesal.
Dia melihat lagi postingan Sinta karena Sinta di tag oleh Darel di sana.
Dan ternyata lebih parah postingan Sinta, mereka terkesan seperti kekasih. Mereka juga membuat Video seperti jalan-jalan.
Tasya merasa sangat kesal sehingga menutup handphone nya dia sangat jengkel.
Dia melihat handphone di samping handphone nya berbunyi dia berfikir itu adalah handphone Raya ternyata bukan itu adalah handphone suami nya, dia langsung melihat nya.
"Humm lagi dan lagi mereka membuat perjanjian untuk bertemu di Mana! Dasar wanita gatal!" ucap Tasya kesal.
"Bubu...bubu..." panggil Stevan yang baru saja datang. Tasya langsung meletakkan handphone Darel.
Darel juga menyusul dari belakang.
Tasya langsung menggendong Stevan.
"Mereka tidur sama kamu gak apa-apa kan?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
__ADS_1
"Oh iya besok kamu tidak ke kampus kan?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Humm anak-anak seperti nya mau berjiarah ke makam Mamah nya." ucap Darel.
"Maksud kakak kita akan berjiarah besok?" tanya Tasya.
"Iyah! Kenapa? Kamu gak bisa yah?" Tanya Darel.
"Enggak kok kak, aku sangat senang." ucap Tasya. Darel mengangguk. Darel pun mengambil handphone nya langsung memasukkan ke saku nya.
"Ya sudah Kalau begitu kakak Akan membuat kan Susu untuk Stevan terlebih dahulu." ucap Darel. Tasya mengangguk.
"Huff kalau seperti nya ni Kak Darel tidak Akan pergi dengan wanita itu." ucap Tasya.
Keesokan harinya.
"Pagi anak-anak!" sapa Darel.
"Pagi juga Papah." ucap Raya.
"Mamah mana nak?" tanya Darel.
"Mamah lagi di dapur Pah" ucap Raya. Darel menghampiri Tasya ke dapur.
"Tasya! Hari ini kita gak jadi pergi yah, soal nya kakak ada kerjaan mendadak." ucap Darel.
"Sudah ku duga dia akan pergi menemui wanita itu, tapi aku tidak Akan membiarkan nya." batin Tasya.
"Yah Kak mana bisa gitu! Lihat kami semua sudah siap-siap bahkan sudah mencari bunga yang sangat banyak, pakaian kami juga sudah siap, Bibik dan suster ikut juga." ucap Tasya langsung.
Darel melihat ke arah bunga dan semua orang sudah siap-siap ternyata.
"Aku pikir berjiarah lebih penting dari pada kerjaan kakak yang itu!" ucap Tasya.
"Ini sangat penting." ucap Darel.
"Kakak tega banget mengecewakan anak-anak kak." ucap Tasya.
"Huff baik lah kita jadi berangkat, kakak akan membatalkan ini dulu." ucap Darel Membuka handphone Nya dan seperti membalas pesan.
Tasya yang sudah tau hanya bisa tersenyum girang.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya Jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***