Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 131


__ADS_3

Ibu itu datang membawa minyak kayu putih.


"Seperti nya Mbak Tasya sudah masuk angin karena jarang makan."


Tasya hanya diam.


Di sore hari nya.


"Mbak Tasya! Mbak tidak sholat?" tanya menantu Ibu tadi.


Tasya bangun dia berdiri.


"Saya sholat di rumah saja yah Mbak," ucap Tasya.


"Baiklah, kalau begitu kami berangkat ke masjid Dulu.


Tasya segera sholat setelah selesai sholat dia mengambil handphone nya yang sudah satu Minggu dua hari tidak aktif.


Dia pun nekat untuk menghidupkan nya. Dan benar saja sudah sangat banyak notif menanyakan keberadaan nya.


Tasya membaca pesan dari Darel yang meminta nya pulang dan minta maaf.


Darel mengakui semua kesalahan nya karena sudah salah paham dan mendengarkan Ibu mertua nya karena Darel sudah menemui Alex dan ternyata yang mengirimkan video itu adalah suruhan Bu Adel.


Tasya menghela nafas panjang setelah selesai membaca pesan dari suami nya. Dia membaca dari Riski.


Dia mengabari Adek nya untuk datang menjemput nya Tampa memberi tahu siapa pun.


Riski yang tiduran di kamar nya sambil membaca buku mendengar handphone nya bunyi dia langsung memeriksa nya.


Membaca pesan dari Tasya dia langsung menghubungi Tasya. Menanyakan keberadaan Tasya dan dia pun mengerti kenapa Tasya tidak ingin orang lain tau keberadaan nya.


Malam hari itu Riski pamit untuk bermain di rumah teman nya dan menginap, semua orang percaya dan mereka membiarkan Riski pergi.


Di pagi hari Riski baru saja sampai di lokasi yang kirim oleh Tasya.


"Assalamualaikum Bik." sapa Riski pada wanita yang sedang menyapu teras.


"Apa benar di sini ada yang tinggal Nama nya Tasya?" tanya Riski.


"Riski!" panggil Tasya dari dalam mereka berpelukan.


Tasya menangis sambil memeluk adiknya.


"Bawa ke dalam dulu mbak Adek nya biar dia istirahat." ucap menantu Pemilik rumah sementara ibu pemilik rumah ada di dalam bersama cucu nya.


"Jadi sekarang tujuan Mbak Tasya sama adik nya mau kemana?"


"Saya mau ke rumah Nenek sama Kakek saya di Bandung buk."


"Apa tidak sebaiknya Mbak Tasya pulang dan pamit baik-baik pada suami nya dulu? Itu sudah kewajiban mbak sebagai seorang istri."


Tasya menatap Riski yang seperti mendukung pendapat Ibu itu.


"Saya tidak siap untuk kembali ke rumah itu buk."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu tenang kan diri mbak dulu setelah itu ingat pulang dan juga ingat anak-anak."


Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Ya udah nanti malam saja berangkat nya biar adek mbak Tasya istirahat dulu!"


Riski pun istirahat di kamar Tasya yang di sediakan Ibu itu.


"Mbak Tasya badan nya baik-baik saja kan? Mbak terlihat sangat pucat dan kurusan." ucap Ibu itu.


"Lumayan sedikit lemas Bu, tiap malam tidak bisa tidur karena badan saya sakit semua. Seperti nya saya benar-benar masuk angin."


"Ya udah biar Ibu pijitin sebentar yah."


Tasya mengangguk. Setelah selesai di pijat Tasya mengucapkan terimakasih. Tidak lupa dia memberikan uang terimakasih sudah mau menampung nya di sana.


Walaupun ibu itu tidak terima Tasya tetap memaksa sampai Ibu itu menerima dan kembali mengucap terima kasih.


Tasya berniat mau bantuin ibu itu Masak namun baru saja memegang bawang dia langsung berlari ke kamar mandi karena mau muntah.


"Uwekk, uwekk." Tasya tidak berhenti muntah isi perut nya serasa mau keluar kepala nya sangat pusing.


"Mbak Tasya jangan memaksakan diri dulu, istirahat saja dulu yah."


Tasya duduk di sofa.


"Ya Allah apa yang terjadi pada ku? Kenapa badan ku begitu sangat lemas." batin Tasya.


"Mbak minum air hangat dulu!" ucap Ibu itu, Tasya meminum nya.


"Menantu saya sudah memanggil dokter kampung ini datang, mbak harus di periksa dulu karena saya berfirasat lain sama badan mbak."


Namun dokter itu memberikan tespek untuk memeriksa kehamilan.


"Untuk apa ini Dok?"


"Saya yakin ini adalah gejala hamil muda, coba di tes dulu." ucap dokter itu.


Tasya seketika terdiam dia sama sekali tidak kefikiran.


Dia berjalan ke arah kamar mandi.


Dia baru ingat bulan ini dia belum dapat, aturan nya Empat hari yang lalu dia sudah harus dapat.


"Masa iya hanya sekali saja langsung hamil? tidak mungkin! Semoga saja hasil nya negatif." ucap Tasya sambil meletakkan alat tes kehamilan ke dalam mangkuk yang berisi air kencing nya.


Dia menutup mata nya sambil berharap hasil nya negatif.


Setelah di angkat alat nya Tasya membuka mata nya seketika dia terkejut dan berteriak.


"Aaaa!!!" Sambil melemparkan hasil nya ternyata Positif.


Semua orang yang menunggu nya terkejut mendengar suara Tasya.


Semua orang langsung mengetuk pintu dan melihat Tasya terduduk di lantai kamar mandi.

__ADS_1


"Kenapa Mbak?" tanya Ibu itu.


"Gak apa-apa Buk, saya hanya kaget." ucap Tasya. Dokter itu melihat alat itu.


"Alhamdulillah ternyata benar mbak hamil, selamat yah atas kehamilannya." ucap dokter itu.


Tasya terdiam. Dia di bantu berjalan ke ruang tamu.


"Saya akan memberikan obat pereda mual agar tidak terlalu berlebihan." ucap dokter itu.


Setelah selesai dokter memberi kan obat dia pun pergi.


"Buk saya mohon jangan beri tahu pada adik saya tentang kehamilan saya." ucap Tasya.


"Loh kenapa begitu mbak?"


"Saya tidak ingin dia khawatir."


"Baiklah Mbak, mbak yang terbaik untuk diri mbak sendiri."


"Terimakasih banyak yah buk."


Di sore hari Tasya dan Riski berpamitan.


Riski tidak membawa mobil dan pulang nya membawa mobil Tasya.


"Kita kembali ke rumah dulu baru anterin kakak ke Bandara." ucap Tasya.


Riski menoleh ke arah Tasya.


"Mbak Yakin?"


Tasya mengangguk.


Di shubuh hari mereka baru saja sampai di Pekanbaru mereka menginap di penginapan dan karena sudah terang mereka ke rumah Darel.


Setelah sampai di sana.


"Ngapain kamu pulang lagi?" tanya ibu Adel karena dia yang duduk di depan.


"Mamah!" raya dan Stevan langsung berlari memeluk Tasya.


Darel dan juga orang tua nya mendengar panggilan anak nya mereka langsung keluar.


Melihat Tasya pulang seperti sebuah keajaiban buat mereka.


"Tasya! Kamu dari mana saja nak?" tanya Bu Tima.


Tasya tidak mengatakan apapun dia langsung di peluk oleh mertuanya itu.


Ayo dong mampir ke cerita baru ku, adegan nya sedikit panas karena tentang wanita yang bekerja di Club malam.


Salam hangat dari. Terpaksa menikah di usia muda.


...----------------...

__ADS_1


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2