Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 251


__ADS_3

"Butuh waktu untuk melakukan itu pak. Itu bukan bayaran untuk bapak melainkan untuk saya sendiri." ucap Tasya.


"Saya ingin kamu selalu mau menerima bantuan saya, karena setiap bersama kamu saya merasa bahagia dan sangat nyaman." ucap Candra.


Tasya tersenyum dia mengangguk.


"Bapak adalah orang yang sangat baik. Tidak ada alasan saya untuk menjauhi bapak atau menolak bantuan bapak, karena mungkin selanjutnya saya akan lebih merepotkan bapak." ucap Tasya.


Candra tertawa kecil.


"Saya menanti kapan kamu akan merepotkan saya." ucap Candra. Tasya tersenyum sambil tertawa kecil.


"Kamu cantik kalau senyum." ucap Candra. Lagi-lagi Tasya tersipu malu.


"Oh iya uang yang saya pakai sebelum nya saya akan mengganti nya, mana no rekening Bapak?" tanya Tasya. Candra Menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu Tasya. Saya memberikan nya dengan tulus, justru kamu mengembalikan nya membuat saya merasa aneh." ucap Candra.


"Tapi pak itu uang bukan jumlah yang sedikit." ucap Tasya.


"Lebih baik uang yang kamu pegang sekarang membeli keperluan yang kamu butuhkan." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


"Terimakasih banyak yah Pak." ucap Tasya.. Candra mengangguk.


"Ya udah kalau begitu kamu istirahat yah, saya juga harus pulang agar kamu bisa istirahat." ucap Candra.


"Apa sebaiknya bapak tidak istirahat di sini saja? Ini sudah mau malam." ucap Tasya.


"Terimakasih Tasya, tapi saya tidak enak pada ibu dan ayah kamu. Permisi yah." ucap Candra.


Tasya tersenyum sambil mengangguk. Akhirnya Candra pun pulang.


"Sangat beruntung orang yang bisa menjadi kan nya seorang suami. Dia begitu baik dan perhatian sekali. Apalagi soal berbicara dengan sangat lembut sekali." ucap Bu Mita.


"Sayang nya pak Candra tidak mau pacaran dulu Bu, padahal banyak teman-teman ku yang naksir pada nya." ucap Tasya.


"Humm padahal ganteng sekali." ucap Bu Mita.


"Ya udah kamu bersih kan badan Habis itu istirahat yah." ucap Bu Mita. Tasya mengangguk.


Setelah selesai membersihkan diri dia berbaring di kasur. Dia termenung sejenak memikirkan Suami nya. Dia mengelus perut nya.

__ADS_1


Air mata nya tiba-tiba keluar sampai dia tertidur. Sementara di tempat lain Darel sama sekali tidak bisa tidur. Dia diam-diam keluar dari rumah nya pergi ke sebuah Club.


Sambil minum dia tidak berhenti menangis sampai air mata nya tidak bisa keluar lagi. Namun dia tidak berhenti minum walaupun sudah mabuk berat.


Sudah banyak yang menegur nya namun tidak di hiraukan oleh nya. Hanya dengan cara itu agar dia tidak menyalah kan siapa pun. Dia tidak bisa marah pada orang tua nya.


Wajah nya sudah sangat merah dia benar-benar sudah tidak sadar lagi. Ada petugas wanita mendatangi nya dia berfikir itu adalah Tasya memeluk nya namun tiba-tiba dia sadar kalau itu bukan istri nya.


Akhirnya petugas di Club itu mengantarkan Darel pulang ke rumahnya.


Untung saja Sebelum nya dia pernah minum ke sana dan bercerita dia tinggal di Mana jadi Mereka tau.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Pah siapa yang bertamu jam Tiga Shubuh seperti ini?" tanya Bu Tima pada pak Yuda. Mereka turun.


Mereka kaget sekali melihat Darel dalam keadaan yang sangat buruk.


Mereka pun menjelaskan ada apa dengan Darel. Setelah itu di bawa masuk ke dalam.


Tania tiba-tiba keluar dari kamar nya dan melihat itu.


"Darel mabuk berat." ucap Bu Tima. Tania terlihat sangat khawatir dia langsung membawa Darel ke dalam.


"Lepas kan saya. Saya mau kembali pada istri saya. Lepaskan." ucap Darel.


"Saya sudah di tinggal kan oleh istri saya, saya tidak memiliki Siapa pun sekarang. Saya tidak bisa hidup." ucap Darel menangis.


"Darel sadar, kamu harus sadar wanita seperti dia tidak patut untuk bersanding dengan kamu." ucap Bu Tima.


"Sudah Tante dia tidak Akan Sadar, biarkan aku yang mengurus nya." ucap Tania.


Dari pada Buk Tima semakin emosi akhirnya dia meninggal kan Darel.


Darel tiba-tiba muntah banyak ke badan Tania. Tania merasa kesal sehingga dia membentak Darel namun percuma saja dia tidak Akan mendengar sama sekali.


"Tasya jangan tinggalkan saya. kakak sangat mencintai kamu." ucap Darel.


"Ayolah Darel untuk apa mempertahankan wanita yang sama sekali tidak di restui oleh keluarga kamu, lupakan saja dia, kamu bisa membangun hidup bahagia dengan ku." ucap Tania.


"Aku tidak menginginkan semua nya, aku hanya menginginkan istri dan anak-anak ku kembali bersama ku, aku mohon Tasya kembali lah." ucap Darel sambil berteriak.

__ADS_1


Tania merasa muak dia langsung mengabaikan Darel, dia Malah meninggalkan nya begitu saja, dia sangat cemburu ketika Darel selalu memanggil nya dengan sebutan Tasya.


Keesokan harinya. Dia kembali membawa Bubur untuk Darel.


"Selamat pagi sayang. Aku bawain bubur untuk kamu, bangun yok." ucap Tania membangun kan Darel.


Namun Saat menyentuh tubuh Darel dia kaget karena sangat panas dia langsung membangun Darel secara v


paksa namun dia sama sekali tidak mau bangun.


"Sayang ayo bangun. Badan kamu kok panas sekali?" tanya Tania panik. Dia memanggil kedua orang tua Darel. Mereka membawa Darel ke rumah sakit dengan cepat.


Tidak beberapa lama dokter Selesai memeriksa nya.


Mereka masuk melihat keadaan Darel yang sangat pucat.


"Kamu tidak bisa minum banyak-banyak sampai Mabuk parah. Ini adalah efek samping nya." ucap Bu Tima pada Darel yang sudah sadar.


"Maafin aku mah." ucap Darel.


"Hanya karena memikirkan wanita yang sama sekali tidak perduli sama kamu, kamu rela seperti ini. Mamah sangat marah!" ucap Bu Tima.


"Aku sangat mencintai Tasya mas, aku mencintai anak-anak ku, aku tidak ingin berpisah dengan mereka." ucap Darel.


"Stop Darel, stop, kamu sudah memiliki Tania yang bisa mencintai kamu apa adanya, dia bisa memberikan anak yang banyak untuk kamu, bisa mengurus kamu, dia juga cantik dan juga baik." ucap Pak Yuda.


Darel diam, dia sama sekali tidak mau menoleh ke arah Tania Walaupun Tania yang berdiri di samping nya.


Setelah itu Papah dan mamah nya pulang harus bekerja.


"Kalau kamu ada kerjaan lebih baik kamu pulang, aku bisa sendiri di sini, aku juga sudah lebih baik." ucap Darel. Tania diam, dia sama sekali tidak menjawab memilih untuk duduk di sana.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏😇***

__ADS_1


__ADS_2